SEGERA TERBIT!
-
-
-
Dipertemukan seolah takdir, kedua sahabat ini selalu bersama. Namun karena suatu permasalahan, merekapun harus berpisah.
Anindiya Izora, itulah nama gadis yang bisa mencuri hati sepasang sahabat diwaktu bersamaan.
Xavier dan Ra...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rafael melangkah keluar dari perpustakaan, ia ingin kembali ke kelas sebelum dicari oleh guru fisikanya.
Tentu saja ia tidak langsung ke kelas, Rafael memutar arah dulu sebelum ke kelas. Ia melihat adik kelas X yang sedang berada di lapangan.
Namun bukan mereka yang ia lihat, melainkan seseorang yang mengalihkan perhatiannya. Sepertinya ia tak pernah melihat cewek itu sebelumnya di sekolah ini.
Rambutnya panjang dan sedikit bergelombang, tubuhnya munggil mungkin hanya setinggi pundak Rafael.
Rafael tersadar dari lamunannya lalu menuju kelasnya. Pak Anam yang sedang sibuk menjelaskan materi yang ternyata dari tadi belum selesai juga menyadari kehadiran Rafael.
"Rafael? Kamu lama sekali di toilet,"ujarnya menatap Rafael curiga.
"Iya Pak, kebelet."
"Nomor 1 atau nomor 2."
"Nomor 2 pak." Yang mereka bicarakan sekarang adalah apa yang dilakukan Rafael di toilet tadi. Pak Anam sengaja tak menanyakannya secara langsung agar kelas tidak merasa risih.
"Umm.. baiklah.. silahkan duduk bapak tidak mau mendengar ceritamu,"ujar Pak Anam, karena cangung ia langsung kembali menulis materi.
"Siapa juga yang mau cerita pak,"ujar Rafael lalu duduk di bangkunya. Ia mulai membuka buku lalu menutupi wajah miliknya. Tentu saja hal berikutnya yang akan Rafael lakukan adalah.. Tidur.
Banyak sekali siswa dan siswi di kelas tersebut yang sekarang sedang memperhatikannya. Beberapa siswi memperhatikannya karena wajahnya yang tetap tampan walau tertidur.
Sisanya adalah siswa-siswa yang heran mengapa Rafael bisa sepintar itu walau kerjaannya tidur terus.
"Coba geh, lo lihat si Rafael itu,"cetus seorang siswa berambut cepak yang duduk di bangku dekat Rafael.
Teman sebangjunya itu ganta menengok ke arah yang berbicara.
"Kerjaannya tidur terus tapi dapat juara kelas."
"Pakai dukun kali dia." Selesai berbincang, kedua cowok itu tertawa.
Rafael membuka matanya yang otomatis membuat semua murid tany memperhatikannya kaget. Terutama yang baru saja membicarakannya.
Tak sampai satu menit, Rafael sudah kembali tertidur. Ia memasuki alam mimpi. Ia sedang mengalami mimpi kesukaannya. Bernyanyi dan bermain gitar di atas panggung.
ミ☆
Luna membangukan Xavier yang tertidur di pelajaran Bu Emil. Ia khawatir kalau semisalnya Xavier akan ditanya oleh guru galak tersebut dan ia tak tau harus menjawab apa.
"Xav.. bangun.." Luna berusaha membangunkan Xavier yang dari awal sudah tertidur.
"Ughm.. nggak mau.." Xavier menjawab Luna meski dirinya masih tertidur.