25

271 51 27
                                    

"Minhee?"

"Iya Ma?" Sahut Minhee dari dalam kamarnya.

Sontak Subin pun bergegas berjalan menuju kamar milik Minhee dan juga Wonjin. Tampak Minhee yang sedang membaca sebuah buku sambil rebahan diatas kasurnya.

"Kan Mama udah bilang kalo lagi baca jangan sambil tiduran sayang!" Omel Subin sambil berjalan mendekat ke arah sang anak dan mendudukkan pantatnya ditepi ranjang.

Minhee hanya bergeming tanpa mengalihkan tatapannya dari buku yang sedang ia baca. Sementara Subin meneguk ludahnya dengan kasar, jujur ia merasa amat sangat gugup berada didekat Minhee saat ini.

"Ehem.. Mama boleh pinjam hp kamu sebentar?" Tanya Subin ragu.

Minhee yang mendengar itu awalnya mengernyit, kemudian mengangguk mengiyakan. "Diatas nakas Ma.." Jawabnya yang membuat Subin menoleh ke arah nakas yang terletak tepat disamping ranjang.

Subin pun dengan cepat meraih ponsel milik Minhee dan mulai mengotak-ngatiknya. Matanya dengan cermat membaca satu per satu kata yang terpampang dilayar.

"Buat apa Ma? Tumben?" Tanya Minhee sambil menatap sang Mama yang tampak serius. "Hp Minhee gak ada bokepnya kok, jadi Mama tenang aja!"

Subin mendengus kecil, lalu menjawil hidung Minhee dengan gemas. "Masih bau kencur kamu tuh, belum boleh nonton begituan!" Ujarnya yang kemudian kembali fokus dengan ponsel milik Minhee ditangannya.

"Trus buat apa Ma? Kalo Mama kepo sama chat Minhee ke Daera, Mama tenang aja soalnya Daera juga jarang bales chat Minhee.."

Subin ingin sekali terkekeh, tapi ia tahan karena ia tau itu akan melukai perasaan Minhee. "Hp Mama gaktau ada dimana, jadi ini Mama pinjem hp kamu buat telpon biar kedengeran deringnya.."

Minhee mengangguk pelan, kemudian kembali melanjutkan aktivitas membacanya. Sementara Subin, dengan jantung yang berdegup kencang menekan ikon delete pada sebuah aplikasi. Tak lupa ia membuka sebuah profil dari sebuah akun, dan memblokirnya.

Selesai, batin Subin lega.

Subin menghembuskan napasnya pelan, lalu meletakkan kembali ponsel milik Minhee ke tempat semula. Ia tersenyum dan bangkit dari duduknya, memajukan wajahnya ke arah Minhee dan mengecup kening sang anak dengan penuh sayang. "Mama sayang sama Minhee.." Ucapnya yang kemudian Subin berjalan keluar.

Minhee yang mendapat perlakuan seperti itu jelas terheran-heran. Walau sang Mama memang sering mengucapkan kata sayang, namun entah kenapa kali ini terasa berbeda. Seperti ada sesuatu yang mengganjal pikiran atau benak sang Mama.

"Minhee juga sayang Mama.."

Sementara Subin yang baru saja keluar dari kamar Minhee dengan cepat menyandarkan punggungnya ke dinding. Ia mengusap sedikit liquid yang keluar dari mata kanannya. "Jangan benci Mama hikss.."

Subin menarik napasnya pelan, mencoba meredakan rasa sesak yang menjalar diseluruh rongga dadanya. Ia hendak berjalan, namun getaran pada saku celananya membuatnya berhenti. Dengan cepat Subin merogoh saku dan mengambil ponselnya. Ia dibuat melotot selebar-lebarnya kala membaca sebuah pesan yang tertera dilayar. Entah kenapa lagi-lagi Subin merasakan sesak seakan-akan pasokan oksigen disekitarnya mulai menipis. Hingga ia tanpa sadar menjatuhkan ponselnya, termasuk tubuhnya yang kini sudah tergeletak diatas lantai dengan Subin yang sudah terpejam erat.

.....

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


.....

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


......

Book ini mau dilanjut gak sih? Hiatus 1 bulan bikin banyak pembaca kabur hehe:")

Tweets 3 Ft. Victon & KidsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang