Selepas istirahat..
Di kelas..
"Guys tolong perhatiannya sebentar dong!" kata Ara yang baru saja masuk ke dalam kelas sambil membawa beberapa lembar kertas.
"Ada apa ra?" tanya Ria.
"Ngomong aja, pake minta perhatian segala! norak amat lu," cibir Tina.
"Diem lo!" sentak Stevan.
Seketika suasana kelas menjadi hening.
"Jadi 2 hari lagi, sekolah kita akan mengadakan lomba 17 an. Gue minta, kalian untuk mengisi list lomba yang akan diikuti di kertas ini," kata Ara sambil menaruh secarik kertas di mejanya.
Para murid langsung berebutan untuk mengisi list lomba.
"Eeh, gue duluan!" kata Vanya.
"Enggak! gue duluan!" kata Tina.
"Antre woi! jangan rebutan!" kata Ara tegas.
Merekapun langsung mengantre untuk menuliskan nama mereka beserta lomba yg diikuti.
"Kila, lo gak ngantri?" tanya Ara. Aku menggeleng.
"Kenapa? lo gak mau ikut lomba? padahal seru lho," kata Ara. Aku menggeleng lagi
"Ayo kil, ikut aja lomba yang lo suka. Seru lho," bujuk Ara.
"Tarik tambang aja deh," ucapku ragu.
"Oke. Gue isiin ya," kata Ara.
Ara mengambil pulpen dan mengisi namaku dikertas tersebut.
"Cupu, lo ikut lomba tarik tambang?" tanya Tina.
"Emang kenapa? kan bebas mau ikut lomba apa aja. Napa lo yang repot?!" tanya Ara kesal.
"Tau nih," jawab Stevan.
"Ya, gapapa sih. Tapi kalian yakin kelas kita bisa menang kalau si cupu ikutan lomba itu?" tanya Tina.
"Harus yakin dong!" kata Ria.
"Masalah menang kalah, itu belakangan. Yang penting kita semua harus kompak!" kata Ara.
"Benar itu!" ucap Aryo.
"Iya.. Iya," jawab Tina lalu duduk di bangkunya.
•••
Di kantin..
Kami berenam makan siang bersama dan tengah berbincang-bincang mengenai lomba 17an tersebut.
"Guys," kata Adnan. Kami berlima menoleh kearahnya.
"Pada ikut lomba apa aja?"
"Gue ikut lomba balap karung sama panjat pinang," kata Arul.
"Widih, sekalian ngambil hadiah gratis dong Rul?"tanya Adnan.
"Iya, barangkali aja ada makanan gratis hehehe," jawab Arul.
"Gini nih kalo kebiasaan ngutang sama ibu kantin!" celetuk Adit.
"Enak aja, udah gue bayar tau!" kata Arul.
"Orang lo aja minjem pake duit gue! sampe sekarang belum lo ganti. Parah gak tuh?!" jawab Adit kesal.
"Makanya Dit kalo Arul minjem duit jangan dikasih. Nanti uang lo bisa habis sama dia! Arul kan matre!" celetuk Adnan.
"Enggak lagi kok bang," jawab Adit.
"Heh, gue gak matre ya?!" kata Arul kesal.
"Kita kan lagi ngebahas lomba 17 an. Kenapa jadi ngomongin uang?" tanya Ara
"Biasalah melenceng dari topik," sahut Diandra.
"Didi, lu ikut lomba apa?" tanya Adnan.
"Gue ikut lomba lari sama Diandra," jawab Adit
"Yoi," timpal Diandra.
“Guys, ada gupaganda!” sahut Ara.
Gupaganda atau kepanjangannya Guru Putra Ganteng dan Muda. Merupakan sebuah geng guru putra yang berusia dibawah 30 tahun.
Geng ini beranggotakan 4 orang yaitu Pak Rafa sebagai ketuanya, beserta ketiga anggota lainnya yaitu Pak Naren (Guru Fisika), Pak Dika (guru sosiologi) dan Pak Reno (guru Bahasa Indonesia)
“Mana?” tanya Adnan.
Ara menoleh kearah sebuah meja dimana para anggota Gupaganda sedang makan dan dikerumuni oleh fansnya.
“Halo Pak!” sapa Ara, Adnan, Adit dan Arul secara bersamaan.
Mereka berempat menoleh dan membalas sapaan kami, “Hai!”
"Kalau, lo berdua ikut lomba apa Ra?" tanya Adnan.
"Gue ikut lomba tarik tambang bareng Kila," kata Ara. Aku mengangguk.
"Apa cuman gue doang yang ikut joget balon? mana pasangannya sama si centil itu," kata Adnan sambil cemberut.
" Hahaha..," mereka tertawa mendengar perkataan Adnan.
"Kok lo pada ngetawain gue nih?" tanya Adnan kebingungan.
"Nasib lo apes banget bang. Yang sabar ya," kata Arul.
"Mudah-mudahan aja menang. Biar hadiahnya buat lo semua nan," kata Ara.
"Ya, gak bisa gitu dong. Biar pun gue gak suka sama Vanya, dia harus kebagian juga," jawab Adnan.
"Iyain aja deh," kata Adit.
Setelah makan kami langsung bersiap untuk shalat dzuhur dan pulang.
•••
Sepulang sekolah..
"Pean yakin kate melu tarik tambang?" tanya Adit. Aku mengangguk.
(Kakak yakin mau ikut tarik tambang?)
"Ngko nek dibully mbek gengnya Kak Angel piye?"
(Nanti kalau dibully sama gengnya Kak Angel gimana?)
"Babah ra urus."
(Bodo, bukan urusanku)
"Kalau mereka gangguin kakak di lomba, gelem tak hajar ae!" kata Adit sambil meyakinkanku.
"Wong gendeng ra usah dirungokno. Ben wae, ngko capek dewe cuk," jawabku cuek.
(Orang gila gak usah didengerin. Biarin aja, nanti capek sendiri)
"Iya sih. Tapi kakak jangan diem terus. Aku gak mau kakak kenapa-napa," kata Adit.
"Tenang, aku gapapa."
✨⭐ Jangan lupa vote dan komen ya.. ⭐✨
KAMU SEDANG MEMBACA
RafaKila
RomanceShakila, gadis remaja berusia 16 tahun yang memiliki sifat pendiam dan pemalu. Masa lalunya yang kelam, tidak diketahui banyak orang membuatnya seolah baik-baik saja. Pada suatu hari, seorang pria yang merupakan teman masa kecilnya hadir di kehidupa...
