Sebelumnya makasih banget udh nyempetin baca cerita ini. Walaupun author lama banget up nya.
Dan makasih banyak buat apa 1k nya, gak nyangka aja bisa sampe segitu.
Disana -Jisung- berdiri sambil membawa kotak obat di tangan nya. Jaemin yang melihat nya tersenyum tipis.
Jisung berjalan mendekat lalu bersimpuh di hadapan Jaemin. Jaemin menahan tangan Jisung saat anak itu ingin membersihkan darah di kakinya.
Jaemin menatap Jisung dengan lekat. "A-aku baik-baik saja kau t-tidak perlu repot² menngobati ku. "
Jisung menatap Jaemin dengan sorot mata tajam nya. Sedangkan Jaemin yang melihat nya hanya mampu tersenyum tipis. "T-tak perlu melihat ku begitu, aku sungguh baik² saja. "
Dengan kasar Jisung melepas pegangan tangan Jaemin pada nya. Menatap Jaemin dengan sorot mata tajam nya seakan ingin membunuh Jaemin. "Kau bilang kau baik-baik saja. Apa kau tak lihat keadaan mu sekarang,tubuh mu penuh luka dan itu harus segera diobati. Saat ini kau lemah kau butuh seseorang untuk ada di samping mu. "
Jaemin membenarkan semua ucapan Jisung. Keadaan nya memang lemah saat ini bahkan rasanya sangat sakit jika bergerak.
Jaemin mendongak menatap manik mata Jisung. "Aku tau keadaan ku lemah, tapi aku juga tidak mungkin membiarkan seseorang yang phobia terhadap darah mengobati ku. "
Ucapan Jaemin sukses membuat tubuh Jisung mematung. "Bagaimana dia tau kalau aku phobia terhadap darah? "
Jaemin tersenyum mendapati reaksi terkejut Jisung. "Apa kau pikir aku tidak kalau phobia darah Choi Jisung. "
Flashback on
Dua anak kecil tengah berlari dengan tawa bahagianya. Mereka adalah Jaemin dan juga Jisung. Jisung kecil yang berusaha berlari dari kejaran sang Hyung, tak menyadari kalau orang yang mengejar nya kini tengah terduduk sembari memegangi lututnya yang terluka.
Jisung berlari menghampiri Jaemin. Seketika tubuhnya bergetar hebat, dadanya tiba-tiba sesak melihat banyak nya darah yg terus merembes dari luka Hyung nya.
Jaemin yang melihat reaksi Jisung lantas meneriaki saudara nya yang lain, kebetulan Siwon baru saja pulang.
"Mark hyung, Renjun Hyung, Haechan Hyung, Jeno Hyung. "
Lantas yang di teriaki menghampiri adik mereka. Siwon juga langsung menghampiri anak²nya.
"Apa yang terjadi? " Tanya Siwon dengan raut wajah khawatir
"N-nana tidak tau Appa tiba² Jisung sudah seperti itu. " Jawab Jaemin kecil.
"Ya sudah kalau bagitu kalian berempat bawa Jaemin ke mobil biar Appa yang menggendong Jisung. "
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung membawa Jisung dan Jaemin ke ruang perawatan. Dan pernyataan dokter membuat Jaemin dan Siwon terkejut. Dokter bilang kalau jisung memiliki phobia terhadap darah.
Flashback end.
Akhirnya Jisung mengingat nya, dia pikir kalau Jaemin melupakan salah fakta tentang adiknya.
"Pergilah, aku tidak ingin membuat mu merasa ketakutan karena melihat darahku. "
Jisung mengepalkan tangan nya kemudian dia berlalu dari sana. Sebelum itu...
"Tolong panggilkan Bibi Lee"
*****
Dengan bantuan bibi Lee akhirnya Jaemin bisa berada di atas ranjang nya. Bibi Lee tidak berhenti menangis melihat kondisi tuan mudanya yang sudah dia anggap sebagai putra sendiri itu.
"Aku tidak apa² bibi Lee jadi, berhentilah menangis. " Ucap Jaemin.
Bukannya berhenti menangis justru wanita paruh baya itu semakin menjadi.
Setelah sedikit tenang akhirnya bibi Lee mulai mengobati luka² di tubuh Jaemin dengan telaten dan penuh kehati-hatian.
"Apa ini sakit Na? "
Jaemin mengulas senyum tipis dibibir nya. "Sakit. Tapi tidak sesakit hati Nana"
Bibi Lee yg mendengar ucapan Jaemin kembali mengeluarkan air mata.
Setelah selesai dengan kegiatan nya mengobati Jaemin bibi Lee bergegas pergi dari sana, menyisakan Jaemin di keheningan malam.
Suara hembusan nafas terdengar sangat berat, perlahan Jaemin berusaha memejamkan mata nya, walau tubuhnya terasa sakit.
Maaf ya kalah banyak typo. Dan maafkan keterlambatan author mengupload cerita ini.
Jangan lupa Vote dan komen ya.
M
_01♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me Before I Leave
Teen Fiction"Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk." 'Na Jaemin' Cerita ini hanya hasil dari pemikiran saya sendiri,tidak ada sangkutannya dengan tokoh asli. Semua tokoh dan karakte...
