37. Kondangan

1.1K 307 37
                                        

Resepsi pernikahan Dina menggunakan adat Jawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Resepsi pernikahan Dina menggunakan adat Jawa. Di awal tadi ada pertukaran kembar mayang antara pagar ayu dan pagar bagus yang kemudian dilanjut beberapa prosesi lain hingga akhirnya pengantin diantarkan ke singgasana oleh ayah dari mempelai laki-laki.

Di barisan tamu para penghuni rumah kos menonton dengan haru.

Aryan terus tersenyum walau matanya berkaca-kaca ingin menangis sedih melihat wanita kesayangannya sudah resmi menjadi istri orang. Prima senyum-senyum sendiri mendadak membayangkan dirinya yang berada di posisi pengantin wanita. Mika tak berhenti mengusap tangan Aryan yang ada di genggamannya memberikan dukungan semangat. Rino diam tapi wajahnya menyiratkan banyak arti. Dan Esa yang diam-diam mencoba mengartikan pandangan serta ekspresi yang ditunjukkan Rino saat ini.

Sementara di barisan lain, nampaknya masa bodoh dengan prosesi yang ada karena mereka malah mulai mengincar makanan yang ada di meja prasmanan. Siapa lagi kalau bukan Felix dan Aji.

"Muka lo kenapa dah No?" tanya Calvin yang tidak sengaja ekspresi Rino yang aneh.

Rino menoleh. "Oh nggak nyangka aja lihat temen gue nikah," jawabnya sembari tersenyum.

"Temen-temen SMP lo mana? Nggak gabung?" tanya Esa.

"Gue belum lihat mereka sih," jawab Rino sembari celingukan.

"Ini udah boleh makan belum sih?" tanya Calvin yang melihat dua temannya sudah kabur duluan ke meja prasmanan.

Rino mengendikkan bahunya acuh tak acuh kemudian menghampiri Aryan. "Lo mau ngasih selamat sendiri apa bareng sama gue?"

"Barengan," jawab Aryan cepat. Menurutnya akan lebih baik naik ke sana bersama daripada sendirian. Terlalu menyedihkan.

Rino mengangguk. "Yaudah ayo sekarang aja."

"Bentar, Mas."

Aryan menarik napas panjang lantas mengembuskannya perlahan. Coba mengatur diri agar tidak terlalu kalut dalam kesedihan saat memberikan selamat.

"Ayo!" ajak Aryan setelah merasa dirinya siap.

Keduanya jalan ke pelaminan, mengantri memberikan selamat pada kedua pengantin. Dari tadi kedua pemuda ini tidak bisa berhenti mencuri pandang pada Dina yang tampak sangat cantik menggunakan baju adat Jawa. Suaminya pun terlihat tampan dan gagah di waktu yang bersamaan.

Hingga tiba giliran Rino dan Aryan yang naik ke pelaminan memberikan selamat. Sebelum bertemu dengan kedua pengantin, mereka lebih dulu bersalaman dengan kedua orang tua Dina.

Aryan sedikit basa-basi dengan sang ibu ketika memberikan selamat. Sedangkan di sebelahnya, Rino juga sedang berbicara dengan sang ayah.

"Tante bisa aja. Tapi Aryan emang ganteng dari sananya sih."

"Gantengnya sekarang beda pakai baju rapi kayak gini."

"Hehe lebih maskulin gitu kan, Tan?"

"Iya bener banget!"



Perfect Housemates ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang