Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼
" Hallo Sayang kau masih dimana? " tanya Jihoon , sesekali dia melirik kearah jam dinding dikamarnya.
" Sayang maaf, aku tidak bisa pergi ke butik. Maafkan aku, aku masih harus mengurus pasienku.." ucap Bomin disebrang telpon, merasa bersalah karena tidak dapat menemani Jihoon untuk melakukan fitting tuxedo pernikahan mereka. Jihoon mendesah kecil, wajahnya berubah sendu. Ini resiko jika kekasihmnu adalah seorang Dokter. Sebutuh apapun kau, kekasihmu lebih mementingkan pasiennya.
" Tak apa, aku bisa sendiri."
" Sungguh maafkan aku sayang, tapi aku sudah meminta Yoonbin untuk mengantarmu." Pupil mata Jihoon membesar setelah mendengar perkataan Bomin.
" Yoonbin ?"
" Iya dia free hari ini, kau tunggu saja sebentar lagi dia akan menjemputmu. " Jihoon menggigit bibirnya, kenapa Bomin harus meminta Yoonbin untuk menemaninya.
" Jihoon, sayang ?"
"Ah iya Bomin-ah, aku akan pergi bersama Yoonbin. Jangan melupakan makanmu.."
"Hmmmm, kau juga. Aku akan menutup panggilannya. Aku mencintaimu."
" Iya Bomin-ah.." Jihoon menghela nafasnya, dia menatap kalender yang terpajang di nangkas meja kamarnya. Pernikahannya dengan Bomin hanya tinggal menghitung minggu. Semua persiapan pernikahannya dengan Bomin sudah hampir sepenuhnya selesai, mereka hanya tinggal menyebarkan undangan pernikahan saja. Namun entah mengapa masih saja ada saja yang mengganjal dihatinya.
" Yoonbin ada dibawah, dia bilang dia akan mengantarkanmu ke butik. " Seulgi melangkah masuk kedalam kamar.
" Ah iya, Bomin masih sibuk dirumah sakit. Jadi dia meminta Yoonbin untuk mengantarku. "
" Jihoon-ah.." Seulgi mengusap lembut surai Anak semata wayangnya itu.
" Ada apa bu?"
"Ibu hanya merasa sedih saja, sebentar lagi kau akan mempunyai kehidupan sendiri dengan Bomin. Dan meninggalkan rumah Ibu pasti akan sangat merindukanmu sayang."