Hallo guys hari ini aku lagi mood jadi yah gpp aku publik gak sesuai jaktual jangan lupa votmen yah😄😘
****
Angin senja menghampar ruang musik suara suara burung berkicau seakan tau apa yang sedang di rasakan gadis dengan rambut panjang yang menutupi wajah cantik nya.
Gadis tersebut berdiri di jendela sambil melihat arah luar, ini adalah tempat favorit nya di saat hati nya sedang buruk, ya tempat nya adalah di ruang musik, lebih tepatnya adalah ruang musik yang tak terpakai lagi.
Lenna memandangi senja tersebut sambil tersenyum bahkan tidak takut sama sekali karena keadaan sekolah yang kosong karena ini sudah lewat jam sekolah, "lihatlah..., senja telah berlalu lagi, ibarat senja yang telah pernah aku lihat seribu kali, namun tak ada perubahan, bahkan aku masih mengikutsertakan wajah mu di sana!" Lirih Lenna tersenyum, dan tanpa sadar meneteskan air mata nya.
Tanpa sadar Lenna seseorang yang dari tadi di belakangnya mendengar perkataan Lenna tadi walaupun kecil tapi masih bisa terdengar.
"Maafkan aku untuk semuanya!"
Ucap seseorang yang langsung memeluk Lenna dari belakang.
Lenna terkejut dengan orang yang di belakangnya dan langsung menoleh ke arah orang yang berani memeluknya, dan mata mereka saling menatap satu sama lain.
"Maaf!" Ucap Angga memecah keheningan dan berdiri di samping Lenna.
Lenna langsung tersadar dari lamunannya dan membuang wajah nya ke arah depan,
"maaf buat apa? Kamu gak salah!" Ucap Lenna tersenyum dan memandang wajah Angga.
"Maaf!" Ucap Angga mengulang kembali perkataannya.
"Kamu gak salah, yang salah aku!" Ujar Lenna sambil memegang wajah Angga yang memar, "sakit gak?"
"Enggak, aku sakit kalau lihat kamu nangis!" Ucap Angga menghapus bekas air mata Lenna.
"Aku gak nangis, tadi cuma kelilipan!" Sangkal Lenna.
"Pulang yuk, aku antar nanti orang rumah cariin kamu?" Ucap Angga menggandeng bahu Lenna membawanya pergi dari ruang musik.
Lenna hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Angga, "kalau kamu tau keadaan keluarga aku? Kamu pasti akan pergi meninggalkan ku!" Ucap Lenna di dalam hati.
Mereka berdua menyusuri jalanan Bandung yang ramai, padahal ini sudah waktunya solat maghrib, tapi tetap saja jalanan terlihat ramai dengan kendaraan.
"Len, singgah dulu yuk di masjid, nanggung bentar lagi solat magrib, rumah kamu masih jauh juga!" ucapan Angga mengajak Lenna.
Lenna hanya tersenyum bahagia mendengar perkataan Angga, ini mengapa Lenna sangat bahagia berada di samping Angga walaupun mungkin tidak untuk selamanya.
"Baiklah!" Ucap Lenna, dan Angga menepikan motor besarnya di depan masjid terdekat.
"Loh kok gak turun? Katanya mau solat?" ucap Angga bertanya, sebab dari tadi Lenna hanya di atas motor.
"Aku lupa kalau aku gak boleh solat hehe!" Ucap Lenna tertawa.
"kamu tuh yah, gemesin banget!" Ucap Angga memberantakan rambut Lenna, "kamu disini yah aku mau solat dulu, jangan kemana mana!" Perintah Angga dan di balas anggukan oleh Lenna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angga Dirgantara [on Going]
Teen Fiction[Follow sebelum membaca] "Ga lo kenapa? Dari tadi gue liat muka ditekuk terus, kayak monkey tetangga gue yang sering curi pisang emak gue!" Ucap Bagas bertanya, itu bertanya atau curhat bang. Angga melirik sinis ke arah Bagas, enak aja muka genteng...
![Angga Dirgantara [on Going]](https://img.wattpad.com/cover/243851669-64-k558287.jpg)