Chapter 4

21.8K 1.4K 87
                                        

Jeongguk tiba di mansion megahnya dan langsung disambut oleh belasan pelayan yang berbaris rapi serta membungkuk hormat di pintu utama. Pelayan pria senior berumur 45 tahun yang bernama Lucas mengambil alih tas kerja.

"Paman Lucas." Tiba-tiba Jeongguk menghentikan langkah.

"Iya tuan."

"Apa dia pelayan baru?"

Mr. Lucas mengikuti arah pandang Jeongguk, "Benar tuan."

"Ganti parfumnya atau keluar dari sini. Aku tidak suka baunya." Seru Jeongguk sebelum melangkahkan kaki kembali dan melewati para pelayan.

Sementara pelayan baru yang dimaksud Jeongguk sudah pucat pasi. Choi Soobin nama pelayan muda itu. Tatapan tajam sang majikan masih memberikan dampak besar bagi kesehatan jantung pemuda itu. 

Soobin memang telah mendengar bahwa tuan rumah adalah orang yang angkuh dan sangat sensitif dengan bau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Soobin memang telah mendengar bahwa tuan rumah adalah orang yang angkuh dan sangat sensitif dengan bau. Tapi apakah parfum ini bau tak sedap? Ia telah memilih parfum terbaik rekomendasi kasir mini market.

"Tenang Soobin-ssi, aku akan membantumu." Mr. Lucas menyentuh bahu Soobin yang seperti sedang berpikir keras.

"Terima kasih Mr. Lucas." Soobin membungkuk berulang kali.

.

.

.

Di lain sisi, Jeongguk membuka pintu kamar dan mendapati Jack, si blacky kesayangan yang sedang tertidur di atas ranjang. Ia pun melepas jas berlalu menuju kamar mandi. Beberapa saat kemudian, Jeongguk keluar dengan hanya memakai bathrobe. Dituangnya wine dan duduk di sofa sembari memeriksa koleksi senjata api.

Ditengah kegiatan itu, pintu kamar terbuka dan menampakkan sosok tinggi yang kini tengah bersender di sisi pintu.

"Aku ingin lagi hyung." Ucap Jeongguk tanpa basa basi. Menyapa saja tidak.

"Kau ini, sudah tiga bulan kita tak bertemu. Tapi malah benda itu yang kau minta." Jeon Namjoon melangkah masuk. Ia duduk dan menuangkan wine ke gelas lain.

"Bulan ini kau membunuh lebih banyak dari biasanya."

Mendengar itu, Jeongguk berdecak kecil, "Ck. Jaehyun yang memberi tahu?"

"Haha, tentu saja. Dia adalah bawahanku walau dia sahabatmu." Namjoon menyesap wine dan melirik Jeongguk sekilas.

"Ingin datang ke pelelangan?" Tawarnya.

Jeongguk memang suka membunuh orang yang tidak bisa memuaskan keinginannya, namun ke pelelangan? Dia belum pernah ke sana, padahal Namjoonlah pemilik bisnis itu. Ia hanya merasa tidak akan ada yang menarik di tempat itu.

"Cukup hadir dan lihat saja. Aku tahu kau bukan aseksual seperti dia Jeongguk-ah. Siapa tahu ada yang membuatmu tertarik."

Untuk sesaat Jeongguk menghela nafas, "Baiklah, hyung."

TRAPPED ╬ KOOKV [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang