6

2.5K 255 7
                                        

di kamar jevino, dia sudah misuh misuh sendiri melihat komentar rendi dan juga pria ber name tag jeremy itu. jeno tidak cemburu kok. sekali lagi tidak cemburu. dia hanya sedikit merasakan sesak di hatinya. karena gak mau munafik, dia masih sangat mencintai rendi.

"jer makasih yh udah jemput." ucap renjun.

"lu kan adek gue ren, jadi gue harus jagain lu. santai aja." jawab jaemin.

"dari dulu gue pengen punya kakak. dan sekarang gue bisa ngerasain sosok kakak berkat lu jer. gue sayang sama lu walaupun lu nyebelin." ucap renjun yg membuat jaemin terkekeh.

"gue jadi merasa tersanjung nih, gue emang sesempurna itu sih buat dipuji." canda jaemin.

"skip!!" ucap renjun kesal.

setelahnya sampai dirumah, renjun langsung membersihkan tubuhnya dan beristirahat setelahnya. badannya sungguh terasa sangat pegal. padahal ia hanya duduk tapi itu juga terasa melelahkan.

"jevino apa kabar yah?" gumam renjun.

"aaah stop pikirin dia rendi, dia punya orang sekarang!! ayo move on!!" teriak rendi semangat.

"tapi gue kangen hueeee." lanjutnya.

beruntung kamarnya kedap suara, jika tidak sudah dipastikan ibu negara a.k.a winwin sudah mengeluarkan api naganya :v

----------******----------

tak terasa hubungan jeno dan siyeon sudah menginjak tiga bulan. saat ini jeno akan hmmm kencan mungkin dengan siyeon. dalam tiga bulan ini jeno tidak merasakan hal apapun seperti mulai mencintai siyeon misalnya. justru setiap hari ia merindukan sosok renjun. jeno ingin sekali mendengar suara renjun, jeno juga merindukan perhatian perhatian kecil dari renjun yg selalu ia kirimkan lewat pesan.

jeno hanya bisa tersenyum saat melihat foto nya dan renjun di ponsel miliknya yg ia ambil hampir empat tahun yg lalu, tepatnya sebelum renjun pergi ke china.

"rendi, gue kangen. gue pengen liat lu dan juga denger suara lu. apa kah yg gue lakuin selama ini salah?" gumam jeno pada dirinya sendiri kemudian pergi untuk menemui siyeon.

rencananya siyeon dan juga jeno akan makan terlebih dulu sebelum nonton. melihat rumah makan di pinggir jalan yg dulu selalu ia kunjungi bersama renjun membuat jeno tersenyum.
ia kembali mengingat masa masa indah itu.

"jev, kita makan disitu aja yuk." ajak renjun.

"yakin ren, ini di pinggir jalan loh?" ucap jeno.

"ya terus kenapa kalau dipinggir jalan?."

"ya kan biasanya tuh kalau makan pas kencan maunya di mall atau gak restoran. katanya kalau di pinggiran tuh kotor dan gak higienis." ucap jeno.

"kata siapa? gak semua makanan di pinggir jalan itu kotor jevino. kita bisa lihat sendiri dari tempatnya. kalau tempatnya bersih pasti makanannya juga higienis kok. ayok ah cepet gue udah laper." ajak renjun dan menarik jeno ke rumah makan tersebut.

setelah sampai mereka pun memesan dua piring nasi goreng. dan setelah makanannya sampai, renjun memakannya dengan sangat antusias.

"benar kan yg gue bilang jev. enak." ucap renjun antusias yg membuat jeno terkekeh dan mengusak rambut renjun gemas.

sejak saat itu rumah makan itu menjadi salah satu tempat favorite mereka saat lapar.

"jev kenapa berhenti?" tanya siyeon bingung karena jeno tiba tiba menghentikan mobilnya.

"yeon, gimana kalau kita makan disitu." ucap jeno dan menunjukkan sebuah rumah makan.

"dih gak mau ah. masa makan di pinggir jalan sih." protes siyeon.

"ya emang kenapa kalau di pinggir jalan?" tanya jeno.

"itu kan kotor jevino. gak higienis iuhhhh." jawab siyeon dengan ekspresi jijiknya.

"siyeon dan rendi memang sangat berbeda." batin jeno.

"yasudah lebih baik sekarang gue antar lu pulang" ucap jeno ketus.

"kok pulang sih. kita kan mau makan sama nonton jev."

"gue rasa kita gak cocok yeon. jadi lebih baik mulai dari sekarang kita akhiri hubungan kita. kita putus." tegas jeno yg membuat siyeon terkejut.

"yak maksud lu apa jev. gak, gue gak mau putus sama lu." teriak siyeon.

"sorry yeon. tp ini udah keputusan gue. dan mau atau gak nya lu, kita tetap putus." ucap jeno dan menjalankan kembali mobilnya untuk mengantarkan siyeon pulang.

mantan✔✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang