Ep 8: Hampir Saja

44 19 6
                                        

Keesokan harinya..

"Tumben pake masker Kak?" tanya Adit saat melihat penampilanku yang tak seperti biasanya.

"Nutupin lebam," jawabku.

"Ooo."

•••
Di kelas..
"Hari ini ada upacara?" tanya Ria.

"Ada dong. Namanya juga hari senin," kata Ara.

"Kila, kok pake masker?" tanya Ria.

"Mungkin lagi flu," timpal Ara.

Seusai upacara..

Aku dan Ara ingin kembali ke kelas namun..

"Heh, Cupu dan speaker rusak!" kata Angel sambil menghalangi jalan kami.

"Minggir lo! ngalangin jalan aja! "kata Ara ketus.

"Pu, kok pake masker?" tanya Angel.

"Gak usah sok perhatian. Mulut lo bau tai!makanya dia pake masker," semprot Ara.

"Cihh, jangan asal ngomong lo ya?! gue udah sikat gigi goblok!" umpat Angel.

"Sikat hati lo juga biar bersih!" Sarkas Ara sembari menggandeng tanganku menuju kelas.

•••

"Pak Rafa belum datang ya?" tanya Ara. Aku menggeleng.

"Assalamu'alaikum," ucap sang wali kelas memasuki kelas kami.

"Waalaikumsalam."

"Silahkan ketua kelas memimpin doa," kata Pak Rafa.

Kami pun berdoa seperti biasa setelah berdo'a kami mendengarkan informasi yang ingin disampaikan pada kewalasan kali ini.

"Jadi,terkait pengunaan seragam sekolah masih banyak diantara kalian yang melanggar ketentuan," kata Pak Rafa.

"Tadi saya lihat ada beberapa siswa yang rambutnya masih gondrong tapi belum dipotong juga. Coba maju ke depan dulu," sambungnya tegas.

"Yang seragamnya tidak sesuai ketentuan maju ke depan juga ya."

Beberapa anak langsung maju kedepan termasuk Tina, roknya hanya sampai di atas lutut belum lagi dandanannya yang terlalu menor.

"Sebelumnya, maaf kalau saya harus motong rambut kalian. Gapapa kan?" tanya Pak Rafa yang sudah memegang gunting di tangan kanannya.

"Gapapa Pak, tapi kalau bisa motongnya disalon aja. Biar rapi," celetuk Aryo.

"Jangan pak, nanti ngelunjak! mending motong di sini aja. Biar ditonton sama seluruh penghuni sebelas IPS satu!" jawab Stevan tegas.

"Saya setuju dengan Stevan!" timpal Ara.

Pak Rafa terkekeh, sebelum akhirnya memotong rambut beberapa siswa. Setelahnya, ia menghampiri beberapa siswi yang seragamnya tidak sesuai ketentuan sekolah. Dan yang paling mencolok sudah pasti Tina orangnya.

"Tina, rok kamu kependekan, ganti dulu sana!" tegur Pak Rafa.

"Lo mau mangkal di lampu merah? pake rok sependek itu. Ati-ati ntar, kalo jongkok kancut lo keliatan!" semprot Ara.

"Terus, itu dandanan menor amat kayak ondel-ondel. Mana make up nya tebel banget. Lo niat sekolah atau mau kondangan?" tanya Stevan sarkas. Yang lainnya tertawa mendengar ucapan Stevan.

"Cantik kayak idol k-pop gini malah dibilang kayak tante-tante. Cantikan gue kali!" jawab Tina sembari mengibaskan rambutnya.

"Huuuu!" seru para murid.

RafaKilaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang