Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼
Dua hari sebelum Jihoon pergi kencan dengan Bomin..
Yoonbin menghentikan mobilnya didepan rumah Minju, seperti biasa dia akan mengantar sekretarisnya itu pulang meskipun dia lelah bukan main. Namun Yoonbin tidak akan membiarkan Minju pulang malam sendirian menggunakan transportasi umum, karena itu terlalu berbahaya bagi seorang perempuan seperti Minju. Lagipula alasan mengapa dia sering mengantar Minju pulang adalah sebagai bentuk balasan karena Sekretarisnya itu selalu bekerja keras akhir-akhir ini.
" Terima kasih sajangnim. " Minju tersenyum kecil, dia hendak membuka pintu mobil namun Yoonbin telah lebih dulu menahan tangannya.
" Tunggu sebentar."
" Iya ada apa sajangnim ?"
Yoonbin menghela nafasnya, dia menggenggam tangan Minju. Sementara Minju yang diperlakukan seperti itu nampak risih dan tak nyaman.
" Ah maaf Minju-yaa... " Yoonbin dengan segera melepaskan genggaman tangannya.
"Ada yang ingin dibicarakan sajangnim ?"
"Aku menyukaimu.." Yoonbin menggigit bibirnya setelah mengatakan hal itu pada Minju.
" Iya...? " Minju nampak terkejut mendengar ucapan atasannya itu.
"Apa kau mau menjadi pacarku? " Tanya Yoonbin tanpa basa-basi, Minju semakin terkejut, namun tak berapa lama dia berdeham dan tersenyum kecil.
" Maaf sajangnim aku tidak bisa. " jawab Minju.
" Kenapa ?"
"Aku memang menyukaimu sajangnim, tapi hanya sebatas mengagumi. Dan ucapanmu barusan tidak tulus..aku tahu itu. Kau hanya ingin melampiaskan apa yang menganggu dihatimu dengan mengatakan hal itu padaku. "
Yoonbin menundukan kepalanya, apa yang diucapkan Minju memang benar adanya. Saat ini, tepatnya akhir-akhir ini pikirannya memang sangat kacau. Bahkan dia tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya dan membuat Minju harus bekerja dua kali lipat karenanya.
" Sajangnim, maaf aku tidak bermaksud menguping. Tapi aku tidak sengaja mendengar percakapanmu dengan manager Yoon."
" Dia benar, seharusnya kau lebih bisa mengerti perasaan sendiri. Perasaan nyamanmu saat bersamaku itu hanya karena aku mirip seperti mendiang Ibumu bukan? Berbeda dengan perasaan.nyaman ketika kau bersama seseorang yang benar-benar kau cintai." Minju kembali melanjutkan, dia ingin Yoonbin menyadari untuk siapa perasaannya sebenarnya.