Aku double update!
Cek chapter sebelumnya dulu yaa, siapa tau belum baca ^^
Apa kalian punya couple favorit di sini?
Jawab di bawah yaaa ^^
-Selamat Membaca-
Hari ini anak-anak rumah ada rencana bersih-bersih karena merasa tempat tinggal mereka sudah kotor parah.
Kalau sudah begini maka semua orang akan berdoa mati-matian agar tidak kedapatan membersikan WC.
Mereka memutuskan untuk mengundi tugasnya. Hasil dari undian yang telah dimanipulasi oleh duo julid alias Haris dan Aji, tugas membersihkan WC itu jatuh pada Calvin. Calvin misuh-misuh mendapatkan tugas itu, apalagi Aryan lagi rese banget hari ini, bocah itu mengejeknya sambil tertawa puas, katanya begini ; "Yaaa anak sultan kok bersihin WC!"
Calvin berusaha tabah dan menahan emosi agar tidak menjitak kepala Aryan.
Orang yang selamat dari tugas bersih-bersih rumah adalah Shasha. Cewek itu sedang ada pekerjaan di luar kota. Menurut informasi yang didapatkan dari Felix, Shasha baru saja dikontrak untuk main film. Bukan peran utama sih, tapi keren juga kan wajahnya bakal ada di layar lebar dan turut muncul di posternya nanti. Anak-anak rumah mendukung pekerjaan Shasha dan mendoakan agar semuanya lancar.
Kembali ke cerita.
"MIKA ASTAGHFIRULLAH!" Esa memekik kaget ketika Mika menyemprot air padanya, bukannya menyikat lantai garasi yang kotornya minta diumpatin.
"Eh Sa sori. Habisnya muka lo kotor juga sih, minta disikat."
"Kampret! Sini lo kambing!!"
"Ampuuuun!"
Mika menjerit histeris ketika tangan Esa yang kotor berusaha menyerang wajahnya.
Nina yang sedang mengepel lantai ruang tamu terkejut melihat kedua remaja itu lari memasuki rumah dengan kaki kotor. Menyebabkan bercak hitam di jalur yang mereka lewati.
"HEH LO BERDUA!!" teriak Nina menoleh pada mereka yang berlari ke arah dapur.
Selesai mengepel teras dan ruang tamu, Nina kembali ke kamar mandi ingin mengganti air dalam embernya.
"Cal, isiin," kata Nina di ambang pintu.
Di dalam sana Calvin bersusah payah menyikat WC sambil ngomel-ngomel karena ini tugas pertamanya yang berhubungan dengan toilet. Geli iya, kesal iya, tapi juga pasrah. Ia dari tadi curiga kalau ada yang memanipulasi kocokan makanya dia dapat bagian ini—nyatanya memang Haris dan Aji yang sengaja menjebaknya di toilet.
"Nasib nasib," gumam Calvin sambil mengisi ember dengan beberapa gayung air bersih. "Lo tau Nin, gue di rumah megang sapu aja nggak pernah."
Nina tertawa mendengarnya. "Yaudah sih terima nasib aja. Emang lagi nggak beruntung."
"Nih," kata Calvin memberikan ember yng sudah terisi air bersih.
Cewek itu berbalik, tapi langung tercekat melihat Aji sudah ada di depannya dengan senyum semringah. Ia sangat terkejut mengingat dari kemarin cowok itu terlihat menghindarinya dan selalu pulang malam.
"Ada yang perlu dibantu?" tanya Aji selesai melaksanakan tugasnya.
"Nggak ada yang perlu dibantu," jawab Nina berjalan melewati cowok itu.
Dengan cepat Aji menahan lengannya. "Mbak, marah?"
"Ji, kayaknya ini waktunya," kata Nina menurunkan ember yang dipegang lalu menyandarkan tongkat pel ke dinding.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Housemates ✔
RomanceRumah itu bukan rumah biasa. Tersimpan banyak kisah dari para penghuninya. Disclaimer : semuanya hanya fiksi yang tidak ada hubungannya dengan realita sama sekali. Started : 10 Oktober 2020 End : 14 Januari 2021
