Ehm..
Masih ingin memberi warning, adegan semakin mengerikan.
Birth scene.
Bisa stop kalau gak kuat atau gak suka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Suara gemerencing rantai dan langkah kaki Johan menggema di Lorong ruang bawah tanah. Dia berjalan menuju ruang penyiksaan tanpa melepas seringai lebar.
Di dalam, Taehyung menangis tersedu. Ia mengalami kontraksi sejak tadi. Dia ingin menyentuh perutnya tapi kedua tanga terikat kuat disisi ranjang dengan kaki yang dipaksa terbuka lebar karena tergantung dengan tali.
Johan menaruh rantai di atas ranjang dan mengamati jalur lahir, "Bukaan delapan, slut."
Ucapnya kemudian memasukkan dua jari kesana. Taehyung hanya bisa pasrah menangis. Johan terus menggerakkan jari dan memijat jalur lahir itu, "Apa kau harus bermain dengan fuck machine agar pembukaannya lebih cepat?"
Kepala Taehyung menggeleng takut dengan raut wajah memohon, "Janghh. shhtt--sakith."
"Jadi itu tanda persetujuan dari mu?" Johan beranjak dari ranjang dan berjalan menuju sex toys yang berjajar rapi. Ia mengambil fuck machine yang lumayan berat dan memiliki ukuran dildo yang sangat panjang dan besar.
"Tidaakk!! Jangan! Tidak!! Ampun. Jangan lagi. Aah." Perut Taehyung kembali kontraksi.
Tidak mengindahkan perkataan Taehyung. Johan menghadap dildo yang mengacung ke lubang berlumur darah, dilanjut menyalakan mesin itu.
"AAA!! AKH!! A.. hhh.. Akh. Tuan. Akh." Racau Taehyung dalam kesakitan.
Tak lama kemudian, ketuban taehyung pecah diiringi jeritan kesakitan yang semakin menyayat hati. Taehyung merasa kepala bayi semakin turun di jalur lahir dan ia harus mengejan! Namun benda itu masih bergerak tanpa ampun menggempur lubangnya.
Sungguh menyiksa.
"HAHAHA.. Lihatlah, Oh ekspresimu membuatku suka. HAHAHA. Kau membuatku terbakar, slut. HAHAHA." Johan mengambil vibrator dan mengesekkan ke puting mencuat Taehyung.
"Akh.. Tidakh! Aa.. ah. ah"
"HAHAHA... Mendesahlah seperti jalang." Johan beralih memilin kedua puting taehyung hingga mengeluarkan air asi, bahkan pemuda hamil itu juga klimaks.
Lagi.
Taehyung mencoba untuk mengejan namun batang mesin itu tak kunjung berhenti menghujam lubang di bawah sana. Bayi yang ada di perup tidak bisa keluar akibat terhalang benda itu, "Ngh.. b-bayinya. Akh. Tolonghh. Hentikan. Akh."
Ditamparnya pipi Taehyung dengan kencang, "Dorong saja jika mampu."
Ucap Johan diiringi tawa keras kemudian menyusu pada dada berisi itu. Menghisap dada kenyal nan lembut.
Tidak buruk. Batinnya dan semakin menyedot dada Taehyung.
"Eungh.. hah. Huh. Shhh.. akh..hah. ngh. baby.. bantu akuhh.. baby. Uh.sshh.. akh. Hah. huh. hah. Akh. Sash.. kitnghh." Taehyung terus mengejan disela desahan, namun mesin itu mendorong kepala bayi masuk kembali.
Tepat saat itu Johan menatap Taehyung, "Ya sudah lah, aku mulai kasihan melihatmu seperti ini."
Serunya dan beralih mematikan mesin yang sejak tadi menyiksa.
Cklik.
Kesempatan tersebut tak disia-siakan oleh Taehyung. Ia mengejan sekuat tenaga, namun saat kepala bayi itu keluar seperlima. Tangan Johan terjulur untuk menyentuh kepala mungil itu.
"Ouh baby slut, jangan keluar sekarang ya, karna eomma slut masih harus bermain." Johan kembali mendorong kepala itu sehingga tak lagi terlihat dan kembali memasukkan fuck machine yang bergerak cepat keluar masuk di lubang Taehyung.
"TI-DAKK!!!!! AKH! ARGH! AAAH! AA!!"
Tawa Johan kembali membahana memenuhi ruangan penyiksaan Taehyung. Ia sampai merentangkan tangan dan mendongakkan kepala bahkan menari mengitari ranjang. Darah segar tak berhenti mengalir deras hingga membanjiri kasur bersprei putih, menciptakan perpaduan warna yang begitu indah.
Taehyung melemah.
Kapan semua ini berakhir? Tolong aku. Ratapnya.
Dalam mata berkabut berlinang air mata, Taehyung bisa melihat Johan mengeluarkan si bayi. Pria itu tertawa tanpa henti. Sebelum sempat menutup mata, ia bisa mendengar pria gila itu berguman samar.
Mati. Buah hatinya telah mati. Liquid bening kembali mengalir dari sudut matanya, setelah itu semuanya gelap.
Johan mengikat bayi tak bernafas itu dengan rantai dan memasukkan ke dalam box, "Kado spesial untukmu, adik bungsu. Huwahaha."
Setelah itu Johan beralih memeriksa keadaan Taehyung. "Kau masih hidup, kan? Tentu saja, kalaupun kau mati, aku akan menghidupkanmu kembali."
Detik berikutnya Johan mengangkat tubuh lemah Taehyung ke ruangan lain yang lebih mirip ruang operasi. Ia mengambil peralatan bedah dan menghentikan pendarahan serta menjahit luka-luka itu.
.
.
.
.
Mansion Jeon.
"Ada paket, tuan."
"Bukalah, paman." Mr. Lucas pun membuka box yang baru saja diterima.
"Oh God!!" Mr. Lucas menutup mulut tidak percaya. Sementara Jeongguk menatap lama bayi tak bernyawa terlilit rantai yang ada didalam box. Ia mengambil note yang ada di dalam sana.
Dari hyungmu yang terlupakan.
Aku terpaksa menariknya karena ia mati di dalam tubuh Taehyung.
Usai membaca pesan itu, Jeongguk meremat kertas di genggamannya.
.
.
TBC
.
Haduh ngeri ya. Err..
Ide birth scene 100% dari prischilamerlynberni . Saya hanya memodifikasi, dan menambahi. Ma'af kalau malah jadi rada berubah ya, hehe.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED ╬ KOOKV [END]
Fiksi Penggemar🔞 BxB area!! Violance, gore, bdsm. ⚠️ Mpreg. Ukenya bisa hamil. Hanya satu hal yang Kim Taehyung inginkan, hidup bahagia bersama ibu tercinta. Namun nasib baik tidak berpihak padanya atau bahkan tidak pernah?
![TRAPPED ╬ KOOKV [END]](https://img.wattpad.com/cover/243750473-64-k614365.jpg)