Rumah itu bukan rumah biasa.
Tersimpan banyak kisah dari para penghuninya.
Disclaimer : semuanya hanya fiksi yang tidak ada hubungannya dengan realita sama sekali.
Started : 10 Oktober 2020
End : 14 Januari 2021
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Konon katanya di setiap demo selalu ada sesuatu yang tak terlupakan. Entah tuntutan yang akhirnya dipenuhi oleh yang bersangkutan, membangun persahabatan baru dengan orang yang baru juga, atau mungkin mulainya kisah cinta tak terduga dari beberapa orang.
Calvin pun sama. Dia dapat sesuatu yang tak mungkin terlupakan.
Kakinya kesleo dan berakhir dibawa ke klinik terdekat. Sumpah waktunya nggak pas banget. Kenapa harus di saat-saat Calvin mestinya jadi keren dan be a superhero for someone. Tapi yang namanya musibah siapa yang bisa menghindar sih?
"Yang lain mana?"
Calvin bertanya-tanya ketika tiba di titik kumpul sebelum pulang. Dilihatnya dua pemuda sedang minum es dengan penampilan yang lusuh. Almamater yang tadi selama demo terpakai dengan rapi sekarang digantung di pundak.
Masih menunggu jawaban, rupanya Calvin diabaikan oleh Esa dan Aryan.
"Woi bolot! Yang lainnya mana?" tanya Calvin sekali lagi.
Esa memandang Calvin datar. "Udah pada pulang lah, lagian lama banget lo. Nggak lihat tempatnya sampai udah sepi begini, matahari juga udah nggak kelihatan wujudnya?" cerocos cowok itu.
Calvin mendengus. "Sori, ada kendala tadi."
"Kendala apaan? Gue tau ya lo kenalan sama cewek, pasti pengin dilama-lamain kan!"
"Lambemu! Enak aja lo main nuduh."
"Jangan kira gue nggak tau! Lo kenalan di depan gue, Monyet!"
Aryan sebagai yang termuda dan berotak dingin mengusap lengan Esa. "Sabar, Mas, sabar."
"Kalau bukan karena motor gue ditinggal di kampus juga ogah gue nunggu. Sial banget ketinggalan bis."
"Ngoceh juga nggak bikin waktu balik kali. Mending sekarang pulang, gue pengin mandi." Aryan berdiri membersihkan celana bagian belakangnya yang terkena pasir halus.
"Gue punya masalah," kata Calvin.
"Masalah apa lagi?" Esa makin dongkol.
"Etdah, lo habis minum minyak tanah atau ngemil semut rangrang sih, ngegas amat!" emosi Calvin jadi ikut meletup-letup. "Kaki gue kesleo, Nyet! Nggak bisa kalau gue yang bawa mobilnya!"
"Ha? Kok bisa?" tanya Esa langsung berubah.
Calvin kemudian menceritakan kejadian yang dialami.
Jadi, tadi waktu ada serangan water canon Calvin lari tergopoh-gopoh begitupun yang lain. Di sana dia lihat ada anak STM yang ketabrak sana-sini oleh pelari yang lain. Jelas sebagai laki-laki sejati cowok itu berusaha membawanya ke tempat yang agak sepi, tapi di tengah pelarian Calvin tersandung dan jatuh. Sialnya, kaki cowok itu malah terinjak orang lain yang sama-sama kabur.