I Must Care!

210 49 1
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sial

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sial. Ternyata Kazue betulan marah. Sial, sial, sial.

Kelas kini mirip ajang penyisihan. Para juara bergerombol makan bersama sementara para pecundang menyebar sendirian, makan dengan postur membungkuk. 

Haruto dan bekalnya tampak sepi di antara mulut - mulut yang berbicara. Terakhir ia makan sendiri saat awal masuk sekolah, tetapi sekarang adrenalin naik dua kali lipat. Mata bergerak gelisah, pikiran panik menimbang - nimbang sebelum menjatuhkan pilihan tetap di tempat, sendirian, alih - alih nimbrung sok dekat.

Kazue tampak natural dengan 'teman - teman baru'nya. Di lain sisi Shota tak malu lagi menutupi kedekatannya dengan Takahashi-san, sementara Takeru mengobrol dengan seorang siswi yang sepertinya teman Takahashi-san.

Mengalihkan benak, Haruto mulai menyuapkan bekal, melumatnya perlahan. Jangan lupa garis wajah dijaga tetap datar supaya tampak keren. Lihat, lihat, si Songong Kazue malah memunggungi Haruto seakan sengaja tak mau secuil kepekaan tercurah pada mantan teman sebangkunya.

Sekali lagi ia mencaplok nasi di sumpit, mengunyahnya sedikit lebih ganas sambil membayangkan wajah Kazue di mulutnya.

Kazue adalah orang yang ceria dan punya banyak teman sehingga berhubungan dengannya sangat menguntungkan. Karenanya, Haruto yang pada dasarnya sulit bergaul diperparah oleh badan tinggi dan wajah 'galak', sampai sekarang masih tak menyangka dapat berteman pula dengan Shota dan Takeru.

Namun kini rasanya Kazue seperti dua mata pisau; teman paling menyenangkan sekaligus paling menyakitkan saat pergi. Ini kah yang dinamakan patah hati?

Huek, bercanda. Tapi ....

... Haa, mulutku memang harus dijahit biar tidak bicara sembarangan.

Tak tahan merasa malu makan sendiri, Haruto mengemas bekal seadanya lalu membawanya ke luar. Anggap saja ia ngambek, cari perhatian, walau sejujurnya ia frustasi. Pilihannya jatuh pada taman belakang sekolah, tak terlalu sepi untuk dianggap penyendiri, tak terlalu ramai untuk dianggap pecundang.

Namun tahu mengapa dia memilih duduk dekat para gadis?

Benar sekali. Ada Wonyoung.

Berbekal pengalaman tidak dilihat tadi pagi, dengan santai Haruto membuka lagi bekalnya. Dia duduk di undakan atas sementara Wonyoung dan lain di bawah, harus agak menoleh untuk menyadari kehadiran Haruto sekaligus mengecilkan suara.

"Wonyoung tadi dimarahi guru, ya?" tanya seorang temanㅡeh, Nanoka Suzuka, ya?

Menajam lah pendengaran Haruto. Meski wajahnya merunduk, matanya yang agak tertutup poni melirik lurus ke ekspresi Wonyoung yang getir tapi dipaksakan tersenyum.

"Ah, itu. Aku tidak apa - apa kok," kata Wonyoung. "PRku tiba - tiba hilang padahal aku yakin sekali mengerjakan di buku yang dikumpulkan ke sensei."

"Kok tiba - tiba hilang?" tanya yang lain.

"Sepertinya ada yang sengaja merobek," jawab Wonyoung lirih.

Haruto menghentikan kunyahannya. Tidak hanya karena jawaban Wonyoung melainkan pada senyum yang dilemparkan dua siswi di belakang Wonyoung. Tidak akan terlihat jika bukan dari posisi Haruto. Dan ini jelas bukan hanya perundungan melainkan pengkhianatan.

Ingin sekali Haruto melempar bekalnya ke mereka (Tentu saja selain Wonyoung). Perundung itu malah mengatakan kalimat penyemangat yang makin terdengar menjijikan di telinga Haruto. Mereka mungkin sudah melakukan perundungan lagi di balik pertemanan dengan Wonyoung. Dasar menjijikan.

Namun tidak, Haruto hanya diam, kembali mengunyah bekalnya dan bersembunyi di balik poni untuk mengamati Wonyoung. Bayangkan saja dulu, jatuhnya pasti konyol jika Haruto tiba - tiba melabrak mereka sebagai pahlawan Wonyoung. Lagipula, yang terpenting, kenapa juga Haruto harus peduli pada Jang Wonyoung. Tidak ada. Benar - benar tidak ada.

T-tapi ... Haruto tak yakin dirinya punya rasa kemanusiaan sehebat ini, tetapi makin melihat Wonyoung ceria bersama para pengkhianat itu, makin gelisah hatinya. Apa ini artinya sebenarnya aku sangat baik hati?

... ataukah aku seperti melihat diriku yang dulu di diri Wonyoung?

Dituduh mencuri lalu dihina - hina cukup sekali saja terjadi di hidupnya. Haruto tahu persis rasanya dihukum atas apa yang tak ia lakukan. Ingat sekali saat itu dia membisu, menelan semua kebenaran dalam suaranya, dan menggantikan pelaku asli untuk minta maaf. Saat mengira sahabat - sahabatnya sedang menanti pulang bersamanya, dia mendengar itu semua.

"Haruto-kun sekarang yang dimarahi sensei! Kau gila malah menuduhnya?"

"Mau bagaimana lagi dong, aku juga kan takut pada sensei. Lagipula dia kan sekali dibentak langsung iya - iya saja, gimana coba caraku meluruskannya. Sudah lah, dia pasti cepat lupa."

Kenangan masa SMP itu terus menghantui mentalnya sampai SMA, sampai sekarang. Itu mengapa dia sulit berbaur dan kelewatan dalam bercanda, semata - mata karena ingin tahu apakah temannya bakal tetap bertopeng manis atau mengatai balik dan menunjukan wajah asli pengkhianatnya.

Ini sama sekali tidak mudah. Trauma itu bukan - main.

Dan dengan demikian dia merasa ada satu koneksi terbangun antara dia dan Jang Wonyoung. Meski tuduhannya tak sama dengan Wonyoung, tapi yang mengkhianatinya sama: teman terdekat.

Bel istirahat sudah bunyi, bekal pun sudah habis. Wonyoung dan teman - temannya beranjak duluan daripada Haruto, yang langsung pura - pura merapikan kotak bekalnya. Kali ketiga tidak dianggap artinya ia memang tak kasat mata--atau malah Haruto sudah tidak ganteng lagi. Haruto mendecih, setidaknya satu saja melirik, kek. Kendati demikian ia tak ambil pusing dan kembali ke kelas.

Namun kenangan yang tak sengaja teringat itu menyadarkan Haruto betapa berharganya persahabatannya dengan Kazueㅡbegitu pula perubahan pandangan pada sosok yang mulanya tak menarik di matanya. []

Selamat tahun baru semuanya! Semoga kalian selalu dikelilingi hal-hal baik♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selamat tahun baru semuanya! Semoga kalian selalu dikelilingi hal-hal baik♡

𝐓𝐨 𝐓𝐡𝐞 𝐅𝐮𝐭𝐮𝐫𝐞 𝐘𝐨𝐮✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang