back together

12.6K 1.2K 386
                                        

|| 𝘣𝘢𝘤𝘬 𝘵𝘰𝘨𝘦𝘵𝘩𝘦𝘳🍯

"Tidak ada yang mau mengaku?" Ulang profesor snape,semua murid kembali diam,tidak ada yang bergerak sama sekali.

"Baik lah,akan kupanggil orangnya" ucap professor snape menggantunkan ucapannya "miss carlon,bisa maju kedepan?" professor snape melanjutkan ucapannya.

Semua murid menoleh kearah meja slytherin dimana tempat evilia carlon duduki. Evilia menundukan wajahnya karena semua murid menatap kearahnya dengan tatapan tidak suka.

(name) menoleh kearah gadis yang sekarang sangat ia benci. Evilia adalah gadis yang terus berusaha untuk mengambil suatu hal yang penting dari hidupnya. Tatapan (name) bertemu dengan iris biru milik draco,dengan cepat (name) kembali membalikan badannya. Perasaan itu kembali muncul entah dari mana, (name) juga tidak bisa mengendalikan perasaannya pada seseorang.

Professor dumbledore memutuskan evilia dipanggil keruangannya. Dan semua murid di bubarkan.

(name) dan the golden trio berjalan menuju asrama gryffindor dengan kangkah yang malas dan lelah.

"(name)!"

(name) dan the golden trio menoleh kearah suara. Crabbe,goyle,dan pansy sedang berjalan mendekat kearah mereka, ron memutar bola matanya malas.

"(name),kau harus menemani draco" ucap pansy

"Ga boleh" jawab ron jutek

"Emang ada apa sama dia?" Tanya (name), mengganti nama draco menjadi dia

"Draco mau diberi penawar ramuan amortentia,tapi dia selalu ngelawan dan tetap ga mau" ucap goyle menjelaskan

(name) tampak berfikir sebentar,dan akhirnya menyetujui ajakan itu.

****
(name),crabbbe,goyle,dan pansy sampai di ruang rekreasi slytherin. Mereka tidak diperbolehkan masuk kedalam,karena professor snape sedang memberikan penawar ramuan amortentia.

Professor snape keluar dari kamar draco dengan wajah datar yang selalu ia tampilkan. Professor snape memandang (name), "miss hadson,bisa kau tenang kan malfoy didalam?" Tanya proffesor snape,
(name) mengangguk sebagai jawaban.

"amortentia itu sudah hilang dari tubuh malfoy,tapi ramuan penawarnya memiliki efek samping, malfoy mungkin akan melakukan hal yang layaknya seorang kekasih lakukan" jelas professor snape sebelum dia pergi dari asrama slytherin.

****

(name) masuk kedalam kamar draco.

(name) melihat draco yang sedang duduk di ranjangnya dengan posisi membelakangi (name)

(name) berjalan mendekat, "draco?"

Draco menoleh saat mendengar suara yang sangat ia rindukan. Draco dengan cepat langsung memeluk (name) erat. Tanpa (name) sadari draco meneteskan air matanya. (name) tersenyum dan membalas pelukan draco

"Aku merindukan mu (name)" ucap draco yang masih memeluk (name) erat

"Aku juga draco,kau tahu aku sedih saat mendengar kau berbacaran dengan gadis hufflepuff itu" balas (name)

Draco melepas pelukan mereka,dan segera melumat bibir (name) sebentar dan kembali menatap mata hijau milik (name), "aku hanya diberi ramuan amortentia oleh gadis jahat itu,aku tidak melakukan apa-apa dengannya berpegangan tangan saja tidak" ungkap draco jujur

(name) mengangguk percaya,dan mulai mengamati wajah draco yang selama ini ia rindukan. Draco seperti terhipnotis dengan tatapan mata hijau milik (name),

Draco memajukan langkahnya,membuat (name) otomatis memundurkan langkahnya sampai menabrak tembok. Draco memojokan (name) dan mengunci pergerakan (name). Draco menatap dalam mata hijau terang yang menjadi penyemangat hidupnya.

Regret [ draco malfoy ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang