Happy reading.-.
.
.
Setelah sarapan, sasuke langsung pergi ke lokasi syuting nya. Dan sekarang tinggallah Hinata yang sedang menata piring yang telah ia cuci dan sakura yang sedang men- scroll ponsel pintarnya.
Hinata sekarang menjadi canggung jika berhadapan dengan sakura, ia seolah mengingat kejadian tadi pagi saat ia bersama sasuke. Dan sekarang kalau ia mengingat hal itu jantungnya seakan ingin meloncat-loncat. Bagaimana ia tak merasa deg-degan saat idolamu tanpa kau ketahui tiba-tiba menggenggam denganmu dari arah belakang dan seolah membuat posisi memeluk untuk dirinya. Stop hinata tak ingin mengingat bagian itu, terlebih saat sasuke berbisik tepat ditelinga nya. Oke abaikan.
Dan seketika hinata merasa berdosa terhadap sakura. Karena telah berani memikirkan suami dari orang lain. Memang niat awal hinata untuk menjadi penguji cinta, tapi sekarang ia ragu ia bisa melakukannya. Karena ia tak memiliki pengalaman apapun mengenai seorang pria.
"A..ano sakura-sama, saya ingin meminta izin pada Anda"
"Izin? Untuk?" Atensi sakura langsung teralihkan pada hinata yang tepat berdiri disamping ia duduk.
"Saya siang ini ada jadwal untuk kuliah sakura-sama. Jadi saya ingin meminta izin untuk pergi"
"Aaa.. iya aku ingat kau seorang mahasiswi, oiya aku tak pernah melarang mu pergi kuliah asalkan pekerjaanmu telah selesai kau kerjakan. Dan lagipula kulihat kau telah menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Jadi kau kuizinkan pergi asal kau langsung pulang untuk memasak makan malam"
"Ha'i sakura-sama, saya mengerti. Arigatou" setelahnya hinata bergegas untuk berkuliah.
.
.
.
"Hinataaaa-chaaaannn" teriak Ino yang langsung memeluk hinata erat.
"Ino, lepas. S..s..sesak" ino terlampau erat memeluk hinata, lalu ketika hinata berujar demikian langsung Ino melepas pelukannya.
"Hey, kau jahat. Kau tak pernah mengirim pesan padaku, terakhir kali kau mengirim pesan padaku saat kita berdebat mengenai rencana gilamu itu"
"Gomen Ino-chan, tapi nanti kita bicara lagi ya. Soalnya aku 5 menit lagi ada kelas dengan orochimaru-sensei, jadi aku duluan ya bye~" hinata langsung pergi meninggalkan Ino.
"Hey setelah kelasmu selesai kau berhutang cerita padaku!!!" Teriak Ino
Dan hinata hanya mengacungkan jempolnya tanpa berbalik menghadap Ino.
.
.
"Huft, Ino-chan. Aku lelah dengan seluruh tugas orochimaru-sensei" mengetukkan kepalanya berulang kali di meja, hinata sangat frustasi pada tugas-tugas dari sensei nya.
"Hei, tumben sekali kau mengeluh begini. Biasanya kau selalu bersemangat saat diberikan tugas sebanyak apapun itu."
"Yeah kali ini beda Ino. Jika tugas ku banyak kuliah ku menggunung seperti ini bagaimana aku bisa berkonsentrasi pada rencana ku, Ino" hinata menyeruput minuman ino.
"Hey, disaat seperti ini kau masih memikirkan ide konyol mu itu? Ayolah hinata, jangan gila. Kau tak berpikir jika nanti sasuke benar-benar tertarik padamu dan rumah tangga sasusaku yang di kagumi publik hancur dan tahu penyebabnya adalah kau. Kau akan dikecam dan di bully oleh fans fanatik mereka."
"Ino, berulangkali aku katakan bahwa hal itu juga takkan pernah bisa terjadi. Karena aku yakin cintanya sasuke-sama pada sakura-sama sangat dalam, karena mereka adalah pasangan yang memang ditakdirkan untuk bersama, ada atau tidaknya aku di kehidupan mereka bukanlah sebuah penghalang cinta mereka, karena memang kisah cinta mereka adalah kisah cinta idaman gadis manapun. Dimana kau bisa menikah dengan sosok teman kecil yang selalu ada untukmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Someone (Hiatus)
Fiksi PenggemarHinata sangat menggemari pasangan selebriti Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, ide gila muncul saat melihat pasangan suami istri Uchiha itu membuka lamaran pekerjaan untuk menjadi asisten rumah tangga mereka. Ide gila untuk hadir ditengah-tengah merek...
