┆Dunia Watanabe Haruto mulai berubah saat siswi dari Korea Selatan itu membalas perasaannya di festival musim panas. Gadis itu adalah aktris utama mimpinya, tetapi bukan siapa - siapa di dunia nyata. Karenanya, hidup Haruto pun seakan terbelah; tak...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Melirik lalu menghindar. Menghela napas lalu menahan sekilas. Mengetuk - ngetuk kaki sambil memindai setiap wajah yang turun dari lantai atas.
Wajah - wajah yang sebagian tampak takut itu berlalu begitu saja, tampak jelas menghindari orang asing yang auranya ingin memukul orang tanpa sebab. Aneh. Padahal Haruto kan adik kelas mereka dan tak ingin memukul siapa pun.
Pengecualian bagi orang yang berani - beraninya melibatkan Haruto dalam petak umpat antar dimensi nyata dan mimpi ini. Sungguh.
Senpai, apakah senpai kenal Jang Wonyoung kelas 2-1?ㅡSingkat sekali.
Senpai, aku Watanabe Haruto kelas 2-4. Kenal tidak dengan Jang Wonyoung kelas 2-1?ㅡTidak butuh perkenalan!
Ya atau tidak, tahu Jang Wonyoung?ㅡHm, terdengar mengancam.
Selamat siang, Hamada-senpai. Saya Watanabe Haruto, tidak ada hubungannya dengan Jang Wonyoung, tapi barangkali senpai tahu Jang Wonyoung dan kenapa dia selalu memanggilku Hamada Asahi?ㅡJelas tidak. Mana bisa bicara sepanjang itu.
Lalu ... Argh! Haruto menyugar rambutnya tanpa sadar. Bagaimana, sih, cara orang bertanya ke orang asing?
Adrenalin memacu jantungnya lebih cepat seiring menyurutnya arus orang. Jika tebakannya benar, maka orang yang ia cari belum turun. Mungkin malah sudah pulang. Itu akan sangat melegakan, tapi tidak menyelesaikan masalah dan Haruto benci terlibat masalah. Jadi selama jarak waktu masih bisa terulur, Haruto harap kata - katanya lebih siap.
Hai, senpaiㅡTidak!
Jang Wonyoung anak kelas 2, kenal tidak?ㅡKenapa, sih, terdengar galak?
Aku terlibat masalah dengan Jang Wonyoung yang berkaitan dengan senpai jadi ...ㅡAh, terlalu banyak omong.
Oh, tidak.
Detik itu, matanya mengunci pandangan pada satu orang. Dia sama seperti yang ada di media sosial klub fotografi. Bedanya mungkin ia lebih pendek daripada ekspetasinya. Pucat seperti mayat, datar seperti tak berekspresi. Dua meter dari titik Haruto berada harusnya mempercepat misi rahasia ini selesai. Namun tidak. Tidak sama sekali.
Haruto kabur.
Haruto menggeleng sambil mengepalkan tangan. Ia tidak siap sama sekali untuk menyapa orang. Tidak, tidak, ini terasa tidak benar. Jang Wonyoung. Hamada Asahi. Masa bodoh itu semua. Setiap pertanyaan tidak perlu dijawab 'kan? Nah, sekarang setelah mengitari gedung kelas, mari kita ke parkiran sepeda dan pulang. Lupakan Jang Wonyoung. Haha. Buat apa dia mencari tahu orang yang tidak kenal. Jang Wonyoung kan j-jelek, iya kan? Apa? Penasaran kenapa ia bisa mengelus rambut cewek? Hahaha. Itu mimpi! Kalau kebetulan bertemu Hamada Asahi, bakal berani bertanya? Haha berani. Apa? Sepedanya terparkir di sebelah sepeda Hamada AㅡAPA!?
Dengan wajah tegang, Haruto kontan memuntahkan pertanyaannya. Kepada Hamada Asahi yang menatapnya datar tepat di sebelah sepedanya.
"Jang Wonyoung, kenal?"
"Hah?"
"Kenal Jang Wonyoung?"
"Apa?"
"Jang. Won. Young."
"Oh. Tidak."
"Oke."
Lari.
Eh, sepeda!
Sedetik selanjutnya, setelah penyesalan memantiknya, setelah rasa malu ditelan bulat - bulat, Haruto berbalik kembali, tapi keinginan mengeluarkan sepeda malah meluap, ia malah menatap sepatu Hamada Asahi untuk bertanya, "Sungguh?"
"Ya."
"Terima kasih."
Dan... begitu lah bagaimana Haruto mematikan satu pertanyaan dengan menumbuhkan seribu pertanyaan baru. Ia ingin berteriak frustasi. Terus kenapa Jang Wonyoung memanggilku Hamada Asahi? Kenapa setiap malam aku bertemu Wonyoung di mimpiku? Kenapa aku jadi harus memusingkan interaksi dengan orang asing kalau aku bisa menghindarinya saja?
Kan.
Kendati demikian, Haruto tak bisa menghentikan kakinya untuk kabur dari sana. Tanpa sekali pun melihat ke belakang.
**
Sepeninggal Haruto, Kazue keluar dari persembunyiaanya. Benar apa kata intuisinya. Haruto sedang aneh belakangan ini.
"Hoy, Hamada-senpai!"
"Aku tidak kenal Jang Wonyoung."
Kazue mengerjap bengong. "Eh, bukan!" Kedip. Kedip.AHA! "Senpai, apa orang tadi bertanya soal Jang Wonyoung?" pekiknya antusias.
Asahi mengangguk lantas tak lama segera mengabaikan rentetan kata yang asal dikeluarkan oleh orang di sampingnya. Sudah dua orang aneh ditemuinya hari ini. Satu yang kayak tukang maki tadi, satu lagi si Yamazaki ini yang merutuk sendiri soal temannya yang tsundere sekaligus anti-sosial.
".... harusnya kemarin aku ledek saja sampai puas si Pemalu itu. Ah, kesal. Benarkan, Senpai? Eh, eh, omong - omong aku kepikiran sesuatu, jadi boleh enggak aku pinjam namamu? Jasa senpai akan mengubah hidup orang!" []
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ya halo tanggal berapa ini🥲 Maaf telat banget publish ya. Aku lagi penelitian jadi enggak inget soal WP huhuhu maaf ya
Btw ini belum kelar tapi yahh mulai terlihat lah ya hehehehe
Selalu dan selamanya, terima kasih sudah tetap bertahan dan jadi kekuatan ❤❤