Someone
Hari ini Hinata bangun lebih awal dari biasanya, pesan yang Ia terima malam tadi membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena Ia terus memikirkan siapakah orang dibalik pengirim pesan ini, serta hal apa yang harus Ia lakukan saat ini.
Membersihkan hingga menyusun beberapa susunan buku yang terletak dimeja, Hinata merapikan isi toko buku ini. Kembali Ia melirik ponselnya, Ia sama sekali belum mengaktifkan kembali ponselnya sejak Ia mencabut kartu perdananya dari ponsel. Rasa khawatir pun hinggap menghampirinya, haruskah Ia mengaktifkan ponselnya? 'Tidak, bagaimana nanti jika orang itu kembali menghubungiku'.
Setelah membuka dan membersihkan isi toko buku Hinata melihat beberapa pegawai lainnya datang, Hinata memang sengaja tinggal disebelah toko yang kebetulan juga milik Nyonya Mikoto dan Ia juga di percayai memegang kunci toko buku ini. Jadi, tidak mengherankan jika Hinata seorang yang membuka toko ini dibandingkan 2 pegawai lainnya.
"Hinata, seperti biasa. Kau sangat rajin, bahkan ini masih sangat pagi untuk membersihkan lantainya. Kau membuat pekerjaan kami seperti tidak ada Hinata" Ujar salah seorang pegawai yang melihat Hinata kembali mengerjakan kegiatannya sendirian. Dan Hinata hanya bisa membalasnya dengan senyuman. 2 hari bekerja disini membuat Hinata belum terlalu bisa mengakrabkan diri dengan pegawai lain yang ada disini.
"Tenten-san, Aku nanti akan pergi ke kampus jadi aku harus mengerjakan tugasku terlebih dahulu, lagipula sore nanti aku yang bertugas menjaga kasir, jadi bisakah pagi hingga siang nanti aku izin pergi?"
"Oh, baiklah Hinata."
"Kalau begitu terimakasih banyak Tenten-san."
Someone
"Tenten-san, mengapa diluar ramai sekali?"
Hinata baru saja memasuki toko setelah kembali dari kampusnya. Ia sempat kesulitan memasuki toko ini karena penuh dengan orang yang berkumpul didepan tempat ini.
"Oh, itu. Penggema-"
"Hinata." Perkataan Tenten terpotong dengan panggilan seseorang yang memanggil Hinata. Langsung saja Hinata menoleh siapa gerangan?
"Oh? Tuan Sasuke? Anda mengapa bisa ditempat ini?" Yap, saat Hinata membalikka badannya sosok Sasukelah yang ada dihadapannya. Dengan tatapan yang Hinata rasa aneh Sasuke menatap Hinata dengan tatapan lapar? Hey, apa arti dari tatapan Sasuke itu? Hingga lengannya di tarik memasuki sebuah ruangan oleh Sasuke.
Hinata tak hanya dibuat terkejut dengan Sasuke yang tiba-tiba menarik lengannya hingga memasuki ruangan ini, tapi juga semakin dibuat terkejut dengan pelukan sepihak Sasuke yang begitu erat.
"T Tuan?" Hinata berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Sasuke, Ia merasa ada yang salah disini. Mengapa Sasuke bisa datang di tempat ini? Memeluknya? Sebenarnya apa yang sedang terjadi saat ini?
"Kau diam saja, aku merindukanmu." Hinata bungkam dengan penuturan Sasuke barusan. Tetapi, ada perasaan senang dihatinya? Tidak, ini salah. Ini salah. Semakin Hinata berusa melepaskan dirinya, semakin erat pula pelukan yang Sasuke berikan padanya. Sampai cela ditubuh mereka tidak memiliki batas, begitu eratnya Sasuke memeluk tubuhnya. Hinata hampir terbuai dengan pelukan hangat ini sampai akal sehatnya kembali menariknya bahwa ini sangat salah.
Sasuke pun melepaskan pelukannya dari tubuh Hinata, lalu Ia sedikit menyamakan tingginya dengan Hinata. Menatap bola mata indah milik gadis itu, menenggelamkan sang gadis pada tatapan yang menghanyutkan miliknya. Hingga Ia berhasil mencuri sebuah kecupan dari bibir manis itu, dan menghadiahkannya dengan tamparan keras dipipinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone (Hiatus)
FanfictionHinata sangat menggemari pasangan selebriti Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, ide gila muncul saat melihat pasangan suami istri Uchiha itu membuka lamaran pekerjaan untuk menjadi asisten rumah tangga mereka. Ide gila untuk hadir ditengah-tengah merek...
