12. Ulang Tahun Oma

15 4 0
                                        

  Tangan mungil yang terlihat sangat lihai memoles setiap inci wajah gadis yang sedang diduk di meja rias.

"Malam ini lo harus cantik, buat semua orang terpukau kalau lo itu istimewa!" Ujar Kara semangat sambil mengoleskan bedak di wajah Lenna.

   Sekarang Lenna sedang berada di rumah Kara, tebak buat apa Lenna ke rumah Kara? Hanya untuk Make up dan ini adalah hal yang paling di benci Lenna.

   FLASHBACK

   "Maaf!" Lirih Lenna tak berani memandang Angga, sungguh Lenna tidak enak membuat Angga teringat kenangan buruk nya.

   "Buat?" Tanya Angga, sambil mengakat wajah Lenna agar memandang nya, mereka sedang duduk di depan danau sambil memandang air yang terlihat sangat damai.

   "Aku sudah buat kamu sedih, seharusnya kita jangan kesini," ujar Lenna tak berani menatap mata Angga.

   "Shutttt, jangan minta maaf terus, lo gak salah gua emang mau kesini dan itu bersama lo," senyum Angga.

   "Gua punya sesuatu? Tutup mata dulu!" Perintah Angga.

   Lenna bingung apa yang mau dilakukan Angga, namun Lenna tetap menurut dan memejamkan matanya.

   Angga mengambil sesuatu di kantung jaket nya, dan mengeluarkan sebuah kalung berbentuk bulan, lalu memasangkan nya ke leher Lenna, "buka mata lo!" Ujar Angga sambil tersenyum.

   "Cantik, cocok buat lo, ini kalung mama gua dan ini satu satunya yang aku punya," ujar Angga lirih.

   Lenna memegang kalung tersebut dengan mata yang bersinar, sungguh sangat cantik, "kalau satu satunya punya kamu, kenapa kasih aku?" Ujar Lenna bertanya.

   "Karena gua percaya sama lo!" Ucap Angga memandang Lenna entah mengapa Angga yakin pemilik kalung yang tepat adalah Lenna, "malam ini aku jemput!" Perintah Angga.

  "Kemana?" Tanya Lenna bingung.
 
  "Acara ulang tahun Oma!" Ujar Angga.

  FLASHBACK OFF

  "Huaaaa, gua terpana ternyata teman gua cantik juga kalau dandan! Emang yah jemari jemari Kara selalu hebat soal make up!" Ujar Kara membanggakan diri.

  Lenna memandang dirinya di kaca, penampilan nya malam ini memang jauh berbeda, Lenna yang mengenakan dress selutut dengan balutan warna pink, dan rambut yang digulung di biarkan terurai di depannya, satu lagi make up yang sederhana tapi mampu membuat wajah Lenna bercahaya.

  "Kara, kamu yakin!" Ucap Lenna gerogi.

  "Yakin banget seratus persen lo cantik malam ini, lihat aja pangeran Angga akan terpana dengan penampilan lo!" Ujar Kara bangga sambil berdesis bisa kepedean Angga kalau ketahuan di puji.

   Tingg.......

suara ponsel Lenna berbunyi menandakan ada pesan yang masuk.

  My Angga
Lenna maaf gua gak jadi ambilin lo malam ini.
                              
   Lenna tersenyum tipis membaca pesan tersebut, sungguh rasanya sangat kecewa, "iya gak papa!" Lenna membalas pesan Angga dan hanya di read oleh Angga.

   "Siapa yang kirim? Kok wajah lo lesu gitu?" Tanya Kara curiga, kayak nya ada hudang di balik bakwan nih.

   "Kayaknya aku gak jadi jalan deh," ucap Lenna berbohong, bisa gaswat kalau Kara tau.

    "Kenapa?"

    "Hemmm, Angga sakit," bohong Lenna.

   "Wah sekate kate tuh kulkas berjalan, suka banget bikin gua emosi! Emang perlu di baku hantam nih kulkas, biar jera sekalian!" Ujar Kara emosi.

Angga Dirgantara [on Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang