" Bomin... Sudah ya aku tutup panggilannya, jika kita terus berbicara aku tidak bisa menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat."
" Okey..sweety aku menunggumu. Pssss aku merindukanmu juga. " Bomin dengan cepat menutup panggilannya sebelum Jihoon mengoceh karena dia kembali memanggilnya sweety. Dan Jihoon mendengus kesal berbanding terbalik dengan wajahnya yang memerah malu.
"Kau benar-benar akan pergi ?" Jihoon menoleh keambang pintu, lalu dia kembali memalingkan wajahnya untuk mengabaikan Yoonbin.
" Kau akan pergi kemana ?"
" It's not your business. "
"Apapun yang kau lakukan itu menjadi urusanku. "
" Ya? siapa kau untukku? Sehingga kau mudah mengatakan itu ?" Jihoon tertawa sakartis.
" Kita akan menikah Jihoon. "
Jihoon semakin tertawa, apa baru saja Yoonbin mengatakan sebuah lelucon?
"Are you kidding me? Kau sedang mabuk Ha Yoonbin ?"
Jika Jihoon masih bertahan dengan perasaannya, maka tanpa berpikir dua kali dia akan memekik senang memeluk Yoonbin dan menuntut Yoonbin untuk segera membawanya ke altar.
Tapi sayang perasaannya untuk Yoonbin sudah meredup...
" Ya aku sadar mengatakan ini."
" Married youre ass! Cari saja orang lain, mereka tidak akan menolak untuk menikah dengan Tuan maha sempurna seperti mu. "
Yoonbin menatap tak percaya teman kecilnya itu, sejak kapan Jihoon menjadi sekasar ini? Yoonbim mendecak, dia menghampiri Jihoon dengan langkah cepat.
" Park Jihoon kenapa kau jadi sekasar ini ?" Yoonbin mencekal lengan Jihoon dengan erat.
" Kenapa? Kenapa kau terkejut sekali? Dan lepaskan aku sialan! " Jihoon menghentakan tangannya. Dia menatap nyalang pada lelaki dihadapannya itu.