3

655 34 0
                                        

Pagi hari di rumah sakit

Nadia yang tengah sibuk di depan komputer, mendapat telfon dari UGD

" Hallo dokter Nadia, ada pasien kecelakaan di UGD "
" Baiklah saya kesana sekarang " ucap Nadia

Nadia mengambil jas putihnya dan menuju UGD. Sesampai di UGD, Nadia langsung menangani korban kecelakaan.

" Dok, dia korban kecelakkan. Kakinya patah dan dia tidak sadarkan diri " ucap suster
" Baiklah, panggil dokter Bram " ucap Nadia
" Baik dok " ucap suster

Bram mendapat telfon daru UGD. Dia langsung menuju ke UGD

" Ada apa Nad " tanya Bram
" Bram dia korban kecelakkan dan kakinya patah " ucap Nadia
" Baiklah aku periksa dulu " ucap Bram

Bram memeriksa kondisi kaki pasien

" Nad, dia harus segera di operasi " ucap Bram
" Baiklah aku bersihkan lukanya dulu " ucap Nadia

Nadia membersihkan luka pasien sebelum menuju ruang operasi. Operasi sekarang di lakukan oleh Bram. Dia spesialis bedah. 
Sekarang Nadia kembali melihat pasien di UGD.

" Bagaimana keadaan anda nyonya " tanya Nadia
" Sudah mendingan dok, terima kasih sudah merawat saya " ucap pasien
" Sama-sama nyonya " ucap Nadia

Jam menunjukkan pukul 11 siang. Ponsel Nadia berdering, tertulis nama Devan

" Hallo Dev " sapa Nadia
" Aku ada di rumah sakit Nad " ucap Devan
" Baiklah aku kesana sekarang " ucap Nadia
" Oke " ucap Devan

Nadia berjalan sangat cepat untuk menemui Devan dan Luna.

" Dokter Nadia, kita makan siang bareng yuk " ajak suster Anggun

" Maaf, suster Anggun aku sudah ada janji " ucap Nadia meninggal kan Anggun" Tumben sekali, dokter Nadia ada janji " guman Anggun kembali berjalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Maaf, suster Anggun aku sudah ada janji " ucap Nadia meninggal kan Anggun
" Tumben sekali, dokter Nadia ada janji " guman Anggun kembali berjalan

Sesampai di lobi Nadia melihat Devan yang memakai jas hitam, sangat gagah di mata Nadia.

" Wah " ucap Nadia kagum

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

" Wah " ucap Nadia kagum

Setelah mengucapkan itu Nadia tersadar sendiri. Memukul kepalanya. Luna yang melihat Nadia, langsung berlari memeluknya.

" Mama Nadia " teriak Luna
" Hai, Luna sayang " peluk Nadia ke Luna
" Hai, Dev " sapa Nadia
" Hai " ucap Devan
" Tumben kamu rapi sekali " tanya Nadia
" Nad, aku boleh minta tolong untuk menjaga Luna cuma 1 jam saja " tanya Devan
" Memangnya kau mau kemana " tanya Nadia
" Aku ada metting dengan klaien " ucap Devan
" Baiklah aku akan menjaga Luna " ucap Nadia
" Luna, kamu sama tente Nadia dulu ya " ucap Devan
" Ayah, dia mama Luna bukan tante Luna" protes Luna
" Iya .... Iya mama Luna " ucap Devan melirik Nadia

Nadia membuang muka ke arah lain karena dia malu

" Aku titip Luna " ucap Devan
" Em " angguk Nadia

Devan meninggalkan Nadia dan Luna

" Luna sudah makan " tanya Nadia
" Sudah ma " ucap Nadia tersenyum
" Kenapa dia selalu memanggilku mama" ucap Nadia dalam hati
" Baiklah sekarang ikut mama ke kantin ya " ucap Nadia
" Asik " Luna teriak senang

Sekarang Nadia dan Luna di kantin. Nadia memesankan es cream dan kentang goreng.
Sekarang es cream dan kentang goreng sudah di depan Luna.

" Ma, Luna boleh makan " ucap Luna
" Boleh sayang " ucap Nadia membelai kepala Luna

Luna memakan es cream dan kentang goreng. Dari arah sana ada yang memanggil Nadia

" Dokter Nadia " panggil dokter Anna
" Hai Anna " sapa Nadia

Anna mendekati Nadia. Dia penasaran Nadia bersama anak kecil

" Anak siapa ini Nad " tanya Anna
" Anak temanku " ucap Nadia
" Luna kenalin ini tante Anna " ucap Nadia
" Hai, Luna " sapa Anna
" Hallo tante Anna " sambil tersenyum
" Mama, Luna mau cuci tangan " ucap Luna
" Mama " ucap Anna kaget
" Nanti aku ceritakan " ucap Nadia mengajak Luna cuci tangan

Setelah cuci tangan Nadia kembali ke meja dimana Anna

" Kau bisa jelaskan kenapa di memanggilmu mama " ucap Anna penasaran
" Sebenarnya aku juga tidak kenal sama anak ini, kemarin dia tiba-tiba datang memeluku dan memanggilku mama " ucap Nadia
" Trus " ucap Anna
" Ayahnya datang menemui anaknya bersamaku " ucap Nadia
" Hati-hati istrinya bisa marah, dan kau di cap sebagai pelakor " ucap Anna
" Ibunya sudah meninggal dokter Anna " ucap Nadia
" Wah berarti dia duda anak satu " ucap Anna
" Em " jawab Nadia sambil makan kentang goreng
" Wah, bisa-bisa ayahnya Luna suka kamu Nad " ucap Anna
" Gila kau " pukul Nadia ke Anna

Ponsel Nadia berdering

" Hallo "
" Nad, kau dimana " tanya Devan
" Aku di kantin rumah sakit " ucap Nadia
" Oke, aku kesana " ucap Devan menutup telfonnya
" Siapa Nad " tanya Anna
" Ayahnya Luna " ucap Nadia santai
" Wah, kalian sudah tau nomor telpon masing-masing " ucap Anna kaget
" Ya jelas tau lah, kalau anaknya sama aku pasti telfon aku lah Anna " ucap Nadia
" Emmm " Anna manggut kepalanya

Dari ujung sana ada yang menyapa Nadia

" Nad "

Tbc
Jangan lupa vote dan komen ya
Saya tunggu semuanya
😉😉😉😉😉😉

Istri Pilihan ( TAMAT ) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang