Hewan peliharaan (2)

316 35 14
                                        

"Wah mih, Sol gk nyangka kucingnya bakal selucu ini..."

Sohwa hanya tersenyum bangga, melempar flying kiss kesembarang arah. Kebiasaannya kala sedang bangga atau menyombongkan diri.

Muntaz datang dari arah dapur dengan segelah susu putih ditangannya. Rambutnya basah, bau sabun menyeruak kesegala arah. Handuknya di taruh asal dikepalanya, tak minat.

"Dikeringin dulu abang rambutnya, airnya netes kemana mana gitu loh!" Tegur Sohwa

Bagai angin lalu, Muntaz mengidikan bahunya acuh. Papihnya pergi, entah kemana tadi setelah membeli kucing anggora putih ini.

Saleha berdecak, mengambil kursi, menyeretnya kehadapan sang kakak. Sedangkan Muntaz hanya diam tak peduli menyeruput susunya sesekali, fokus sekali.

Saleha naik keatas kursi -hanya sitinggi lutut Saleha- hingga tingginya hampir sejajar -lebih tinggi Saleha-. Sohwa tak peduli, dia lebih memilih bermain dengan kucing anggora yang diberi mama 'Vivi' padahal cowok kucingnya:)

Saleha mengeringkan rambut Muntaz dengan handuk, mengacak acak surai hitam sekelam malam dengan cekatan dan gerakan yang luwes, kepalang biasa.

"Pelan pelan gitu lho. Ntar susunya tumpah, kasar banget jadi adek heran!"

Saleha hanya mencebik, lantas turun dari kursi dan menaruh handuk dijemuran. Muntaz menaruh gelas kosong dimeja, menggeser pelan kursi yang digunakan Saleha tadi dengan kaki.

Lantas keduanya menghampiri Vivi dan Sohwa secara bersamaan. "Mamih mau bocan dulu ah, bye." Lantas pergi menyisakan kedua anaknya yang menemani Vivi tidur.

Suara deritan pintu yang terbuka mengalihkan atensi keduanya. Mendapati Qahtan dengan aquarium orange di pelukannya.

Setelah menutup pintu, Qahtan beebalik. Menatap Muntaz dan Saleha dengan gummy smile nya. Tapi, ketika atensinya jatuh pada hewan menggemaskan dihadapan Saleha, mereka berdua reflek menutup telinga.

Bahkan Sohwa pun terpeleset saat menutup pintu.

"WAAHH! BANG MUNTAZ PUNYA KUCING!!"

Membuat keduanya berdecak tak suka.

••••

"Liq, lo yakin?"

Thariq menoleh sekilas "Percayain sama babang Oliq yang tampan ini!"

Saaih dan Atta memutar bola matanya malas. Mereka sedang ada dikebun sekarang, nyolong mangga milik pak Sulaeman.

Yang galaknya Naudzubillah, ditambah pelitnya luar biasa. Kumis panjangnya mendominasi ketakutan kala sedang marah.

Dan dengan tidak aethestic nya mereka mau nyolong mangga buat ngerujak. Kek cewek aja. Rencananya Thariq jongkok buat manggul dua bapack bapack tua kurus ini supaya nyampe ke buahnya.

Thariq jongkok, lalu disusul Saaih yang naik di punggung Thariq. Tangannya bertumpu pada tembok dihadapannya. Kemudian, tak lama Atta naik dipunggung Thariq.

"Naik bang!" Pinta Saaih dengan meme face nya akibat berat

"Lu bedua cempreng, tapi berat! Banyak dosa ya lu pada?"

Thariq menggerutu, dan mendapatkan sentilan di hidung oleh yang termuda. Atta tertawa sekilas, sedang Saaih hanya merengut tak suka.

"Bang Atta kali tuh, liatin aplikasi Sopi pink mulu!"

Saaih berceletuk kala Thariq mulai bangkit, sedikit oleng. Untungnya ada tembok sebagai tumpuan telak, juga tanah.

"Sopi? Bukannya janda kembang kampung sebelah ya?"

Tetangga Masa.... Gitu(?)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang