Hana mengelap keringat di pelipisnya, habis ngehitung uang lumayan capek juga.
Ia melirik jam dinding, sudah jam 19.48, berarti sebentar lagi ia bisa pulang. Sebenarnya cafe lumayan sepi sekarang hanya ada 2 pengunjung.
Jiho dan yuqi berganti baju, junho dan minhee masih perang sama dapur, yang lain sibuk dengan pekerjaannya masing-masing,
Ting ting
Baru satu langkah ingin pergi ia mendengar bunyi pintu cafe di buka,
Ada seorang laki-laki memakai kemeja abu-abu dengan celana jeans nya ditambah rambut ber-poni yang membuat ia semakin tampan jika dilihat.
Tapi ia menggendong seorang bayi yang terus menangis. Pengunjung mulai pergi, hingga tersisa mereka berdua—ralat, bertiga.
Ah hana ingat,
Ini orang yang tidak sengaja ia tabrak tempo hari lalu, "mau pesen apa ya, kak?" tanya hana mencoba ramah,
Pria itu terlihat ingin menjawab namun ia juga sedikit kewalahan karena bayi di gendongannya yang terus menangis,
"ice americano 1, ini uang nya pas" ucapnya memberikan uang yang memang benar pas,
Hana memiringkan kepalanya bingung ketika orang itu berlalu dan mencari tempat duduk paling pojok,
Hana kembali menggelengkan kepalanya, Lalu ia membuatkan ice americano sesuai pesanan dengan takaran yang pas, karena itu juga minuman kesukaannya.
Walau pahit. Tapi punya cirikhas tersendiri bagi yang menyukainya.
Ia menghantarkan minuman itu dan tak lupa mengucapkan terimakasih.
Beberapa menit kemudian jiho dan yuqi menghampiri hana dengan sedikit berlari, "na, kita duluan ya jaehyun sama lucas kecelakaan" ucap jiho panik yang membuat hana ikut panik,
"l-loh terus kita langsung tutup aja mbak? Yang lain udah di kasih tau?" tanya hana, "iya udah, itu tinggal ada yohan sama junho. Sorry ya, lo nebeng mereka aja"
Belum sempat hana menjawab mereka berdua sudah berlari keluar cafe. Hana menghela nafas kasar, bentar lagi cafe harus tutup sedangkan orang itu masih sibuk di pojok sana dengan handphone dan bayi-nya yang masih menangis,
Ini orang habis nyolong bayi ya? pikirnya.
Setelah ia berganti pakaian SMA nya lagi, cafe nya sudah mau tutup. Bahkan junho sudah pulang duluan, orang tadi juga sudah menghilang.
"hehe maafin akang ya gabisa nebengin, tuh liat ada neng hyewon, masa mau ceng tiga?" hana merotasikan bola matanya mendengar penuturan alay dari mulut yohan,