Nadia yang tengah sibuk di depan komputer, mendapat telfon dari UGD
" Hallo dokter Nadia, ada pasien kecelakaan di UGD " " Baiklah saya kesana sekarang " ucap Nadia
Nadia mengambil jas putihnya dan menuju UGD. Sesampai di UGD, Nadia langsung menangani korban kecelakaan.
" Dok, dia korban kecelakkan. Kakinya patah dan dia tidak sadarkan diri " ucap suster " Baiklah, panggil dokter Bram " ucap Nadia " Baik dok " ucap suster
Bram mendapat telfon daru UGD. Dia langsung menuju ke UGD
" Ada apa Nad " tanya Bram " Bram dia korban kecelakkan dan kakinya patah " ucap Nadia " Baiklah aku periksa dulu " ucap Bram
Bram memeriksa kondisi kaki pasien
" Nad, dia harus segera di operasi " ucap Bram " Baiklah aku bersihkan lukanya dulu " ucap Nadia
Nadia membersihkan luka pasien sebelum menuju ruang operasi. Operasi sekarang di lakukan oleh Bram. Dia spesialis bedah. Sekarang Nadia kembali melihat pasien di UGD.
" Bagaimana keadaan anda nyonya " tanya Nadia " Sudah mendingan dok, terima kasih sudah merawat saya " ucap pasien " Sama-sama nyonya " ucap Nadia
Jam menunjukkan pukul 11 siang. Ponsel Nadia berdering, tertulis nama Devan
" Hallo Dev " sapa Nadia " Aku ada di rumah sakit Nad " ucap Devan " Baiklah aku kesana sekarang " ucap Nadia " Oke " ucap Devan
Nadia berjalan sangat cepat untuk menemui Devan dan Luna.
" Dokter Nadia, kita makan siang bareng yuk " ajak suster Anggun
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Maaf, suster Anggun aku sudah ada janji " ucap Nadia meninggal kan Anggun " Tumben sekali, dokter Nadia ada janji " guman Anggun kembali berjalan
Sesampai di lobi Nadia melihat Devan yang memakai jas hitam, sangat gagah di mata Nadia.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Wah " ucap Nadia kagum
Setelah mengucapkan itu Nadia tersadar sendiri. Memukul kepalanya. Luna yang melihat Nadia, langsung berlari memeluknya.
" Mama Nadia " teriak Luna " Hai, Luna sayang " peluk Nadia ke Luna " Hai, Dev " sapa Nadia " Hai " ucap Devan " Tumben kamu rapi sekali " tanya Nadia " Nad, aku boleh minta tolong untuk menjaga Luna cuma 1 jam saja " tanya Devan " Memangnya kau mau kemana " tanya Nadia " Aku ada metting dengan klaien " ucap Devan " Baiklah aku akan menjaga Luna " ucap Nadia " Luna, kamu sama tente Nadia dulu ya " ucap Devan " Ayah, dia mama Luna bukan tante Luna" protes Luna " Iya .... Iya mama Luna " ucap Devan melirik Nadia
Nadia membuang muka ke arah lain karena dia malu
" Aku titip Luna " ucap Devan " Em " angguk Nadia
Devan meninggalkan Nadia dan Luna
" Luna sudah makan " tanya Nadia " Sudah ma " ucap Nadia tersenyum " Kenapa dia selalu memanggilku mama" ucap Nadia dalam hati " Baiklah sekarang ikut mama ke kantin ya " ucap Nadia " Asik " Luna teriak senang
Sekarang Nadia dan Luna di kantin. Nadia memesankan es cream dan kentang goreng. Sekarang es cream dan kentang goreng sudah di depan Luna.
" Ma, Luna boleh makan " ucap Luna " Boleh sayang " ucap Nadia membelai kepala Luna
Luna memakan es cream dan kentang goreng. Dari arah sana ada yang memanggil Nadia
" Dokter Nadia " panggil dokter Anna " Hai Anna " sapa Nadia
Anna mendekati Nadia. Dia penasaran Nadia bersama anak kecil
" Anak siapa ini Nad " tanya Anna " Anak temanku " ucap Nadia " Luna kenalin ini tante Anna " ucap Nadia " Hai, Luna " sapa Anna " Hallo tante Anna " sambil tersenyum " Mama, Luna mau cuci tangan " ucap Luna " Mama " ucap Anna kaget " Nanti aku ceritakan " ucap Nadia mengajak Luna cuci tangan
Setelah cuci tangan Nadia kembali ke meja dimana Anna
" Kau bisa jelaskan kenapa di memanggilmu mama " ucap Anna penasaran " Sebenarnya aku juga tidak kenal sama anak ini, kemarin dia tiba-tiba datang memeluku dan memanggilku mama " ucap Nadia " Trus " ucap Anna " Ayahnya datang menemui anaknya bersamaku " ucap Nadia " Hati-hati istrinya bisa marah, dan kau di cap sebagai pelakor " ucap Anna " Ibunya sudah meninggal dokter Anna " ucap Nadia " Wah berarti dia duda anak satu " ucap Anna " Em " jawab Nadia sambil makan kentang goreng " Wah, bisa-bisa ayahnya Luna suka kamu Nad " ucap Anna " Gila kau " pukul Nadia ke Anna
Ponsel Nadia berdering
" Hallo " " Nad, kau dimana " tanya Devan " Aku di kantin rumah sakit " ucap Nadia " Oke, aku kesana " ucap Devan menutup telfonnya " Siapa Nad " tanya Anna " Ayahnya Luna " ucap Nadia santai " Wah, kalian sudah tau nomor telpon masing-masing " ucap Anna kaget " Ya jelas tau lah, kalau anaknya sama aku pasti telfon aku lah Anna " ucap Nadia " Emmm " Anna manggut kepalanya
Dari ujung sana ada yang menyapa Nadia
" Nad "
Tbc Jangan lupa vote dan komen ya Saya tunggu semuanya 😉😉😉😉😉😉