Semoga kalian diberikan kesehatan selalu, dan bahagia selalu.
Someone
Siang hari, setelah Hinata merampungkan kuliahnya hari ini. Hinata langsung kembali ke apartemen majikannya, sembari kembali dan menuju rumah sang majikan Hinata pun mencoba mencari pekerjaan baru yang akan ia coba selepas ia berhenti menjadi seorang asisten rumah tangga pasangan selebritis itu.
"Apa sebaiknya aku melamar untuk bekerja di tempat ini saja ya?" Hinata melihat selebaran dibutuhkannya karyawan disebuah toko buku yang ia lalui ini. Hinata bergegas masuk kedalam toko buku tersebut dan bertanya kepada pemilik toko buku apakah ia dapat mendapatkan pekerjaan ditempat ini.
"Permisi, didepan toko ini saya melihat dibutuhkannya karyawan. Apakah masih berlaku?" Hinata mendatangi seorang penjaga toko buku ini dan ia memperhatikan Hinata kemudian berkata, "Iya, nona kami sedang membutuhkan seorang penjaga toko ini. Sebentar, saya akan mengantarmu kepada pemilik toko buku ini." Hinata dan juga penjaga itu mendatangi seorang wanita yang meskipun sudah jauh lebih tua namun tetap sangat menawan.
"Mikoto-sama, nona ini ingin melamar pekerjaan. Saya mengantarkannya kepada Anda." Ujar penjaga toko itu kemudian pergi meninggalkan Hinata dengan wanita yang mungkin akan menjadi majikan barunya ini?
"Baiklah, perkenalkan saya adalah Mikoto pemilik toko buku ini, saya sedang mencari seorang penjaga untuk mengurus toko buku saya ini, dan coba perkenalkan nama kamu?" Sungguh, wanita yang dihadapan Hinata ini sangat berkharismatik dengan intonasi nadanya yang tegas saat berbicara.
"Nama saya Hinata, Mikoto-sama. Saya seorang mahasiswi tingkat akhir, saya ingin melamar sebagai karyawan ditempat ini karena saya melihat selebaran yang ada didepan toko Anda." Hinata menuturkan keingannya untuk mendapatkan pekerjaan di tempat ini.
"Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah kamu menyukai buku? Atau menggemari kegiatan membaca buku? Karena saya juga mencari seseorang yang mengerti akan buku-buku." Mikoto bertanya kepada Hinata, karena ia berharap karyawan yang akan ia pekerjaan juga mengerti dan menghargai buku-buku yang ada ditempat ini.
"Saya mengerti mengenai beberapa buku, dan juga saya sangat menggemari buku layaknya teman sejati saya Mikoto-sama." Hinata mengatakan kebenarannya, jika ia memang mengerti dan menyukai buku sebagai temannya. Tipekal manusia kutu buku sekali?
"Baiklah Hinata, aku akan mencoba mempertimbangkan apakah kau bisa bekerja disini atau tidak, setidaknya saya akan memberikan e-mail toko ini. Silahkan kirimkan portofolio kamu, meskipun hanya sebagai penjaga toko buku ini namun saya juga harus mengetahui latar belakang kamu dan setelahnya saya akan menghubungi kamu nantinya jika kamu diterima bekerja di toko buku ini."
"Baiklah, Mikoto-sama. Jika begitu saya pamit pergi." Hinata pun, bergegas pulang untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dirumah sang majikan. Mungkin nanti hinata akan berbicara kepada Sakura bahwa ia akan mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai seorang pelayan di rumah pasangan selebritis itu.
Someone
"Hinata, kau telah kembali?" Sakura pun langsung bertanya pada sosok Hinata yang baru saja memasuki pintu. Hinata pun melihat Sakura yang tengah duduk di sofa sembari memainkan ponsel pintarnya dengan duduk kaki bersilangnya. Tipekal nyonya sekali? Tentu saja, Sakura adalah nyonya dirumah ini.
"Iya, Sakura-sama. Maaf jika saya sangat lama, saya akan segera membersihkan rumah dan juga hal yang lainnya. saya permisi nyonya." Hinata langsung undur diri pamit kekamarnya dan bergegas melakukan pekerjaannya dirumah ini.
Saat Hinata tengah membersihkan beberapa piring kotor sisa bekas makan Sakura dan juga Sasuke pagi tadi. Lalu, Sakura menghampiri dirinya. "Hinata, apakah ada yang terjadi saat aku meninggalkan rumah ini?"
"Tidak ada, nyonya." Hinata menjawab jujur, karena selama Sakura pergi Hinata rasa rumah ini dalam keadaan yang baik dan ia juga selalu mengerjakan tugasnya dengan benar. Namun, bukan itu maksud dari pertanyaan Sakura. Sakura ingin mengetahui bagaimanakah hubungan antara suaminya dengan pembantunya?
"Aa. Begitukah? Baiklah jika tak ada. Tapi, bolehkah aku mengatakan satu hal padamu Hinata?" Sakura tampak gusar untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan. "Iya nyonya katakanlah apa yang akan Anda sampaikan." Hinata dapat melihat kegusaran pada mata cantik majikannya ini.
"Bolehkah aku memintamu untuk tidak mendekati suamiku?"
Hinata terpaku ditempatnya beberapa detik, kemudian kembali menunjukkan ekspresi biasa saja. Hinata tidak tahu mengapa jantungnya menggila saat Sakura mengatakan hal itu. Saat ini, Hinata terlihat seperti seorang wanita penggoda yang diminta untuk menjauhi suami orang. Pemikirannya barusan mengingatkannya pada rencana gila yang ia buat, dan memang hampir saja ia menjadi seorang wanita penggoda itu jika ia tidak menghentikannya.
"Maaf, bukannya aku ingin menuduhmu menggoda suamiku. Tapi, kuharap kau mengerti jika seorang istri akan merasa kurang nyaman apabila suami mereka memerhatikan perempuan lain selain dirinya. Ku harap kau tidak tersinggung dengan ucapan ku ya."
"Iya nyonya saya mengerti maksud Anda. Saya akan melakukan tugas saya saja hanya sebagai seorang pekerja disini." Bagaimanapun Hinata menyadari posisinya, dan ya Hinata telah bertekad menghentikan rencana gilanya dan cepat meninggalkan rumah ini. Ia tak ingin melibatkan dirinya pada kesalahan yang akan ia sesali seumur hidupnya.
"Bagus. Karena kau hanya perlu mengurus rumah ini saja." Kemudian Sakura pun meninggal Hinata, dan gadis itupun melanjutkan mengerjakan beberapa pekerjaannya yang lain.
Someone
Hinata bergegas menuju kamarnya, setelah ia hanya menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri, ia pun langsung menuju kamarnya untuk mengirimkan e-mail pada toko buku untuk melamar pekerjaannya itu. Ya, mengapa Hinata hanya menyiapkan makan malam untuk dirinya sendiri, karena kedua majikannya itu tidak bisa makan malam dirumah ini. Mungkin mereka membutuhkan waktu berdua? Atau yang lainnya? Hinata juga tak mau ambil pusing. Setelah akhirmya ia mengirim apa saja yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan itu, Hinata merasa bosan hingga akhirnya satu pesan masuk di ponselnya.
Aku sangat merindukanmu hari ini.
Itulah bunyi pesannya, dan Hinata sama sekali tidak mengenali nomor pengirim pesan ini? Apakah ini orang iseng? Atau malah salah mengirim pesan? Hinata memilih tidak memikirkan pesan masuk yang ia dapatkan itu. Saat Hinata mencoba membaringkan tubuhnya, kembali pesan baru datang kembali di pengirim yang sama.
Aku sangat gila karena perasaan ini, aku sangat ingin merengkuhmu dalam dekapanku.
Baiklah hinata akan memblokir nomor ini, dan juga ia merasa sedikit terganggu oleh pesan yang ia terima ini. Karena cukup menakutkan? Atau ini adalah hanyalah orang salah kirim? Tapi Hinata lebih memilih memblokir dan tidak menjawabnya.
"Hah. Aku sangat lelah."
Jauh disana, sang pengirim pesan benar-benar merasa gila dengan kerinduan yang ia rasakan pada gadis itu.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone (Hiatus)
FanficHinata sangat menggemari pasangan selebriti Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, ide gila muncul saat melihat pasangan suami istri Uchiha itu membuka lamaran pekerjaan untuk menjadi asisten rumah tangga mereka. Ide gila untuk hadir ditengah-tengah merek...
