4. Datang.

20 8 0
                                        

Para laki-laki anak basket ini masih meledek Ariseeina. Sementara Ariseeina tentunya tidak mundur hanya karena sebuah ledekan.

"Dasar anak baru yang sok! Pergi saja sana!"

"Tidak mau sebelum kalian meminta maaf pada gadis-gadis ini."

Para siswa tersebut terdiam sesaat untuk saling berpandangan satu sama lain dengan sekawannya. Tak lama kemudian, mereka kembali tertawa.

"Hee, begitukah? Jaa, bagaimana kalau aku tidak mau?"

"Aku akan membuat mu mau meminta maaf dengan cara menantang mu bertanding basket bersama ku!"

Para siswa itu kembali dibuat heran namun sesegera mungkin mereka tertawa. Bagi mereka, Ariseeina yang merupakan murid baru itu lebih cocok untuk jadi pelawak daripada mengajak mereka untuk bertanding basket yang sudah pasti mustahil untuk di lakukan.

Gadis-gadis yang juga bermain basket yang ada di belakang Ariseeina pun di buat terkejut dengan ucapan Ariseeina. Tentu saja mustahil karena laki-laki di depan mereka sudah berada di tingkat profesional.

"Anak baru ingusan! Aku-!"

"Ha'i, stop!"

Ketika salah satu dari para siswa anak basket tersebut hendak memukul Ariseeina, tiba-tiba tertahan oleh tangan seseorang yang tampaknya sekelas dengan mereka.

Sementara Ariseeina yang mengira akan di pukul dan siap untuk itu pun menutup matanya. Namun kembali membukanya ketika tak merasakan sakit dibagian wajah. Sempat terkejut ketika melihat seseorang yang menolongnya.

Dazai Osamu. Siswa yang tak sengaja bermain basket hingga nyaris mengenai Ariseeina dan segera menghindarkan bola basket tersebut agar tak mengenainya. Untuk kesekian kalinya, Ariseeina ditolong lagi oleh Dazai.

"Tidak baik loh memukul seorang gadis cantik. Itu kasar namanya~"

"Hah?"

"Kalau memang kalian tidak ingin meminta maaf secara langsung, kenapa tidak terima tantangannya saja?"

"Cih! Kami tidak ingin melawan gadis baru yang terlihat tidak bisa apa-apa itu."

"Oh, jadi kalian takut ya?"

"T-tentu tidak! Huh, kami akan terima tantangannya!"

Ariseeina hanya diam dan menatap kesal ke arah para siswa basket tersebut. Sedikit lega ketika Dazai datang menolongnya.

Meski dia tidak tahu apa alasannya.

Mungkin diajak bunuh diri lagi kali ya? Hitung hitung sebagai balas budi atas pertolongan Dazai.

Tapi, mana ada?

"Kalau begitu, kita buat kesepakatan. Jika kalian kalah dari Ariseeina-senpai dan gadis-gadis cantik ini, kalian harus meminta maaf. Dan begitu juga sebalik nya."

Dazai dengan percaya diri mengatakan hal tersebut tanpa memikirkan apa yang akan dihadapi Ariseeina nanti.

To Be Continued
Story By AuroraTerritory

BeginnerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang