16. Sultan Calvin Buditama

1.3K 476 30
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seperti anak kosan pada umumnya, penghuni rumah kos milik Babeh Jaya ini juga mendapatkan fenomena bokek di akhir bulan. Ketika fenomena tersebut datang meneror, biasanya mereka makan apa adanya. Penyetan tahu tempe ditambah oseng kangkung pun jadi menu andalan mereka karena harga bahannya murah. Makanan paling mewah mereka di akhir bulan adalah soto ayam buatan Nina yang diberi tambahan bumbu cinta dan kasih sayang.

Tapi khusus hari ini rupanya mereka dapat rezeki nomplok.

Pagi tadi mereka dapat sarapan dari Dimas anaknya Babeh Jaya yang katanya syukuran karena judul skripsinya langsung disetujui tanpa babibu dari dosen. Lalu siangnya Calvin chat di grup mengajak anak-anak makan malam bersama di rumahnya dalam rangka ulang tahun sang kakak. Mereka cuma perlu mikir makan siang saja hari ini.

"Ini beneran rumah Bang Calvin?" tanya Shasha melihat pagar tinggi warna hitam di depan rumah tingkat bercat putih di baliknya.

"Kenapa jadi pakai 'Bang'?" Rino keheranan.

"Ha? Nggak pa-pa. Tapi ini beneran rumahnya?"

"Bener kok, gue ngikutin maps yang dikasih," jawab Haris memandang layar ponselnya yang masih membuka maps.

"Gue nggak nyangka sih kalau rumahnya segede ini," sahut Aji yang duduk paling belakang. Matanya menatap penuh kagum ke rumah yang ada di dekatnya.

"Duh sayang gue udah tau bobroknya, kalau enggak sih pasti bakal gue gebet juga," kata Prima membuat yang lain menoleh ke arahnya. Sadar akan hal itu, Prima memandangi mereka satu per satu. "Apa? Gue cuma berusaha bersikap realistis. Cewek lebih suka cowok yang kaya daripada yang ganteng."

"Iya juga sih," jawab Nina mengangguk membenarkan.

"Calvin jomblo kan?" tanya Shasha ikutan. "Gue akan bantu dia lepas dari masa jomblonya."

"Nggak bisa, gue udah nge-tag Bang Calvin duluan, jangan asal rebut ya." Mika ikut juga dalam merebutkan sosok Calvin yang tajirnya nggak ketulungan.

"Mana ada nge-tag begitu?

"Ada lah."

"Yaudah Calvin buat lo tapi Adimas buat gue."

"Enak aja! Nggak bisa!!"

"Terus lo mau dua duanya begitu? Mau Calvin tapi juga mau Adimas?"

"Kalau bisa dua kenapa harus satu?"

Mereka yang ada dalam mobil cuma bisa menyimak perdebatan dua cewek gila itu.

Mungkin kalau Calvin tahu jadi rebutan cewek-cewek kosan begini, dia bakal senyum-senyum sendiri diiringi dengan telinganya yang bakal berubah jadi warna merah karena malu.

"Nggak nyangka lo pada ternyata cewek matre." Rino berkomentar tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.

"Ini siapa yang mau tanya? Takut salah rumah gue," tanya Aryan skeptis rumah semewah ini dihuni oleh Calvin yang mukanya lebih mirip orang banyak hutang.

Perfect Housemates ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang