📍 Fanfic ini aku naikin ratenya, karena banyak kata-kata kasar dan sedikit dewasa 📍 Jadilah pembaca yang baik 📍 Aku saranin pake background hitam yah
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼
"Yoonbin..Yoonbin..."
Yoonbin melempar Nintendonya begitu saja ketika mendengar suara Jihoon. Well, dia akan melupakan hal apapun jika Jihoon sudah berada dirumahnya. Yoonbin tersenyunm senang melihat Jihoon yang datang seraya membawa sesuatu ditangannya, pasti itu mainan baru.
"Ayo main! "Ajak Jihoon dengan semangat.
"Apa yang kau bawa?"
"Ini leggo! Aku mendapatkannya dari Ayah sebagai pengganti gigiku yang tanggal. " Jihoon menunjukan bekas giginya yang tanggal. Yoonbin tertawa kecil, Jihoon sangat lucu sekali.
"Kenapa kau tertawa? Apa aku jelek karena gigiku hilang satu?"
"Tidak. Kau semakin lucu hihihi. " Jihoon merengut sebal, dia tidak suka dipanggil lucu. Dia itu tampan seperti Ayahya.
"Aku tampan bukan lucu!"
"Tapi kau lucu." Yoonbin semakin tertawa, sementara Jihoon semakin kesal.
" Tidak adil! Kenapa kau sering dipanggil tampan tapi aku tidak! " Jihoon mengerucutkan bibirnya, matanya berkaca-kaca. Yoonbon yang semula masih tertawa langsung diam.
"Jangan menangis Jihoon, aku hanya bergurau sungguh. Maafkan aku, baiklah kau tampan." Wajah Jihoon kembali cerah, bibirnya yang semula mengerucut kini tersenyum.
"Benarkah?"
"Iya kau tampan. "
"Bahkan lebih tampan darimu?
"Kau lebih tampan dariku."
"Yeay Yoonbin memang terbaik, ayo sekarang kita main.!"