17 Agustus 2016..
Hari ini memang tanggal merah. Namun, kami tetap masuk sekolah untuk mengikuti upacara dan lomba-lomba di sekolah.
Sesampainya di sekolah..
"Kila!" panggil Ara.
"Kita kumpul dilapangan yuk! upacaranya udah mau mulai tuh!" ajaknya.
Ditengah upacara..
"Uuh panas mataharinya menyengat banget. Cupu! lo kan tiang listrik. Cepetan, tukeran posisi aja sama gue!" suruh Tina.
"Heh, lo tuh ya! udah maksa minta tukeran sama teman gue malah marah-marah gak jelas. Kil, lo jangan mau di suruh tukeran sama Tina!" jawab Ara kesal.
"Cuman disuruh tukeran tempat aja susah banget. Dasar lo berdua sama-sama gak guna!" kata Tina.
"Hei, kalau mau ngobrol jangan disini! Udah tau lagi upacara!" omel Bu Neni (Guru bio killer, walasnya Adnan).
"Maaf Bu," kataku, Ara dan Tina secara bersamaan.
•••
Beberapa jam kemudian...
Lomba-lomba akan segera dimulai. Salah satu murid akan menjadi MC untuk acara hari ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh."
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh," jawab yang lainnya.
"Saya Ananda Tasya Kamalia selaku ketua panitia acara lomba akan memulai acara ini dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke 71. Sebelum itu mari kita membaca bismillah."
"Bissmillahirahmanirahim."
"Jadi, pada hari ini acara The events Independence day, resmi dibuka!" ucap Tasya.
Suasana seketika menjadi ramai.
Lomba-lomba pun dimulai. Dan tempat pelaksanaannya pun berbeda-beda.
"Samperin Arul ke halaman belakang yuk! sekarang lagi gilirannya lomba panjat pinang!" seru Adnan.
"Kuy!" seru Adit dan Ara bersemangat.
•••
Halaman belakang sekolah..
"Semangat Rul! panjat terus!" kata Adit sambil menyemangati sahabatnya.
"Semangat Arul!" kata Diandra.
Yang lain ikut menyemangati Arul. Ia terus memanjat hingga mencapai puncak dan mengambil salah satu benda dan..
"Dapat!" kata Arul sambil mengambil sebuah bola basket.
"Yeaay!" seru para murid.
"Dimohon kepada perwakilan kelas XI IPS 1 dan XI MIPA 2 yang mengikuti lomba tarik tambang untuk segera ke lapangan," Suara pengumuman tersebut membuatku dan Ara segera bergegas menuju lapangan.
•••
Di lapangan...
"Bagaimana sudah siap?" tanya salah satu penjaga stand lomba.
"Sudah," jawab kami.
"Baik,satu..dua tiga dan.. mulai!"
Kami mulai menarik tali sekuat tenaga namun lawan kami tidak kalah kuatnya dengan kami. Alhasil terjadilah tarik- menarik diantara kami dan..
"Pritt!" Suara peluit berbunyi.
"1 poin untuk kelas XI IPS 1 dan 0 poin untuk kelas XI MIPA 2," katanya.
"Kelas XI IPS 1 akan lolos ke babak berikutnya melawan kelas XI IPS 3," kata pembawa acara tersebut.
"Semangat lombanya guys!" seru Ara sambil menyemangati yang lain.
"Pasti!" jawab para murid IPS 1.
•••
15 menit kemudian... (Setelah istirahat)
KAMU SEDANG MEMBACA
RafaKila
RomanceShakila, gadis remaja berusia 16 tahun yang memiliki sifat pendiam dan pemalu. Masa lalunya yang kelam, tidak diketahui banyak orang membuatnya seolah baik-baik saja. Pada suatu hari, seorang pria yang merupakan teman masa kecilnya hadir di kehidupa...
