SG 01 | HUKUMAN

9.3K 1.5K 328
                                        

Akibat keterlambatan, Agnes di hukum berdiri di bawah terik matahari dan berhadapan dengan tiang bendera. Tidak lupakan tangannya harus menunjukan hormat seraya menghargai bendera merah putih yang berada di hadapannya.

"Kamu sih naik angkot pake acara belok ke rumah duda segala"

"Hei yokaki, aku gak sengaja naik angkot nol dua dan aku gak tahu kalau harus berhenti di rumah pak wandi selaku duda terkenal"

"Bilang aja kamu modus"

"Huh! Aku ini terburu-buru mana mungkin aku sengaja"

Pak Wandi memang duda rasa perjaka, dady sugar yang luar biasa menggoda. Tapi bukan levelan Agnes, lagi pula Agnes inikan perawan tulen. Tidak akan mau bersanding dengan duda sekalipun setampan pak Wandi.

Kalau nama Wandi di sekitaran kampung author sih tukang service payung, kalau di kalian apa?

Sudahlah lupakan soal duda itu, yang jelas saat ini Agnes sedang berada di mode tegang karna banyak hantu-hantu dari geng 'Sad ghost' memperhatikannya.

Hantu itu terdiri dari, suster ngesot, hantu jepang, pocong-pocong santuy, dan satu lagi rada kalem namanya mister gepeng.

Mereka semua memperhatikan Agnes, tapi ada yang lebih menyeramkan daripada mereka, melainkan hantu yang berdiri di atas pohon. Bisa di bilang dia sunder bolong, hantu itu sepertinya marah pada Agnes entah karna sedang PMS atau baru putus dengan kekasihnya. tapi apa hubungannya dengan Agnes? Sampai-sampai Ia menatap tajam ke arah Agnes? Padahal Agnes tidak merasa melakukan kesalahan apapun.

"Guys kayanya dia bisa liat kita"

"Bener tuh! Buktinya dia ngelirik kesini"

"Eh ada yang jagain tuh. Wah ganteng hantunya"

"Kalian ini gibah terus, di larang tuhan tau. Tapi ayolah lanjutkan prestasi gibah kalian"

Ya begitulah komentar dari hantu-hantu itu, mereka semua adalah Arwah yang belum bisa kembali ke asalnya karna ada sesuatu yang belum terselesai'kan di dunia.

Seketika Kevin selaku murid nackal itu menertawakan Agnes sampai terpingkal-pingkal.

"Wah parah nes, dia ngetawain lu tuh. Gua kasih pelajaran biar tau rasa!"

"Jangan nanti juga kewalat!"

Baru saja Agnes bersumpah serapah, dan benar saja Kevin keselek makanan yang Ia kunyah.

Buru-buru pria itu pergi ke tempat lain, dan kini giliran Agnes yang tertawa terbahak-bahak.

***

Hukuman sudah selesai, dan Agnes kembali ke kelasnya.

Semua orang yang berada di kelas memperhatikan Agnes seperti menganggap Agnes aneh.

Padahal kalau di lihat-lihat Agnes ini sangat cantik. Barbie Kumalasari juga lewat, Aurora Ribero lewat, michel julid lewat!

Jika di perhatikan wajahnya dengan saksama ya lumayanlah seperti artis-artis dari luar negeri.

"Tu cewek so kecantikan banget sih!" Bisik salah satu murid perempuan yang notabenya percis cabe-cabean.

Agnes hanya memperhatikan saja, sambil sesekali meliriknya dan kembali fokus pada pelajaran.

Agnes ini murid yang pintar, dari SD sampai SMP Agnes slalu di juluki sebagai kutu buku.

Untung saja bukan kutu di kepala, bisa berabe pas kepanasan pasti kutu-kutu pada kawin di atas kepala, ada yang pernah merasakan?

"Kerjakan BAB 13" Tegas Bu Ningsih selaku guru fisika

Tidak rumit untuk Agnes mengerjakannya.

Tapi tunggu, pulpennya hilang.

Kemana?

"YOKAKI KAMU JANGAN JAHIL!!"

Sontak saja semua murid di kelas, begitupun dengan guru-nya sekaligus menoleh pada Agnes yang berteriak heboh.

Bagaimana Agnes tidak berteriak jika pulpen milik'nya sedang di tiup-tiup oleh Yokaki sampai tintanya keluar dan berantakan

"Siapa yokaki? Gak ada nama yokaki disini. Adanya kaos kaki, nih mau nyobain aroma kaos kaki gue?" saut Deto selaku orang yang di pilih sebagai ketua kelas di kelas fisika itu.

Kemudian semua murid di kelas tertawa terbahak-bahak.

Jelas saja Yokaki kesal karna nama terbaik yang di berikan ibunya di jelek-jelekan oleh manusia seperti Deto yang notabe-nya tidak tampan, tapi so tampan.

"AWAS LU DETOL. NANTI MALAM GUA PASTIIN PALA LU BENJOL" umpat Yokaki penuh keyakinan.

"KAMU INI KENAPA AGNES?" Tanya bu Ningsih menekankan setiap perkataannya

"Em itu bu anu, apa ya. Itu tadi saya hem--"

"Anu apa? Anu gelo? Anu sinting? Anu kos kumaha nu di maksud?"

Agnes jadi pusing apasih maksud guru itu? Bahasa apakah yang sedang di lontarkan?

"Bu kayanya saya kurang fokus. Saya permisi ke kamar mandi" Lirih Agnes

"Oh silahkan.."

"Kurang fokus minum aqua woi bukan pergi ke kamar mandi, mau nyedot wc lu ke kamar mandi?" Sorak Deto lagi, membuat seisi kelas ramai

"Kamu jangan solimi detol ! Apa yang kamu lakukan itu BENAR!!" Saut Jalu yang sama bobroknya

Sontak kelas menjadi ramai meledek Agnes habis-habis.

Bu Ningsih menggebrak meja, seketika semua murid di kelas kembali tenang dan mengerjakan kembali tugas yang di berikan gurunya.

Poci keliling sedang memperhatikan Agnes di kelas, "Sad girl rupanya dia. Kasihan sekali di anggap tak waras, padahal jelas-jelas ia mempunyai teman hantu" Lirihnya.

Sad Ghost ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang