Evakuasi

5 0 0
                                        

Pagi yang cerah Bima berangkat dari rumah menuju toko buah, hari itu pukul 06.00 pagi seharusnya dia akan membuka stand di depan toko dengan judul Jus buah Bima. Namun bukan menyiapkan stand jualan, dia malah membuat makanan ringan menutup tokoh seharian, lalu berjalan masuk ke dalam kamar dan membuka lemari menyibak pakaian gantungannya. Dibalik lemari ternyata ada pintu lift, Dia memencet beberapa pin lalu menarik pintu lemari agar menutup kembali. Dirinya turun ke bawah tokohnya dengan lift, sembari dalam lift dia mengunyah beberapa cemilan yang sudah di bawahnya.

Tiba dibawah lift dia membuka pintu dan melihat dirinya adalah satu-satunya orang yang terlambat. Bima tersenyum sambil menunjukan makanan yang di bawah sebagai bentuk alasan keterlambatannya. Pria dengan rambut hitam menyapanya dengan sarkar

"Aku tahu kau sibuk Kepala toko tapi tolong jangan kepagian dong. Lihat aku bahkan sudah bisa mengupas 4 box apel hijau baru kau datang" Celetuknya

"Maaf aku tidak bisa datang dengan tangan kosong, karena aku tahu perjalanan kalian panjang selain istirahat kalian juga perlu makan, Bondan" Jawab Bima mengelak

Bima meletakkan makanan bawaannya di meja melingkar semua orang menarik kursinya menuju meja.

"Seperti yang kalian katakan persoalan yang lama tidak selesai itu, ternyata memiliki banyak problematik yang tidak tersingkap. Ditambah lagi baru-baru ini perusahaan itu seperti akan berpindah tangan lagi. Dan naasnya Night lotus yang sempat menjadi pemburu kita ternyata mengetahui identitasku dan kemungkinan juga tahu nenek dan Aron" Jelas Bima diakhir kalimat yang membuat semua yang mendengarnya tercengang

"Setelah 10 tahun dan mereka kembali? Oh tuhan izinkan aku memburu mereka" Ujar Kail nampak sumringah

"Apa yang kau bicarakan Kail, Jika Aron dan Bima ketahuan berarti tidak menutup kemungkinan kita. Dan Jika pun kita memburu mereka ini tidak akan mudah karena mereka tahu kita dan kita tidak tahu mereka" Tentang Kasim melipat tangan di dada layaknya khawatir sekaligus gelisah

"Apa rencana awal?" Bondan bertanya kepada mereka dengan melirik satu per satu.

"Tentu saja kumpulkan informasi dulu, aku telah melacak lokasi telpon yang menghubungi Bima dan itu adalah telpon umum dekat pantai" Imbuh Gwen "Seperti yang diharapkan tidak ada jejak karena itu tempat umum. Hanya saja ada sedikit celah bahwa itu adalah hari Senin dengan sedikit pengunjung dan setelah memfilter ada beberapa orang yang ku tangkap seperti datang tidak untuk ke pantai. Dia hanya duduk minum air kelapa lalu memandangi orang sekitar seperti menghitung jumlah orang yang masuk" Jelasnya

Semua orang melirik Gwen dengan antusias mengharapkan akan ada gambaran yang akan diberikan tentang orang itu.

"Dia hanya memakai hoodie hitam dan jeans hitam dengan topi di kepalanya dan membelakangi kamera seharian" Ucap Gwen memperlihatkan layar laptopnya yang ada di Meja. semua menunduk melihat video orang yang duduk tersebut.

"Sebagai seorang assasin aku cukup jeli, namun bila kau zoom di jarinya sebelah kanan saat dia berdiri dari belakang dia nampang memakai cincin. Coba temukan lambang itu Gwen" Perintah Kail memandangi laptop Gadis ungu itu;

Gwen memotong gambar itu lalu memperbesarnya karena buram dia kemudian mengunggahnya ke penjelas foto untuk mengetahui detailnya. Setelah menemukannya dia memperlihatkan gambar cincin itu lagi dan seperti dugaan mereka itu adalah lambang lotus.

Bima mengerutkan keningnya dia tahu pasti bahwa 80% telah membuktikan orang itu yang menelponnya. Bima yakin jika orang itu mungkin akan mendekati nenek Sarah dulu sehingga kemungkinan awal yang akan dilakukan dengan Aron adalah memastikan nenek Sarah di tempat aman.

"Baiklah, itu telah cukup bukti. Aku akan mengirim nenek Sarah ke pulau. Aku berharap Bondan bisa membawanya" Celetuk Bima

"Lalu Aron? Apa dia masih dengan traumanya?" Tanya Kasim

"Kalian tahu, dia bahkan bisa menghadapi lima pria sekaligus"Jawab Bima

"Ini tidak akan mudah tapi apakah memungkinkan untuk kita bisa menemukan mereka di kota yang sesak ini" Imbuh Kail mencoba mendapat keringanan karena tak ingin mengintai terlalu lama.

"Aku akan buat kalkulasinya dengan data statistik minusnya kalian harus memasang alat pelacak dan pemfilter penduduk di beberapa area" Gwen memberikan masukan sadar mereka baru tiba dan sudah harus berkeliaran di Kota dengan penduduk 7 juta orang itu.

Kail tersenyum bahagia mengetahui dirinya tidak akan bekerja terlalu keras dan memberikan dua jempol kepada usulan Gwen. Kasim hanya membuang nafas tanda tidak peduli dengan sikap kail. Bima tersenyum sedang menyadari bahwa timnya sangatlah solid jika dilihat-lihat.

***

Kantor Praktik Aron

Aron menyelesaikan terapinya dengan pasiennya seorang anak remaja bernama Tiora yang diduga mengalami gangguan kecemasan semenjak pembullyannya di sekolahnya. Aron nampak senang karena gadis itu mulai tersenyum padanya meski dia tahu traumanya akan sulit jika dia tidak segera dipindahkan oleh orang tuanya. Disisi lain orangtuanya tidak bisa mengambil keputusan itu karena ternyata Tiora telah menginjak kelas 3 SMA dan akan melaksanakan Ujian Nasional dekat ini. Tiora melambaikan tangan pada Aron untuk mengucapkan selamat tinggal, Dokter Aron membalas lambaian tersebut.

Kepergian pasiennya itu digantikan oleh kedatangan nenek Sarah dan suster Sena yang menyapa Aron di kantornya.

"Kenapa nenek sering sekali sih kemari ?"tanya Aron yang mendudukan dirinya dekat kursi roda nenek Sarah.

"Kamu ini kek nggak tahu saja itu jadwal rutin nenek memastikan kalian berdua ini kerja atau tidak. kan kalau tidak nanti kurang ini bulanan nenek. Hahaha"Gurau nenek Sarah. Suster Sena pun tertawa.

"Wah tugas nenek padat ya, takut banget kami berdua pengangguran" Ujar Aron

"Tentu saja kalau kalian pengangguran, Nenek yang susah. Mana skincare nenek-nenek sekarang tidak murah" Ujar nenek Sarah

"Sejak kapan nenek pake skincare kok Sena tidak pernah tahu" Tanya Suster Sena

"Sus yang dimaksud nenek skincare itu lotion yang dipakai epidermal kalau nenek lagi mau dijemur kalau pagi"

"Sunscreen nek?" Imbuh Suster Sena

"Nah itu" Jawab Nenek Sarah penuh semangat

Tiba-tiba saja Bima tiba dengan jus buah di tangannya lalu memberikan ke setiap orang.

"Wah Bima kamu ini tiap hari ngasih jus gratis, makin sukses aja kamu"Ujar nenek Sarah bangga.

Suster Sena menyedot jus tersebut dengan penuh bahagia, rasanya nikmat gratisan adalah jalan bahagian hampir semua orang. Bima memberikan mimik kode kepada Aron untuk membuat Suster Sena segera menjauh dari nenek Sarah.

"Wah keliatannya Suster Sena sangat suka dengan Jus toko Bima bagaimana kalau bagianku untuk Suster saja. Hari ini biar aku yang antar nenek Sarah pulang. Suster bisa pulang cepat hari ini" Ucap Aron sambil memberikan jusnya kepada Suster Sena. Suster Sena menerima Jus itu dengan sangat bahagia.

"Kapan lagi aku diperhatikan oleh dokter Aron" gumam Suster Sena yang menarik tasnya dan berpamitan kepada nenek Sarah. " Nenek. Sena pulang dulu ya" Ucapnya

"Iya hati-hati ya nak" Timpal Nenek Sarah

Sepeninggal Suster Sena, Bima mulai masuk dalam mode seriusnya.

"Nenek hari ini nenek balik ke pulau lagi ya ?" Celetuk Bima

"Kenapa sekarang ?"Tanya Nenek Sarah dengan penuh tanya

"Ini karena Night lotus sudah tahu kita nek disini tidak aman" Jawab Aron.


Hear Me AronTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang