Happy 20k readers:)
Pertama-tama aku mau ngucapin terimakasih banyak untuk kalian semua yang masih mau membaca cerita yang aku mulai sejak 2 tahun lalu. Aku sangat bersyukur karena masih diterima dengan baik, dan aku juga akan menulis cerita yang baik dan semakin bagus untuk kalian. Sekali lagi terimakasih banyak:))
Someone
Keesokannya Hinata bangun lebih awal untuk membereskan pekerjaan rumahnya, tak lupa pula ia sudah mencuci pakaian serta beberapa pekerjaan yang lain. Sampai saat netranya melihat sudah pukul berapakah hingga kedua majikannya tidak kunjung turun untuk menikmati sarapan pagi yang telah ia siapkan. Pukul 7 kurang beberapa menit yang terpatri di jam yang tergantung didinding itu, namun aneh kenapa kedua majikannya itu tak ada yang kunjung turun? Apakah Hinata harus mengetuk pintu kamar keduanya untuk memberitahukan sarapan pagi mereka telah siap?
Baiklah, karena Hinata rasa ini telah melewati jam biasanya kedua majikannya untuk menikmati sarapan mereka, Hinata akan mencoba mengetuk pintu itu untuk sekedar mengecek apakah kedua orang itu baik-baik saja atau tidak.
Tok tok tok
"Tuan, nyonya. Sarapan telah saya siapkan." Namun beberapa menit berlalu pun Hinata tak juga mendapatkan balasan. Okey, sekarang Hinata menjadi sedikit risau. Apakah terjadi sesuatu dirumah ini? Ataukah kedua majikannya itu tidak pulang semalaman? Haruskah ia masuk kedalam kamar ini untuk memeriksanya sendiri? Tapi, bagaimana jika mereka memang sedang menikmati waktu berdua?
Akhirnya Hinata memilih untuk mengetuk sekali lagi, jika tak mendapat jawaban juga ia akan mencoba mengecek keadaan majikannya didalam. Saat Hinata kembali mengetuk pintu itu, pada ketukan keempat pintu itu pun terbuka dan menampilkan penampilan Sasuke yang hanya sedang memakai jubah mandi, kontras sekali jika pria ini baru saja menyegarkan dirinya dengan penampilan yang cukup err.. Seksi dengan mengekspos dada bidang yang sangat sempurna itu, membuat kedua pipi Hinata memerah padam layaknya tomat yang siap dipanen. Tentu Hinata adalah seorang perempuan normal yang akan merasa degupan di dadanya jika melihat penampilan seperti itu, tapi bukan berarti Hinata adalah gadis mesum. Dan itu adalah reaksi wajar jika kau dihadapkan dengan situsi seperti itu.
"Ada apa Hinata?" Suara husky Sasuke menyadarkan Hinata dari lamunan sesaatnya. "Aa. Maafkan saya Sasuke-sama, saya hanya ingin memberitahu kepada Anda dan juga Sakura-sama bahwa sarapan sudah saya siapkan. Maaf, tadi saya mengetuk namun tak ada jawaban. Jadi saya coba mengetuk kembali untuk memastikan."
"Oke, tadi aku sedang mandi. Pantas saja tak mendengar ketukanmu itu, baiklah sebentar lagi aku akan turun." Tukas Sasuke lalu setelahnya Hinata kembali turun ke dapur. Dan benar saja setelahnya Sasuke pun turun dengan penampilan yang telah rapi dengan setelan kemejanya yang semakin menambah aura kharismatiknya. Namun, Hinata tak melihat Sakura turut turun bersama suaminya. Hanya terlihat Sasuke saja yang telah duduk rapi dan menunggu untuk Hinata layani. Hinata pun mengambilkan makanan untuk dipring Sasuke.
"Maaf, Sasuke-sama. Saya tidak melihat nyonya ikut turun, apakah saya harus menyiapkan makanan nyonya dikamar?" Tanya Hinata, mungkin saja Sakura masih beristirahat dan ingin memakan sarapannya didalam kamar.
"Tidak perlu, Sakura memang tidak pulang kemarin. Ia sedang ada pekerjaan mungkin siang ini dia kembali pulang." Setelah mengatakan jika Sakura tidak berada dirumah ini justru malah membuat Hinata merasa sedikit gugup karena hanya berdua saja didalam rumah ini. Dengan kejadian kemarin yang dimana kau baru saja dimintai istri dari pria yang ada dihadapanmu untuk menghindarinya, tetapi malah terjebak dalam situasi dimana kalian sedang berdua saja, maka akan menimbulkan rasa kecanggungan yang begitu dalam. Begitulah perasaan yang sedang Hinata rasakan saat ini.
"Kau mau kemana? Setelah diam begitu lama, lalu kau mau pergi kemana?" Sasuke mengatakannya dengan intonasi yang mengintimidasi seperti biasa, membuat Hinata takut.
"Duduk, dan temani aku makan. Setelah itu, aku meminta bantuanmu untuk masuk kedalam kamarku."
"Hah?" Hinata sontak mendongak melihat kearah Sasuke, Karena perkataannya barusan memiliki arti yang ambigu dan membuat oranglain akan salah paham jika mendengarnya. Hey, Hinata ini seorang gadis yang baru saja mengatifkan radar berbahaya didalam dirinya.
"Jangan salah paham. Aku hanya memintamu untuk menyiapkan beberapa pakainku saja, aku akan pergi keluar kota beberapa hari hanya untuk syuting iklan. Aku tak meminta hal aneh padamu, mengapa wajahmu begitu. Heh?" Terlihat sekali jika saat ini Sasuke tengah mencoba menggoda Hinata.
"Baiklah, Tuan. Saat ini saya akan menyiapkan baja Anda." Hinata lalu segera beranjak dengan segara untuk menghindari berinteraksi lebih lanjut dengan Sasuke.
Someone
Saat ini, Hinata tengah memasukkan beberapa pakaian yang sebenarnya telah Sakura siapkan. Hinata hanya menatanya saja untuk dimasukkan kedalam tas. Hinata merasa jika sikap Sasuke tadi sangat tidak biasa, Hinata merasa ada yang aneh. Saat Hinata tengah merapikan isi tas itu, dering ponselnya berbunyi mengalihkan perhatiannya. Hinata melihat sebuah pesan masuk dengan nomor yang tak ia kenali.
Jangan lagi memblokir nomorku, atau aku akan memeluk dan menciummu saat ini juga.
Begitulah isi dari pesan yang Hinata terima, apakah ini orang yang sama seperti yang tadi malam mengiriminya pesan? Bukankah Hinata telah memblokirnya? Mengapa orang ini tetap mengganggunya? Apakah ia seorang penguntit? Baru saja Hinata hendak membalas pesan itu, atensinya terpecah dengan kehadiran Sasuke. Kembali Hinata memasukkan ponselnya kedalam saku.
"Apa sudah semuanya kau masukkan Hinata?"
"Sudah semuanya saya masukkan Tuan. Dan saya juga sudah memastikan semuanya ada didalam tas Anda." Hinata lalu menyerahkan tas itu pada Sasuke. Pria itu lalu bergegas turun dan diikuti Hinata di belakangnya, mereka menuju pintu rumah. Bukankah mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang sesungguhnya? Saat sudah sampai pada depan pintu rumah, Sasuke berbalik dan menatap Hinata lekat.
"Baiklah, aku pergi dan jaga rumah ini." Kemudian Sasuke menyentuh dahi Hinata dengan kedua jarinya seperti waktu itu. (Author lupa chapter berapa hehe). Kemudian Sasuke pergi dengan senyuman? Sedangkan Hinata hanya cengo sendiri melihatnya.
Someone
Setelah kepergian Sasuke, Hinata kemudian membersihkan beberapa piring kotor sisa makan Sasuke. Hari sudah menunjukkan siang hari, namun Sakura tak kunjung menampakkan batang hidungnya dirumah ini. Hinata kemudian kembali melihat ponselnya, haruskah ia menanyakan siapa si pengirim pesan ini? Sebelum Hinata membalas ketikan si pengirim pesan, ponselnya kembali memnunjukkan pesan masuk namun bukan dari si orang asing. Melainkan pesan yang masuk dari e-mail toko buku yang kemarin malam. Isinya adalah Hinata diterima bekerja di toko buku itu dan diperbolehkan masuk bekerja lusa. Tepat dengan selesainya Hinata membaca e-mail itupun Sakura masuk kedalam rumah ini.
"Sakura-sama, Anda telah kembali. Ingin saya buatkan sesuatu nyonya?" Tanya Hinata.
"Hinata, buatkan aku Lemon tea. Aku ingin bersantai sambil meminum lemon tea buatanmu." Kemudian Sakura duduk dan merilekskan otot-otot lengan dan kakinya. Terlihat sekali jika dirinya sangat lelah. Haruskah Hinata mengatakan sekarang bahwa ia ingin berhenti bekerja? Sepertinya nanti malam saja Hinata akan bicarakan ini pada Sakura.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone (Hiatus)
FanfictionHinata sangat menggemari pasangan selebriti Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, ide gila muncul saat melihat pasangan suami istri Uchiha itu membuka lamaran pekerjaan untuk menjadi asisten rumah tangga mereka. Ide gila untuk hadir ditengah-tengah merek...
