Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼
Sehari sebelum Bomin membatalkan pernikahannya dengan Jihoon.
Bomin melepas jas kedokterannya lalu melemparkannya begitu saja kedalam mobil. Akhirnya dia bisa terbebas dari pekerjaan yang menyita waktunya sehingga dia tidak bisa mengantarkan Jihoon untuk pergi ke butik. Namun Bomin tidak bisa mangkir dari pekerjaannya, dia adalah seorang Dokter. Pasiennya lebih penting dari apapun, dia tidak bisa meninggalkan pasiennya begitu saja. Setelah pulang dari rumah sakit, dia berniat pergi ke rumah Jihoon, untuk meminta maaf pada kekasihnya itu. Dia juga menyempatkan diri membeli sebuket bunga chrysanthemum, bunga yang selalu menjadi favorit Jihoon tak lupa sekotak brownies yang juga menjadi favorit kekasih manisnya itu.
Bomin menghentikan mobilnya tak jauh dari rumah Jihoon, dia hendak turun dari dalam mobil namun sebuah panggilan yang masuk kedalam ponselnya memaksa dia untuk kembali duduk dan mengangkat panggilan itu.
" Hallo ada apa Hyeri ?"
" Dokter maaf mengganggumu, apa kau melihat berkas kesehatan pasien Lee Yoogeun? jika aku tidak salah dokter meminjamnya. "
" Baik dokter, sekali lagi maaf menganggumu." Bomin hanya berdeham sebelum dia memutuskan panggilan itu.
Bomin menghela nafas sejenak. Dia terdiam sejenak didalam mobil, dia memandang kosong kearah buket bunga ditangannya. Sebelum akhirnya perhatiannya teralihkan pada sebuah mobil yang baru saja berhenti tepat didepan rumah Jihoon.
Itu mobil Yoonbin...
" Ah mereka baru pulang. " Bomin memandangi kedua orang itu yang saat ini terlihat membicarakan sesuatu. Bomin tidak buta, dia bisa melihat bagaimana cara Yoonbin menatap Jihoon dengan penuh arti. Tatapan lelaki itu sama halnya dengan dirinya ketika menatap Jihoon.
Tatapan penuh dengan memuja...
Bomin tahu... Yoonbin menyukai Jihoon. Bukan hanya sekedar menyukai, tetapi lelaki itu mencintai kekasihnya. Dia sadar dari awal, dia tak Iuput memperhatikan Yoonbin ketika dia pertama kali datang kerumah Jihoon. Yoonbin nampak tak suka dengan kehadirannya, saat dia dan Jihoon mengumumkan rencana pernikahan mereka Yoonbin terlihat begitu terluka.
Lain halnya dengan Jihoon, kekasihnya yang wajahnya semula bahagia tiba-tiba berubah sendu ketika melihat Yoonbin pergi. Dia juga menyadari satu hal lagi, jika Jihoon tidak benar-benar mencintainya. Selama ini..Jihoon memaksakan perasaannya padanya. Bomin tersenyum miris, sejak dulu dia sudah kalah dari Yoonbin. Jihoon hanya ingin Yoonbin, Jihoon akan mengabaikannya jika Yoonbin tak bersama mereka. Bomin selalu berusaha merebut perhatian Jihoon, namun Jihoon tetap ingin Yoonbin.