Dua orang lelaki tampan baru saja keluar dari Bandara Incheon. Penampilan mereka yang sangat keren dan tampan itu menyita banyak perhatian orang-orang disekitar mereka terutama kaum wanita. Namun kedua laki-laki itu mengacuhkan nya dan tidak perduli sama sekali. Laki-laki yang memakai topi mengeluarkan ponselnya dari saku jaket miliknya dan mendial nomer seseorang.
Setelah selesai laki-laki itu kembali menyimpan ponselnya dan mata tajam nya mulai melihat sekeliling . Tak berselang lama seorang laki-laki datang menghampiri mereka dan mulai membawa barang² mereka ke mobil.
Hening... Tak ada percakapan sama sekali di mobil itu. Pria yang memakai kacamata hitam itu menoleh pada orang disamping nya itu.
"Apa kau akan langsung mencarinya Hyung? "
Laki-laki bertopi itu mengangguk lalu meletakkan ponselnya di saku jaket. "Aku rasa sudah cukup penderitaan nya. Aku tidak ingin mengecewakan seseorang yang mengamanatkan ku untuk menjaga nya. Lagi pula aku tidak akan membiarkan orang gila itu menyiksa nya lagi. "
Laki-laki berkacamata itu hanya mengangguk tanpa mau menjawab nya lagi. Atensi nya kembali teralih kepada jalanan kota yang ramai.
.
.
.
.
.
Niat Jaemin sepulang sekolah akan langsung ke rumah sakit itupun sendirian. Tapi dua manusia itu mengikutinya mereka bilang ingin memastikan Jaemin baik-baik saja, akhirnya Jadmin hanya bisa pasrah dan membiarkan mereka mengikuti nya.
Sesampainya dirumah sakit mereka langsung ke ruang dokter untuk pemeriksaan.
Ketiganya berhenti diruangan bercay putih itu.
"Kalian berdua tunggu diluar saja, biar aku yang masuk kedalam. " Ucap Jaemin.
Guanlin dan Minhee kompak saling pandang sedetik kemudian mereka mengangguk bersama. "Jika dokter sudah memberi tau tentang penyakit mu segera beritaukan kami jangan sembunyikan apapun. "
Jaemin mengangguk dan mulai memasuki ruangan dokter. Sesampainya didalam dia langsung disambut oleh dokter laki-laki bernama name tag "Cha Eunwoo".
Dokter Eunwoo menatap Jaemin lamat²." Bisa anda sebutkan gejala-gejala yang sering anda alami. "
Mendengar pertanyaan sang dokter Jaemin lantas mengangguk. "Beberapa bulan terakhir ini saya sering mengalami pusing, mimisan, mudah lelah, bahkan nafsu makan saya turun drastis dok. "
Dokter itu mengernyitkan dahinya. "Bisakah anda mengikuti saya untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya. "
Jaemin tampak ragu tapi dia tetap harus melakukan nya agar bisa mengetahui penyakit apa yang bersarang di tubuh nya ini.
Setelah mendapat persetujuan dari Jaemin Dokter Eunwoo langsung membawanya ke ruang pemeriksaan. Berbagai macam pemeriksaan Jaemin lakukan hingga akhirnya semuanya selesai.
"Saya akan memberi tau hasilnya pada anda 2 hari kedepan. Saya harap anda datang kesini 2 hari lagi. "Ucap dokter Eunwoo
Jaemin hanya bisa mengangguk, sejujurnya dia bingung separah apakah penyakitnya hingga dia harus melakukan banyak pemeriksaan bahkan sampai harus menunggu hasilnya.
Jaemin berdiri dari duduknya dan memberi salam pada dokter Eunwoo kemudian pergi dari ruangan itu.
Di luar Guanlin dan Minhee sudah menunggu Jaemin dengan raut wajah cemas. Ketika mendapati Jaemin kekuar mereka langsung menghampiri nya.
Guanlin menatap Jaemin dari atas kebawah lekat² memastikan sahabat nya baik-baik saja. " Kau tidak apa-apa kan Na. Kau sakit ap"
Jaemin tak ada niatan sama sekali untuk membalas pertanyaan Guanlin, karna tiba-tiba saja kepalanya pusing lagi. Minhee yang menyadari raut wajah Jaemin yang berubah menepuk bahu Guanlin mengisyaratkan padanya kalau Jaemin sedang tidak ingin bicara.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedari tadi mengintai mereka.
"Apa yang dia lakukan dirumah sakit? "
Jangan lupa Vote dan coment. Maaf kalo banyak typo. Jangan lupa kasih saran juga atau kritik agar saya tau dimana letak salahnya.
M_🌻
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Me Before I Leave
Teen Fiction"Bukan hal yang mudah melepaskan atau mempertahankan apa yang semula baik tiba-tiba berubah drastis menjadi amat buruk." 'Na Jaemin' Cerita ini hanya hasil dari pemikiran saya sendiri,tidak ada sangkutannya dengan tokoh asli. Semua tokoh dan karakte...
