Chapter 7

20K 1.2K 52
                                        

Disebuah kamar bernuansa klasik eropa, Seokjin duduk menyandar di atas sofa dengan hanya menggunakan bathrobe. Dia baru saja menyelesaikan aktifitas panas bersama sang kekasih, Namjoon.

"Aku sedikit khawatir."

"Siapa?" Tanya Namjoon yang baru keluar dari kamar mandi dan menggunakan bathrobe berwarna hitam kemudian duduk disamping Seokjin.

"Anak itu."

Namjoon mengernyit dan berpikir sejenak, "Kim Taehyung?" tebaknya.

"Iya. Anak itu masih lugu dan aku sangat cemas, pasti Jeongguk berbuat kasar sampai tubuh anak itu membiru dan penuh luka." Seokjin menyandarkan kepala ke dada Namjoon.

Mendengar kecemasan itu, Namjoon mengelus lengan Seokjin, "Anak itu tidak selugu yang kau pikir. Dia telah membunuh ayahnya sendiri dengan sangat keji, bahkan wajah dan tubuh bagian depan pria tua itu sampai terkoyak. Hanya psycho yang akan melakukan hal itu." 

"Benarkah?"

"Hm, jangan terlalu khawatir. Jeongguk tidak akan membunuh anak itu, dan dia tidak akan membiarkan anak itu pergi. Kau bisa menengoknya jika kau masih cemas. Sepertinya kau mulai menyukai anak itu?"

Seokjin tersenyum mengangguk, "Dia sangat manis."

"Dimataku, kau lebih manis, honey." Namjoon mengangkat dagu Seokjin dan memberi lumatan dalam, tentu saja dibalas oleh Seokjin dengan senang hati.

.

.

.

Sementara itu di tempat lain.

"Selamat pagi, tuan. Saya membawakan makanan." Soobin membuka kamar utama. Ada Taehyung yang terbaring di atas kasur dengan tubuh yang tertutup selimut. Jeongguk baru saja pergi ke kantor 10 menit yang lalu. 

Netra Taehyung menatap pelayan yang usianya lebih muda dua tahun, "Panggil aku hyung saja, Soobin-ah." 

Selama tinggal di mansion Jeongguk, Soobinlah yang selalu mengantar makanan dan mengurus kebutuhannya. Karena itu, Taehyung jadi mengenal dan sedikit dekat dengan pelayan muda itu.

"Iya hyung. Makanlah selagi masih hangat."

Taehyung bangun terduduk membuat selimutnya sedikit jatuh dan menampakkan pundak serta dada polos Taehyung, sontak saja Soobin memalingkan wajah ke arah lain. Ekm.

Begitu selesai menghabiskan sarapan, Taehyung kembali membaringkan tubuh karena tubuhnya masih merasa nyeri dan sakit.

"Terima kasih, Soobin-ah."

"Sama-sama, hyung. Aku pergi dulu."

Setelah Soobin keluar, Taehyung kembali menutup kelopak mata. Namun selang beberapa menit, pintu kembali terbuka. Tubuhnya seketika bergetar dan menarik selimut hingga ke atas hidung.

"Kau membuatnya takut, Joonie!" 

"Aku tak melakukan apapun, honey."

Seokjin melirik sinis ke arah kekasih. Ayolah, siapa yang tahan ditatap tajam seperti itu. "Tak bisakah kau lebih santai?"

"Hey boy, kau masih mengingatku?" 

Tak ada jawaban. Kini Taehyung tengah bersembunyi di balik selimut.

" Apa aku semenakutkan itu? Aku Jeon Namjoon, kakak Jeongguk."

Kakak?

Taehyung memberanikan diri untuk mengintip, tapi ia kembali bersembunyi di dalam selimut saat melihat netra tajam Namjoon.

TRAPPED ╬ KOOKV [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang