Tgl publish : Kamis,15-Juli-2021
Part 3
"Hey bro. hey Dik." sapa Satya setelah menepuk keras bahu Angga.
Benar. Yang berani-beraninya menepuk bahu seorang Angga hanya sahabatnya Karel atau Satya. Dan paling sering Satya.
"Sakit Bang Sat! Tangan lo gak di sekolahin ya, nepuk bahu orang kayak nepuk kasur yang lagi dijemur aja," marah Angga sembari mengusap bahunya. Sekeras itu pukulan Satya.
"Lo kalo di tempat rame gini jangan kenceng-knceng dong panggil Bang Sat nya, panggil Satya aja, kita kan seangkatan sekarang." tandas Satya memelankan suaranya seiringin matanya melotot mengancam.
"Eh ada cahabat-cahabatnya Angga nih, yaudah lo bertiga duduk disini aja. Gue mau nyamperin cewek gue," tukas Dika meninggalkan tempat duduknya. Diganti dengan dua pemuda yang baru datang itu.
Karel masih setia dibelakang punggung Satya. Membuat Satya risih.
"Lo napa sih! Kalo ditempat rame sok pemalu banget. Padahal aslinya sama aja kayak kita malu-maluin." pekik Satya membuat orang yang tersindir langsung duduk menarik kursi dan siap mengoceh.
"Yaa biarin. Emang itu karakter gue." balasnya tenang.
Satya pun ikut menarik kursi, dan duduk di depan meja bulat itu.
"Heran deh, elo pendiam tapi kok punya pacar? Awet lagi."
"Ya iyalah gue." sombongnya. Karel mengelus dagunya sombong.
**
"Met kenapa si lo malah milih dihukum ngerjain soal matematika? Kan palaku pusing." keluh Angga.
"Daripada lari keliling lapangan? Emangnya lo mau? Enggak kan." tukasnya.
"Mau kok," -kata Angga- "asalkan sama kamu." godanga tertawa sendiri.
Metta mengernyit.
"Lucu ya?"
"Ketawa dong. Udah elo salah juga bukannya seneng masih gue godain, ini malah cuek bebek aja." seru Angga tidak terima rayuannya dianggap tidak lucu.
"Ngapain ketawa? Kan gak lucu. Gak baik kalo dipaksain." tukas Metta santai, tenang, dan berwibawa.
"Gara-gara lo kan tadi gue diketawain cewek-cewek kelas karena gak bisa kerjain soal." Angga cemberut.
Rasanya Metta ingin menabok muka menyebalkan itu.
"Lebay banget si. Itu biar elo terbiasa!" Metta menyentuh kasar bahu Angga dengan telunjuknya. Memperingati.
Angga menatap lekat wajah Metta dari dekat.
"Jangan molor mulu kalo di kelas!" tandas Metta menjitak jidat Angga dengan jari telunjuknya, membuat kepala Angga sedikit tercengak ke belakang.
"Makanya punya ilmu jangan pelit. Kalo gue minta ajarin, ya ajarin." celetuk Angga.
Metta sontak membelalakkan matanya.
"Emang kapan lo minta ajarin gue? Hih. Gak pernah! Lo kan suka nyolong buku gue buat dicontek. Tiba-tiba buku ilang, eh ternyata diambil lo buat nyontek!"
"Itu namanya bukan nyolong, tapi minjem. Kalo nyolong kan gak dibalikin lagi. Kalo gue kan dibalikin."belanya
"Kalo minjem itu kan minta izin dulu, lo kan enggak. Berarti lo nyuri namanya!"
Cekcok dimulai. Untung di parkiran sudah sepi.
"Y-ya kan gue balikin lagi. Abis itu gue minta izin. Sama aja kan?" sangkalnya tak mau kalah.
"Terserah lo ah, panjang ntar debat sama lo," Metta pasrah, "lo gak mau pulang?" Lanjutnya.
"Mau lah."
KAMU SEDANG MEMBACA
AngGaTta [ON GOING]
Teen Fiction"Ga? Lo bisa gak sih jangan terlalu deket sama gue?!!" "Lah, kenapa?" "Lo kan udah punya pacar anjir! Pake nanya. Ntar cewek lo ngamuk lagi gimana?!! "Gue gak bisa." "Kenap--" "Karena gue juga suka kan sama lo?" "STOP BERCANDA GA!" "Gue gak bercand...
![AngGaTta [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/234140866-64-k397245.jpg)