Chapter 1

31.7K 1.5K 85
                                        

⚠️WARNING!!!⚠️

CERITA INI MENGANDUNG TEMA KEKERASAN, PENYIKSAAN, HARDCORE GAYSEX, BDSM, RAPE, MPREG, BIRTHSCENE.

.

.

.

Suasana malam di area perumahan padat penduduk itu cukup sunyi, seorang lelaki muda yang mengenakan hoodie hitam berjalan melewati gang-gang sempit yang sepi. Ia baru saja selesai dari kerja paruh waktu di sebuah mini market.

Selang beberapa menit, ia sampai di depan apartemen kecil yang dihuni bersama ibunya. Pemuda yang tak lain adalah Kim Taehyung membuka pintu dan mendapati ruangan yang masih gelap, maka ditekannya saklar lampu. Sekarang jam 11 malam, ibu pasti masih bekerja di kedai pinggir kota milik paman Jung.

Hidup di kota Seoul tidaklah mudah seperti di dalam drama. Sejak kecil, Taehyung selalu ditinggal ibu yang bekerja mulai dini hari sampai tengah malam. Itulah sebab kenapa Taehyung mengambil part time job. Ia ingin membantu ibu yang selalu tersenyum teduh, namun tersimpan raut kelelahan.

Bagaimana dengan ayah Taehyung?

Bicara tentang ayah, Taehyung sungguh sangat membenci sosok yang tak pantas disebuk ayah itu. Pria itu selalu berjudi dan mabuk-mabukan. Ia hanya akan datang ke apartemen untuk mengambil semua uang yang ibunya kumpulkan, dan akan berteriak marah sampai menendang serta memukuli ibunya jika tak mendapatkan uang.

Pernah Taehyung meminta ibunya untuk melaporkan pria itu ke polisi, namun dengan tersenyum teduh ibu selalu mengatakan bahwa biar bagaimanapun pria itu adalah ayah Taehyung. Sosok yang pernah dicintai oleh sang ibu.

Ibunya selalu berkata lebih baik terluka dari pada melukai orang lain, karena pada akhirnya mereka pasti mendapat karma. Saat itu, Taehyung langsung memeluk sosok ibu yang begitu tabah.

Tidak terasa, tugas sekolah Taehyung telah rampung dikerjakan. Dilirik jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Sesaat kemudian ia mendengar suara pintu yang terbuka. Pasti ibunya baru datang.

Maka dengan segera Taehyung bergegas naik ke atas ranjang dan menarik selimut untuk menutupi tubuh. Ibu pasti akan sedih jika melihat dia sampai bergadang sebab waktu belajar yang tersita akibat bekerja part time.

Cklek.

Mrs. Kim membuka pintu kamar putra semata wayang. Ia mendekat dan mengelus surai anaknya yang tengah tertidur, "Maafkan eomma sayang. Kita jarang makan malam bersama lagi." 

Wanita itu mencium kening sang anak dan melangkah keluar. Setelah pintu tertutup, Taehyung menatap lama ke arah pintu kemudian memejamkan mata.

Keesokan harinya Taehyung terbangun pukul 5 pagi. Ia keluar dan menemukan ibu yang sedang meletakkan makanan di atas meja. "Eomma."

Mrs. Kim tersenyum lembut keibuan, "Pagi, sayang. Kau sudah mandi?"

Taehyung balas tersenyum, "Belum Eomma."

"Eomma harus pergi sekarang. Sarapanlah sebelum pergi ke sekolah. Nah, ini bekal makan siangnya." Ucap Mrs. Kim begitu memasukkan gulungan tiga telur dan menutup kotak bekal.

"Terima kasih, eomma."

"Eomma pergi ya." Ungkap Mrs. Kim memeluk dan mengecup kepala Taehyung sebelum keluar dari apartemen. Sedangkan Taehyung duduk di kursi makan dan mulai memakan masakan sederhana yang telah di buat ibu, walaupun begitu rasanya sangatlah enak.

.

.

.

Seperti biasa, Taehyung selalu berangkat menaiki bus. Dan seperti hari biasanya pula, selalu saja ada sekelompok geng pembuli yang tengah menunggu di depan pagar. Maka dengan kepala menunduk, dia melangkah menuju pagar dan berharap semoga kali ini bisa lolos dari bulian.

TRAPPED ╬ KOOKV [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang