My Baby Little Monkey

623 67 4
                                        

War turun dari kamar lantai dua dengan begitu ceria. Matanya yang beberapa hari lalu redup karena sakit kini kembali bersinar cerah. Rengutan di bibir kini berganti senyum merekah. Tas ransel abu-abu miliknya juga telah tergantung manis di punggung bersama jaket denim miliknya. Ia menghampiri Yin dan mengulurkan tangannya untuk meminta bantal leher miliknya.

"Apa kau yakin untuk ikut, phi?" itu Win. Lirikan mematikan diberikan pada adik bongsornya itu. Yang justru membuat phi tertua mereka ini terlihat lebih imut.

"Aku tidak selemah itu, sialan!"

"Ouch! Kasar sekali" kali ini Bon menyahutinya.

"Oke oke, sekarang ayo kita berangkat" Benz yang kali ini kembali ikut bersama mereka juga nampak begitu bersemangat. Meskipun tanpa Prom menemaninya, setidaknya berkumpul dengan keluarga lamanya ini membuatnya begitu senang.

Yin terus memperhatikan segala tingkah War. Dan dirinya menarik War untuk duduk disebelahnya saat box sarapan datang. Yin memaksa kekasihnya itu untuk segera menghabiskan makanannya dan meminum vitamin.

"Habiskan, nong" bibir War mengerucut dan menatap Yin dengan manik memelas. Ia sudah kenyang. Sangat kenyang. Tapi kekasih beruangnya itu terus memaksanya menghabiskan makanan. "Untuk minum vitaminmu, oke?"

"Tapi aku sudah kenyang" Yin mendesah kecil. Phi nya ini begitu keras kepala.

"Bagaimana jika kita buat perjanjian?" sebelah alis War terangkat. Ia semakin mendekat pada Yin. "Aku tidak akan membatasimu untuk ikut semua permainan, jika.... satu, kau habiskan sarapan, makan siang dan makan malammu ini. Dan kedua, kau harus tidur saat di make up atau kapan pun kau memiliki waktu untuk istirahat. Deal?"

"Semua permainan?"

"Hmm, semua permainan"

"Boleh bermain apapun?"

"Iyaaa"

" Apa kau serius Yinyin?" manik itu bersinar semakin terang dengan cepat ia mengangguk setuju dan melemparkan diri ke dalam pelukan hangat Yin.

"Phi barusaja sembuh, aku tidak ingin phi sakit lagi" gumam Yin di telinga War. Percayalah, hanya seperti ini saja hati War sudah menghangat.

Dan disudut ruangan lainnya, Benz, Bonna dan Win menggigit bibirnya kuat-kuat untuk tidak gemas pada Phi mereka. Semua orang tahu bahwa War ada member tertua di Rookie Thailand, tapi War juga lah magnet dari semua orang. War memiliki sejuta pesona yang tidak bisa untuk membuat semua orang tertarik padanya. Ramah, mudah berbaur, humoris, dan peduli.

"Jika tidak mengingat Yin, aku akan dengan senang hati memakan Phi War saat ini juga" keluar Win.

"Phi Aun, aku ingin bertemu Prom" kali ini Benz yang mengeluh. Ia memegang lengan managernya itu dan menggoyangnya cukup kuat. Membuat manager mereka yang lainnya menggeleng.

"Sekarang aku tau mengapa Bever pernah jatuh begitu dalam pada phi War" Bonna yang sejak tadi diam ikut mengeluh.

.

.

.

Yin terus mengikuti kemanapun War pergi. Mengawasi segala hal yang dilakukan War. Melihatnya berputar bermain-main dengan banyak orang. Mendampinginya bermain dengan drum supporter. Menjaganya dari orang-orang jahil yang begitu tertarik untuk menggoda War.

"Yinyin! Ada drum! Ayo mainkan!"

"Yinyin nanti aku bermain denganmu saat bermain berpasangan celana besar itu ya!

"Yinyin, ayo balas dendam pada Win! Dia mengejek tim kita!"

"Yinyin, aku mau pegang benderanya!"

Yinwar CollectionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang