Chap 12

739 84 3
                                        

Sorry banget y karna kelamaan up nya.
Selamat membaca, maaf kalo banyak typo

Terkejut tentu saja. Siapa yang tidak terkejut di tampar secara tiba-tiba.

Jaemin mendongak, menatap Siwon yang tengah di selimuti amarah. "Kenapa Ap-. "

Plak

Lagi Siwon menampar Jaemin. Jaemin kembali mendongak menatap Siwon.

Siwon menujuk Jaemin tepat di depan  wajah nya. "Apa belum cukup kau membunuh istriku hah!!! Dan sekarang kau juga berusaha membunuh putra ku. "

Jaemin terkejut, apa maksud dari perkataan Appa nya. "Apa maksud mu Appa, siapa yang ingin aku bunuh. Aku bahkan tidak ada niatan sama sekali melakukan hal keji itu. "

Siwon semakin geram mendengar ucapan Jaemin. "Pembunuh tetaplah pembunuh, kau berusaha membunuh Renjun bukan, kau dengan sengaja mendorong nya ke arah lampu yg terjatuh kan?. "

Jaemin menggeleng ribut. "Justru aku menyelamatkan nya, jika tidak mungkin sekarang dia sudah terbaring di rumah sakit. "

Plak

"Jaga ucapan mu anak sialan, lebih baik kau yang mati dari pada Renjun. "

Sakit, itu lah yang Jaemin rasakan. Bahkan secara langsung Siwon tidak menganggap nya sebagai seorang anak.

Jaemin menunduk kemudian kembali menatap Siwon. "Apa aku bukan anak mu Appa, sehingga kau tak mau mengakui ku sebagai anak mu. Aku anak kandung mu Appa. AKU NA JAEMIN ANAK KANDUNG DARI CHOI SIWON DAN CHOI YOONA. "

Jaemin meluapkan segala emosi nya.
Anak mana yang tak sakit hati ketika dirinya tak dianggap oleh  Ayah kandung nya sendiri.

Siwon menatap Jaemin dengan tatapa  tajam. "Aku bahkan tidak pernah menganggap mu sebagai anak semenjak kau berada di dalam  kandungan istriku. Lagi pula untuk apa menganggap seorang pembunuh sebagai anak ku. "

Jaemin semakin menunduk, menyembunyikan air matanya yg terus
mengalir mendengar ucapan  sang Ayah.
Tanpa belas kasihan Siwon menyeret Jaemin menaiki tangga, Jaemin hanya bisa pasrah di perlakukan seperti itu oleh Appa nya sendiri.

Siwon menyeret Jaemin masuk kedalam kamar mandi, melempar tubuh ringkih itu  kedinginan nya lantai kamar mandi.

Siwon melepaskan sabuk yang ia kenalan dan mulai mencambuk tubuh Jaemin.

Splash
Splash

Suara cambukan memenuhi ruangan  itu, darah terus mengalir dari tubuh yg penuh luka cambukan.

"Akh... H-hiks a-ampun A-appa, k-ku mohon b-berhenti. " Pinta Jaemin, tapi siwon tetap tidak mendengar kan Jaemin.

"Seharusnya kau sudah ku bunuh di dalam kandungan istriku, seharusnya kau yg mati bukan istriku. " Ucap Siwon dengan nada tinggi.
Jaemin sudah tidak sanggup untuk tuk bergerak bahkan bernafas saja rasanya sangat susah.
Siwon berhenti mencambuki Jaemin, dia menatap nya dengan tatapan tajam kemudian pergi begitu saja.

Air mata itu terus mengalir dari bola mat ini dah itu. Dengan sisa tenaganya  Jaemin berusaha bangun dan bersender pada dinding kamar mandi. Jaemin meringis merasakan  sensasi pedih di punggung nya yg bersentuhan dengan dinding kamar mandi.

Jaemin menatap miris dirinya sendiri, tubuh yang penuh luka, bahkan  sekarang kakinya sudah banyak mengeluarkan darah.
Jaemin rasa nya ingin menyerah saja, dia sakit. Bukan hanya tubunya melainkan juga hatinya.

Perlahan suara isakan itu mulai terdengar. "H-hiks E-eomma. H-hiks N-nana lelah E-eomma, N-nana ingin menyerah saja. N-nana lebih baik menyusul E-eomma. N-nana sudah tidak sanggup E-eomma hiks. " Isakan Jaemin memenuhi kamar mandi.

"Eomma tidak pernah mengajar kan Nana untuk menyerah pada keadaan. "

Jaemin mengedarkan pandangan nya,mencari asal suara itu, tapi dia hanya berhalusinasi.

"Hiks Eomma"

Pintu kamar mandi terbuka menampakkan seseorang yang tengah menatap Jaemin dengan ekspresi datarnya, walau terlihat jelas sorot matanya mengatakan kalau dia khawatir pada keadaan Jaemin.

Semoga feel sedih nya dapet ya.
Sorry kalau banyak typo.
Jangan lupa vote dan komen ☺😊

Love Me Before I LeaveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang