Selamat membaca. Sorry kalo banyak typo.
Jaemin merasa tidur nya terusik oleh sinar matahari. Masi dengan mata setengah terbuka ia meraba nakas di samping tempat tidurnya untuk mencari ponsel nya. Setelah dapat ia langsung melihat jam.
Ah ternyata jam 6:15 menit. Dengan cepat dia bangun dari tidurnya. Entah kenapa tubuh nya tiba-tiba oleng.
Jaemin memegang kepalanya yang terasa berdenyut. "Akh ada apa dengan ku" Gumam nya.
Merasa sudah lebih baik Jaemin langsung saja ke kamar mandi.
Tak butuh waktu lama untuk nya.
Sekarang dirinya sudah rapi. Ia ingat nanti malam ada acara di sekolah.
Jaemin lantas merogih kantong celana nya dan mengambil ponsel nya kemudian mendial nomor seseorang.
Di panggilan pertama tak ada jawaban, baru saat panggilan kedua diangkat.
"Halo paman Jung " Panggil Jaemin.
"Ya ada apa Na? "
"Aku ingin minta izin untuk tidak bekerja hari ini, karna ada acara di sekolah nanti malam. "
"Ya sudah, tidak apa², kau boleh izin. Lagi pula kedai hari ini tidak terlalu ramai, jadi aku bisa mengatasinya sendiri"
"Baiklah kalau begitu paman. Terima kasih karna sudah mengizinkan ku. Kalau begitu aku tutup dulu y telpon nya"
"Baiklah.Kalau begitu sampai jumpa Na"
Tut.
Sambungan terputus. Jain segera menyambar tas nya dan keluar dari kamarnya. Kalau biasanya Jaemin akan menatap meja makan sebentar,maka hari ini tidak, dia langsung melewati nya, dan berjalan menuju dapur.
Di sana ada sosok bibi Lee yang sedang menyiapkan sarapan.
Cup.
"Pagi bibi Lee" Sapa Jaemin.
"Pagi juga Na" Balas bibi Lee
"Bibi Lee aku berangkat dulu ya" Pamit Jaemin.
Bibi Lee mengangguk. "Hati²embawa sepeda mu Na"
"Ok bibi. Aku berangkat"
Setelah berpamitan Jaemin langsung bergegas menuju kampus.
Jaemin keadaannya hatinya sedang bagus saat ini, maka dari itu dia selalu tersenyum.
Sesampainya di kampus Jaemin langsung menaruh sepedanya di pohon maple.
Sepanjang koridor Jaemin terus saja tersenyum, mengundang tatapan aneh dari orang-orang, tapi Jaemin tidak menghiraukan nya.
Sesampainya di kelas dia langsung menuju bangkunya dan duduk. Senyum tidak luntur sejak tadi.embuat Guanlin yang melihat nya bergidik ngeri.
"Berhentilah tersenyum Na, jika tidak gigi mu akan kering" Ucap Guanlin.
Jaemin yang mendengar nya langsung mencibik kan bibirnya. "Apa aku tida boleh tersenyum, aku sedang bahagia saat ini asal kau tau"
"Tapi setidaknya senyum mu itu jangan terlalu lebar, jika tidak ingin ujung bibir mu itu robek" Timpal Minhee.
Jaemin semakin kesal dengan kedua sahabatnya.
Tak lama belum berbunyi dan guru pun memasuki kelas mereka.
*****
Saat ini ketiga sahabt itu sedang menikmati makan siangnya.
"Na apa kau akan pergi ke acara nanti malam" Tanya Minhee di sela-sela makan mereka.
"Tentu saja. Kalau kalian berdua bagaimana? " Tanya Jaemin, sambil menatap kedua sahabt nya.
"Kalau kau pergi kami juga pergi" Ucap Guanlin.
"Baiklah sampai bertemu nanti malam" Ucap Jaemin.
*****
Sementara itu di lain tempat seseorang tengah menatap layar komputer nya. Tak lama sebuah seringaian terbit di ujung bibirnya.
"Aku akan kembali Choi siwon. Nantikan saja tanggal main nya. Bukan kah aku sudah mengirim istri mu ke neraka"
Jangan lupa vote dan komen y☺
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me Before I Leave
Jugendliteratur"Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk." 'Na Jaemin' Cerita ini hanya hasil dari pemikiran saya sendiri,tidak ada sangkutannya dengan tokoh asli. Semua tokoh dan karakte...
