SG 07 | Ketemu Kuntilanak

5.9K 1K 29
                                        

"Kevin bangun!" Agnes terus menggoyangkan pundak Kevin agar terbangun.

"Hmmmmm" Pelan-pelan matanya terbuka dan sedetik kemudian memeluk Agnes ketakutan, "HUAAAAA SETANNN BOLONG! HUAAAA SETAN BOLONG!! HIKSS..." Teriaknya histeris

"Kamu apasih ih! Udah gak ada setan'nya" Omel Agnes

"ANJIR NGAPAIN LU PELUK-PELUK GUA?"

"Hah? Kan kamu yang barusan meluk aku?"

"Ini dimana? Jangan culik gua! Jahat lu jadi wanita, culik-culik orang ganteng kaya gini"

Agnes memutar bola matanya malas, Kevin melihat ke pintu mobil yang terbuka, "Berhenti di rumah siapa nih? Rumah gua bukan disini?"

"Rumah aku! Kamu pulang sendiri"

"Hah? Rumah lu? Siapa yang nyetir?"

"Gue!!" kata Yokaki

"Percuma saja kamu bicara, dia tidak akan melihatmu yokaki!" Saut Agnes sebal

"Maksud lu apaan sih anjir? Gak jelas lu! Eh jangan lu pikir gua lupa ya, lu itu siluman ular. Husss jangan deket-deket gua--" Kevin malah mendorong Agnes kasar sampai Agnes terjatuh.

Agnes mengeluh kesakitan, tapi yang menjatuhkan malah tidak tahu diri. Ia malah tertawa-tawa di atas penderitaan Agnes, "Haha mampus! Masa siluman di gituin aja lemah sih?"

"Hei aku bukan siluman! Dan sekarang bangunin, kamu yang jatohin. Jadi cowok tanggungjawab dong!"

"GAK! BANGUN SENDIRI. GUA BALIK HAHA BABAY SILUMAN"

Agnes mengendus sebal, Ia nampak kesal dengan perlakuan Kevin yang kurang ngajar seperti itu, "Masih mending aku tolong! Liat aja kalau ada apa-apa lagi. Aku gak mau tolong"

Kevin memindahkan posisi duduknya di jok depan dan mulai menyetir. Tanpa rasa bersalah sedikitpun ia malah melajukan mobilnya begitu saja sambil meledek Agnes dengan memeletkan lidahnya di balik kaca mobil.

"Aku sumpahin kamu ketemu kuntilanak!" umpat Agnes kesal dan segera bangkit. Walaupun pinggulnya masih terasa nyeri tapi ia tetap kuat berjalan untuk masuk ke dalam rumah kembali.

Mona selaku mamah tirinya, juga Ridwan selaku papah kandung Agnes duduk di ruang tengah dan sangat mengkhawatirkan Agnes.

"Kamu kenapa Agnes kok jalannya seperti itu? Kamu dari mana aja?" Mona buru-buru membantu Agnes sampai Agnes duduk di soffa.

"Aku dari depan nyari tukang bakso, terus aku jatuh" kata Agnes

"Jatuh dimana? Kenapa bisa? Kalau malem mending jangan nyari-nyari bakso, ini jam sebelas malem. Kamu ini ada-ada saja! Lain kali mending kamu suruh bi wati buat beli aja" omel Ridwan

"Udah udah pah. Kamu ini, anak kesakitan malah di marahin"

"Saya gak marahin dia, saya hanya menasehatinya. Lain kali jangan seperti itu lagi sayang--" Ridwan mengelus kepala Agnes sayang.

Agnes menunduk takut dan memeluk papahnya, "Papah jangan marahin agnes kaya tadi lagi, agnes gak bisa di gituin sama papah" Lirihnya menangis

"Hei kamu menangis? Maafin papah ya" Ridwan mengusap airmata Agnes.

"Yaudah sekarang kamu ganti baju ya nes, biar mamah yang anter kamu ke kamar. Ayo--" ucap Mona peduli

Agnes mengangguk dan Mona segera membantu Agnes berjalan laun.

**

Kevin nampak masih menertawakan kejadian Agnes yang terjatuh tadi, walaupun ia sedang menyetir tapi ia masih sempat-sempatnya memikirkan kejadian yang menurutnya lucu itu.

Sad Ghost ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang