"Apa artiku bagimu, master?"
Onyx Jeongguk menatap lekat begitu dalam, "Tentu saja kesayangan master."
"Tapi kenapa master tidak datang lebih cepat? Kenapa master membiarkan kitten tersiksa?" Seru Taehyung.
Mereka bertatapan cukup lama tanpa suara. Bahkan suara jantung keduanya seolah menggema di ruangan itu. Perlahan tangan Jeongguk bergerak mengusap pipi Taehyung, "Apa kitten membenci master?"
Mata Taehyung mengembun.
Dirinya ingin membenci, tapi ia tak bisa. Ia ingin marah, tapi tak bisa.
Di lain sisi, Jeongguk beralih mengusap dagu Taehyung. "Ya, master sengaja melakukannya. Jadi, apa kitten ingin pergi dari master?"
Taehyung ingin menjawab iya, tapi lagi-lagi ia tak bisa. Ia sangat membutuhkan masternya. Kembali ke kehidupan normal pun tak akan bisa. Banyak hal yang telah berubah, dan semua tak lagi sama. Dirinya, bahkan tubuhnya.
"Master." Kedua tangan Taehyung terulur untuk meremat lengan Jeongguk.
"Jangan tinggalkan kitten lagi. Jangan buang kitten." Pintanya.
Ungkapan itu tentu sajaembuat sudut bibir Jeongguk terangkat, "Tentu saja master tidak akan meninggalkan kitten. Apa kitten memahami maksud master?"
Taehyung mengangguk. Kalau Jeongguk tidak melakukan hal itu, pasti dia tetap sama seperti dulu. Lemah.
"Kitten rindu master. kitten hanya butuh master."
Jeongguk menunduk dan mencium kening Taehyung, "Master juga sangat merindukan kitten. Hanya kitten yang master inginkan."
"Master." Taehyung mengemut ibu jari Jeongguk dengan mata sayu.
"Makanlah kitten sekarang." Serunya.
"Tapi, kau masih perlu beristirahat. Apa kitten ingin master melakukannya dengan lembut?"
Sontak saja Taehyung menggelang keras. Ia.. ia.. ia tidak suka vanilla sex. Ini gila. Benarkan, semua tidak lagi sama. Tubuh ini membutuhkan sentuhan master. Sentuhan kasar master. Siksaan kenikmatan dari master. Hanya master. "Bawa kitten ke red room, master."
"Kau yakin?"
"Iya master. Bawa kitten, please."
Seutas senyum hangat terukir dibibir Jeongguk, "As you wish, kitten."
Dan kini Jeongguk melepas kancing piyama sutra Taehyung dari belakang, disusul mengecupi pundak dan potongan leher si manis.
"Master."
Piyama itu telah lolos dari tubuh Taehyung. Membuatnya telanjang sempurna.
"Kau ingin ke tiang itu lagi, kitten?" Bisik Jeongguk dengan suara berat.
Mengangguk cepat. Kalau dulu Taehyung berteriak menangis kencang dan menolak, kini dia malah berdebar menginginkan itu semua. "Ya, master."
Maka Jeongguk membawa Taehyung berjalan menuju tiang berbentuk X dan memasangkan setiap handcuffs yang ada di ujung sisi tiang. Setelah itu dia membelai leher sang submisif dan mengikis jarak antara bibir mereka. Ia memagut bibir dengan lembut, menuntut, lalu berubah menjadi liar dan panas.
"Hh..hh..hh." Benang saliva terjulur panjang saat Jeongguk melepas tautan mereka. Dilihat, Taehyung sedang meraup oksigen dengan bibir membengkak. Ia beralih mengambil topeng penutup mata.
"Kau masih mengingat safe word mu, kitten?" Tanya Jeongguk sembari mengikat tali topeng di belakang Taehyung.
"Ya, master. Black. Aaa.. ssh." Lenguhan Taehyung keluar karena Jeongguk memasangkan nipple clamp secara bersamaan. Ditambah menjilati susu yang sedikit merembes dari puting sensitif.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRAPPED ╬ KOOKV [END]
Fanfiction🔞 BxB area!! Violance, gore, bdsm. ⚠️ Mpreg. Ukenya bisa hamil. Hanya satu hal yang Kim Taehyung inginkan, hidup bahagia bersama ibu tercinta. Namun nasib baik tidak berpihak padanya atau bahkan tidak pernah?
![TRAPPED ╬ KOOKV [END]](https://img.wattpad.com/cover/243750473-64-k614365.jpg)