Malam yang terlihat seperti siang banyak kendaraan yang berlaku lalang, walaupun ini sudah menujukan pukul dua belas malam tapi tetap saja banyak orang beraktivitas, yah begitu lah keadaan Kota Bandung.
Lenna sedang berjalan menyusuri trotoar, angin malam yang dingin menusuk kulit putih mulusnya sampai ke tulang, jangan salah paham Lenna bukan lah gadis nakal yang keluyuran malam Lenna keluar malam hanya untuk membeli sate yang sedang di bawahnya sekarang. Yah siapa lagi kalau bukan suruhan mama nya padahal tadi Lenna sudah bobok cantik.
Lenna berjalan dengan memasukkan tangan sebelah kiri di dalam jaket rajut milik nya, udara yang sangat dingin malam ini membuat wajah cantik nya keliatan pucat, Lenna menyusuri jalanan tanpa rasa takut sama sekali dan tak sengaja matanya menangkap sosok gadis kecil yang sedang duduk di pinggir jalan, Lenna memperhatikan sekeliling nya untuk mencari keberadaan orang tua gadis tersebut? Namun nihil disini cuma ada gadis kecil tersebut dan dirinya.
Lenna memberanikan diri untuk menghampiri gadis tersebut, walaupun Lenna sedikit ragu masalah nya gadis itu memakai gaun putih dan rambut panjang yang terurai, kalau hantu bagaimana? Tapi kalau manusia kan kasihan, batin Lenna.
"Permisi dek," ucap Lenna menyapa gadis tersebut, dan gadis tersebut menghadap Lenna beberapa detik Lenna tidak bersuara dengan raut wajah terpukau, "kalau ini benar hantu, aku gak takut deh, subhanallah cantik banget! Tapi kayak nya wajahnya gak asing deh?" Batin Lenna.
"Kamu ngapain disini malam malam? Orang tua kamu mana?" Tanya Lenna sambil tersenyum kepada gadis tersebut.
"Aku kabur dari rumah kak,"
ucap gadis itu sambil tersenyum ke arah Lenna.
Lenna langsung memasang wajah terkejut, astaga gadis kecil ini kabur dari rumah mau tinggal dimana coba?
"Loh kok kabur, nanti orang rumah cari kamu loh?" Panik Lenna.
"Mereka gak bakal cari aku kak," Ucap gadis itu lirih.
Lenna yang mendengar tersebut langsung tersentuh, walaupun Lenna gak tau pasti masalah nya namun mendengar ucapan gadis tersebut Lenna tau kalau keluarga nya bermasalah.
"Kamu mau ikut kakak pulang gak? Untuk sementara ini," tawar Lenna kepada gadis tersebut dan langsung di balas anggukan antusias dari gadis cantik di depannya.
"Nama kamu siapa?" Tanya Lenna.
"Kinan Naiysa Dirgantara." Ucap gadis tersebut dengan senyuman manis nya.
"Lenna Ambela Kayra." Ujar Lenna kepada gadis tersebut, tunggu kok ada yang aneh nama belakang nya kok sama dengan Angga? Mungkin cuma kebetulan, firasat Lenna.
Disisi lain Angga sedang berdiri di depan gerbang rumah yang berwarna putih gold, dengan raut wajah yang mengeras serta tangan yang tergumpal berjalan melalui para penjaga yang berada di pintu.
Bra kkkk.......
Angga membanting pintu dengan kasar membuat orang yang ada di dalamnya terkejut, Angga tersenyum devil bahkan di saat adiknya hilang mereka masih bisa bermesraan.
"Dimana Kinan!" Marah Angga tanpa basa basi.
"Ayah gak tau? Kalian itu yah sama-sama nyusahin!" Ucap Ayah Angga.
Angga geram dengan kelakuan Ayah nya tersebut dan mendekat sampai jarak mereka hanya berapasenti, "Ingat kalau sampai Kinan hilang saya gak segan segan mengambil hak ibu saya disini!" Tegas Angga sambil menarik kerah baju Ayahnya, sekarang Angga benar-benar terbalut dengan emosi sampai lupa yang di depan nya adalah ayah kandung nya sendiri.
Angga muak melihat wajah orang yang berada di depannya dan melepaskan cekraman nya lalu berlalu pergi, gak ada gunanya berada disini lama lama.
"Itu wajah kamu kenapa? Kamu tawuran lagi!" Tanya ayah Angga.
Angga yang berada di ambang pintu pun langsung terhenti, "gak usah sok khawatir anda!" Ucap Angga dan pergi dari tempat terkutuk ini.
"Kalau kamu tau Angga aku dan ibu mu menikah adalah sebuah kesalahan yang patal, aku tidak mencintai dia sedikit pun tapi tidak dengan kalian berdua aku sangat mencintai kalian kerena kalian adalah darah daging ku, tapi setiap aku melihat kalian wanita itu selalu muncul membuat aku muak!" Ujar ayah Angga.
Disisi lain Lenna dan Kinan mengendap-endap di pigir rumah bisa gaswat kalau sampai Mama tau, Lenna mengerahkan agar Kinan memanjat jendela milik nya.
Plakkk.......
Kinan tak sengaja menjatuhkan vas bunga hingga membuat nya pecah.
Lenna Buru buru menyuruh Kinan untuk bersembunyi di bawah kasur milik nya, dan benar saja suara ketukan pintu mulai terdengar.
Tok... Tok.. Tok..
"Lenna kamu di dalam?" Suara terdengar di luar, dan Lenna sudah mengenal siapa yang memanggilnya.
"Iya ma, tunggu!" Teriak Lenna, "kamu disini yah jangan keluar kalau kakak gak nyuruh!" Perintah Lenna ke Kinan.
"Iya Ma kenapa?" ucap Lenna bertanya sambil membuka pintu kamar.
"Ngapain kamu disini? Sate mama mana?!" Tegas mama Novi kepada Lenna.
"Ini mah, gak pakai lontong dan sambel!" Ucap Lenna sambil menyodorkan plastik Sate pesanan mama Novi.
"Dasar aneh!" ucap Mama Novi sambil mengambil bungkus sate, dan berbalik badan.
Huacimmm......
terdengar suara bersin membuat Lenna langsung panik.
"Siapa yang bersin?" Tanya mama Novi dengan mata tajam menyusuri sudut kamar Lenna.
Huacimmm........
"Maaf ma Lenna lagi flu!" Ucap Lenna berbohong.
"Dasar jorok kamu!" Kesal mama Novi dan berlalu pergi.
Lenna langsung menutup pintu kamarnya rapat rapat, "untung mama gak curiga," lirih Lenna.
Lenna memegang dada nya dengan raut wajahnya yang memucat dan keringat dingin yang bercucuran di dahi nya, Lenna lupa meminum obat nya malam ini.
Lenna berjalan ke arah laci dengan jalan yang tak tentu arah, mencari benda berbentuk pil tersebut.
Kinan yang sedari tadi sudah berada di samping Lenna hanya bertanya tanya, ada apa dengan kak Lenna kelihatan nya sangat kesakitan? Tanya Kinan di dalam hatinya.
Lenna meminum pil tersebut dan tersenyum miris melihat kotak obat yang sudah kosong, uang dimana lagi buat aku membeli obat tersebut.
"kakak sakit apa?" Tanya Kinan dan langsung membuat Lenna tesadar dari Lamunannya.
"Ah... enggak, ini cuma Vitamin," ucap Lenna berbohong.
"Owh....., gitu" ucap Kinan percaya.
"Yuk kita tidur, udah malam loh!" Ucap Lenna mengajak Kinan tidur di kasur nya.
Kinan dengan antusias langsung loncat ke arah kasur Lenna, walaupun kelihatan buruk dan sempit tapi Kinan tidak mengeluh.
Disisi Lain Angga sedang menyusuri jalanan Bandung yang ramai mencari Kinan kesana kemari, namun tak ada hasil apapun bahkan Angga sudah bertanya kepada orang-orang dengan mengasih poto Kinan namun tetap saja tidak ada yang tau?.
"Kinan kamu kemana? jangan bikin kakak khawatir!" ucap Angga sambil mengusap rambutnya kasar, "cukup ibu yang pergi jangan kamu lagi."
Bersambung...
Sampai itu dulu yah maaf kalau pendek jangan lupa Votmen hargai Othor😉 esok up lagi kok janji di tunggu yah by😉😍😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Angga Dirgantara [on Going]
Roman pour Adolescents[Follow sebelum membaca] "Ga lo kenapa? Dari tadi gue liat muka ditekuk terus, kayak monkey tetangga gue yang sering curi pisang emak gue!" Ucap Bagas bertanya, itu bertanya atau curhat bang. Angga melirik sinis ke arah Bagas, enak aja muka genteng...
![Angga Dirgantara [on Going]](https://img.wattpad.com/cover/243851669-64-k558287.jpg)