Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌼🌼🌼
Jaehyuk melonggarkan ikatan dasinya, lelaki itu mendudukan diri diatas sofa lalu memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening sekali. Sementara Yoonbin tidak beda jauh dengan Jaehyuk, bahkan lelaki itu lebih kacau.
" Ha Yoonbin apa kau sadar apa yang sudah kau lakukan?" Yoonbin diam dan tak menjawab, jika dilihat-lihat mereka seperti sedang berganti posisi jabatan. Tapi Jaehyuk tak peduli, meskipun Yoonbin atasannya dia akan tetap memarahi kebodohan atasannya itu.
"Kau baru saja menolak sebuah tender yang penting! " pekik Jaehyuk kesal, dia yang tidak mengerti sama sekali dengan jalan pikiran Yoonbin. Yoonbin baru saja menolak tender yang menawarkan keuntungan luar biasa untuk perusahannya. Astaga, kepala Jaehyuk serasa ingin pecah. Sebenarnya apa yang sedang menganggu pikiran Yoonbin? Tak biasanya lelaki itu bertindak ceroboh seperti ini.
" Jika Ayahmu tahu, habislah kau."
"Aku tahu..dan aku siap dipecat dari jabatanku."
Jaehyuk mendecak. Disaat seperti ini rasanya dia ingin menjadi seorang cenayang agar tahu semua isi pikiran Yoonbin tanpa bertanya apapapun.
"Sekarang jujur padaku, dan jangan menutupinya lagi. Apa yang sedang mengganggu pikiranmu Ha Yoonbin ?" Yoonbin mendesah kecil, dia meremat rambutnya sudah menjadi sebuah kebiasaan jika dirinya sedang frustasi, kesal, stress, dan sebagainya.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada diriku."
"Semuanya ada penyebabnya Yoonbin, kau tidak mungkin sefrustasi ini sampai mengacaukan rapat. Pasti ada sesuatu.."
Yoonbin melirik kearah Jaehyuk...
"Jihoon." Nama itu keluar begitu saja dari mulut Yoonbin. Jaehyuk mengerutkan dahinya..dia masih menunggu Yoonbin untuk melanjutkan perkataannya.
" Jihoon marah padaku, dia pergi dari rumah. Dan aku menyesal sudah menyakitinya.."
"Aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkannya, konsentrasiku buyar...dan-" Yoonbin menggantungkan kalimatnya.
"Aku harus bagaimana? " Tanya Yoonbin kemudian. Jaehyuk mendelik, Yoonbin memang pintar dalam hal apapun. Pengecualian jika itu hal yang berhubungan dengan perasaan.
"Bodoh!"
"Yak! Kenapa kau mengataiku bodoh?" Yoonbin tak terima.
"Karena kau memang bodoh! Sadarlah Yoonbin! Kau ini sedang jatuh cinta!" Jaehyuk menjadi gemas sendiri pada temannya itu.