Dia Berbahaya! (Part 1)

267 30 14
                                        

Selamat Membaca...

.

.

.

Siang hari di Konoha High School, pukul 12 siang, waktu istirahat.

Kelas 2-1 terlihat sedikit lebih lengang dari biasanya, tentu saja, itu karena kebanyakan muridnya pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang kosong setelah berjam-jam berkutat dengan pelajaran SMA yang memusingkan.

Meskipun begitu, beberapa murid masih tetap berada di kelas. Sebagian besar karena mereka sudah membawa bekal makan siang dari rumah, sebagian lagi karena harus mengerjakan PR yang akan dikumpul setelah waktu istirahat selesai*.

*Jangan ditiru!!!

Sumire dan dua temannya - Namida dan Wasabi - juga tidak pergi ke kantin. Sumire dan Namida sudah membawa bekal hari ini, sedangkan Wasabi harus mengerjakan PR Matematika yang akan dikumpulkan siang ini.

"Arghhh!!!" Wasabi memecah ketenangan diantar mereka bertiga dengan menggeram marah, mengacak-acak rambut pendeknya dengan kasar. "Kenapa soal matematika ini susah sekali, sih?!"

"Salah sendiri kau tidak belajar." Namida berujar santai menanggapi Wasabi. Ia menghentikan sejenak kegiatan makan siangnya, menunjuk gadis tomboy yang duduk di depannya itu dengan sumpit. "Sudah tahu ada PR, kau malah main basket sama cowok-cowok komplek. Mana ganteng-ganteng lagi."

"Ish, berisiklah! Jangan bicara kalau tidak membantu sama sekali!" bentak Wasabi sembari menunjuk-nunjuk wajah Namida dengan geram.

"Hei, aku sudah berusaha membantumu dengan mengingatkan kalau ada PR matematika semalam." bantah Namida yang tak terima dituduh tidak membantu sama sekali.

Wasabi melongo. "Ha? Kapan?"

"Aku sudah bilang, kan? Kemarin malam. Aku ke rumahmu kemarin malam untuk memberitahumu, tapi kata ibumu kau sudah tidur nyenyak di kamar." Namida mendengus kesal.

Wasabi tepuk jidat. "Kenapa kau tidak membangunkan-ku?"

"Memangnya bisa? Kau 'kan kalau tidur seperti orang mati - tidak bisa dibangunkan." Namida mengangkat bahu, kemudian menyuap lauk telur goreng yang ada di bento miliknya.

"Itu tidak benar!" bantah Wasabi.

"Itu benar, Wasabi." Akhirnya Sumire ikut berkomentar - membela Namida- setelah sebelumnya ia hanya dapat memperhatikan dua sahabat itu. "Kau tidak ingat kejadian tiga hari yang lalu?"

"Ha? Tiga hari yang lalu?" Wasabi beralih kepada Namida, menatap bingung sahabatnya itu.

Namida mengangguk. "Iya. Tiga hari yang lalu."

Tiga hari yang lalu...

"Hei, Wasabi. Kau yakin tidak kelelahan?" tanya Namida kepada sahabat tomboy-nya itu saat hendak keluar melalui gerbang sekolah. "Kau 'kan baru selesai latihan basket."

"Iya, Wasabi. Namida benar. Kalau kau kelelahan, kita undur saja acara karaoke-annya." Sumire yang juga di sana menimpali.

Sore ini, sepulang sekolah, mereka bertiga berencana untuk pergi ke tempat karaoke untuk menghabiskan waktu bersama. Sebenarnya sejak minggu lalu mereka sudah berencana, tapi baru sekarang dapat terealisasi setelah sebelum-sebelumnya mereka tidak punya waktu karena harus belajar untuk menghadapi ulangan.

"Ayolah, kalian terlalu khawatir." Wasabi tertawa renyah, menunjuk-kan ekspresi semangatnya, mencoba menghilangkan rasa khawatir kedua sahabatnya. "Olahraga sepele seperti basket tidak akan membuatku kelelahan seperti yang kalian pikirkan. Kalian tahu itu, bukan?"

Lucky LevelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang