05. Murka Angga

67 38 11
                                        

Hai semuanya😉 kembali lagi yah sama Angga Dirgantara Outhor minta tolong buat kalian untuk Votmen dong, gak maksa juga sih tapi kalau bisa aktif yah jadi Outhor tau seberapa suka kalian sama cerita ini^^

                           *****

Suara siswa-siswi terdengar sangat berisik menganggu setiap pendengaran. Ya ini adalah jam istirahat dimana setiap murid meluangkan waktu untuk Berbelanja di kantin.

Begitu juga dengan Lenna dan Kara yang sedang menikmati Bakso di depan nya dengan lahap.

"Len, sumpah ini bakso enak banget!" ucap Kara dengan raut wajah Antusias nya.

"Pelan pelan Kara, sampai celemongngan gitu kamu doyan atau lapar?" ucap Lenna bertanya.

"Hehe, gue lapar banget banget! Habis pak Winto tega banget sama Gue, orang secantik gue masak di suruh bersihin parit depan kelas!" ucap Kara sambil meminum es teh nya.

"Kamu sih, tugas tuh dikerjakan bukan dilihatin aja," ucap Lenna memperingati.

"Ya deh, gue mah cuma serpihan debu, beda sama lo yang pintar!" Ucap Kara menyesap es nya.

Namun tak ada jawaban lagi dari Lenna? Wajah Kara tiba-tiba panik melihat Lenna yang menunduk.

"Astaghfirullah mulut gue asal ceplos aja!" Kara memukul mulut nya sendiri.

"Len, lo marah yah sama gue? Gue cuman bercanda Len, lo mah gitu gak bisa di ajak bercanda," ucap Kara panik sambil mengoyangkan bahu Lenna.

Kara bingung harus gimana? dan matanya tertuju kepada geng Abstrak yang baru datang ke Kantin, "pantasan aja pada histeris semua, tuh lagi rempeyek sok ganteng lagi gue cobek juga mukanya!" ucap Kara jengkel.

Dan mata Kara terpokus pada sosok Angga dimana di samping nya ada Vina memegang tangan Angga dengan manja, Kara langsung paham Lenna bukan marah dengan nya cuma malas aja lihat adegan di depannya, dasar cewek genit!

Angga hanya melalui Lenna dan Kara tanpa melirik sama sekali, okey sekrang yang merasa panas bukan lah Lenna namun Kara.

"Len, angkat kepala lo! Jangan jadi Lenna yang lemah jadi lah sahabat gue yang kuat!" Ucap Kara sambil mengakat kepala Lenna.

"Lo kenapa sih suka sama Angga? Coba lepasin aja, cowok kayak dia gak patut di perjuangin!" Ucap Kara tegas.

Lenna hanya menatap Kara dengan mata berkaca kaca, menahan air matanya yang ingin keluar.

"Aku gak bisa."

"Coba kamu disuruh ninggalin Regan, apa kamu bisa?" tanya Lenna kepada Kara dan sontak membuat Kara diam.

Tapi kalian enggak bisa munafik kalau cinta itu buta? bahkan yang pernah diselingkuhin pun masih mau nerima dia balik.

sama halnya dengan Lenna.
Bagi Lenna, Angga itu adalah pelita nya walaupun Angga membuat luka di hati Lenna, bahkan walaupun luka itu gak bisa diobati Lenna tetap sayang dengan Angga, hanya saja titik fokus Angga itu Vina, bukan Lenna yang notaben pacarnya.

Kara hanya mendengus pelan. Perkataan Lenna memang ada benar nya, kalau gue di suruh ninggalin Regan pasti gue nolak walaupun rempeyek itu sering buat gue marah! tapi sikap Angga itu keterlaluan emang cewek mana yang gak marah dan sakit  hati kalau pacar nya mentingin orang lain, terkadang Kara heran Lenna itu manusia tipe apa? yang sabar nya melebihi Samudera Hindia.

Angga Dirgantara [on Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang