Potongan Puzzle (Part 2)

402 32 1
                                        

Selamat Membaca...

.

.

.

"Kou-san, tolong aku!"

"..."

"Aku berada di bagian makanan instant..!"

"..."

"Sudahlah jangan banyak tanya, datang saja ke sini!"

"..."

Tut!

Himawari menutup telepon itu. Gadis SMP itu begitu panik, seorang pria yang baru saja berkenalan dengannya terlungkup pingsan di depannya.

Himawari duduk di dekat pria itu, lalu ia mengangkat dan membaringkan kepala bersurai kuning milik pria itu di pangkuannya.

Gadis itu memeriksa denyut nadi dan pernapasannya, dan hasilnya normal.

Sesekali - dengan pelan - Himawari menepuk-nepuk pipi pria itu, berharap tepukan tangannya dapat membuat sadar pria itu.

'Dia... Kalau kuperhatikan... Mirip Otou-chan...' Batin Himawari.

2 menit kemudian, Kou - supir Himawari - datang dengan panik. Pria paruh baya itu datang dengan berlari, dan dengan wajah khawatir.

"Himawari-sama!! Apa anda baik-baik saja?!" Ujar Kou.

"Aku tidak apa-apa, tapi pria ini sepertinya tidak." Ujar Himawari dengan masih memperhatikan pria yang ia ketahui sebagai Zero itu.

"Tunggu, sepertinya saya pernah melihatnya..." Ujar Kou dengan mata yang ia sipitkan dan tertuju pada pria itu.

"Benarkah? Apa anda mengenalnya?" Tanya Himawari.

"Ah, dia kalau tidak salah Zero-san... Dia pernah membantu saya dan Hiashi-sama..." Jawab Kou.

"Begitu..."

"Tapi, apa yang harus kita lakukan padanya?" Tanya Kou.

"Ayo kita bawa dia ke rumah sakit..!" Jawab Himawari.

"Tapi, jalan raya masih macet... Saya tidak yakin bisa mengantarnya dengan cepat ke rumah sakit.." Ujar Kou.

"Panggil helikopter milik keluarga!" Balas Himawari.

"Ta-tapi, helikopter itu-"

"Panggil saja helikopter itu dan jangan banyak bicara!! Apa kau mengerti, Kou-san?!!" Bentak Himawari dengan tatapan otoriter.

Kou menelan ludahnya dengan susah payah. Semua majikannya adalah orang yang baik dan ramah, tapi mereka semua bisa menjadi monster jika sedang marah. Dan sepertinya, nona mudanya yang satu ini bukan pengecualian.

Himawari yang biasanya selalu tersenyum, kini menunjukkan raut wajah yang berbeda dari biasanya. Kedua alisnya tertekuk, dan bibirnya juga di tekuk. Menandakan nona mudanya ini sedang kesal.

"Ba-baik!! Saya akan segera memanggil helikopter sesuai permintaan anda, Himawari-sama!!" Ucap Kou.

Kou mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jasnya. Ia kemudian menelepon seseorang.

Tut!

Seseorang mengangkat telepon itu.

"..."

"Yugao, tolong kirim helikopter di koordinatku sekarang!!" Ujar Kou langsung pada intinya.

"..."

"Sudahlah, jangan banyak tanya..! Ini perintah mutlak Himawari-sama!! Apa kau mau melihat seorang Hyuuga marah?!!" Bisik Kou pada seseorang di seberang sana.

Lucky LevelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang