Jantung Benicio berdegup kencang. Akhirnya setelah tiga minggu mengurus perusahaannya yang terkena sabotase sambil menunggu bosnya pulih serta menghadiri persidangan Mr. Jacob dan Luca, Benicio bisa menemui istrinya. Bersama dengan para jejeran polisi yang akan menyelamatkan warga Kanada di sana.
Setelah sampai di pelabuhan, Benicio tanpa sadar langsung menghampiri Hanna. Tanpa dia sadari, dia sangat tidak sabar menemui istrinya.
"Hanna, bisakah kau menunjukkan tempat istriku berada?" tanya Benicio dan dia bersyukur Hanna langsung mengangguk. Setelah meminta izin, mereka pun segera menuju ke arah perumahan tersembunyi tempat Scarlett berada.
Mereka akhirnya sampai di depan rumah persembunyian Scarlett. Dimana ada Aska dan Naren sedang berdiri di depan rumah itu bersiap menyambut Hanna serta Benicio.
"Andakah suami Scarlett?" tanya Aska pada Benicio. Tanpa basa - basi, Benicio langsung mengangguk. Aska dan Naren tersenyum melihat ketidaksabaran Benicio.
"Baik, Scarlett lagi tidur di kamarnya. Saya akan antarkan. Tenang saja, kita akan tinggalkan kalian berdua sendirian," ucap Aska sebelum membuka pintu rumah itu dan mengantar Benicio ke depan sebuah kamar yang berpintu coklat gelap.
Benicio pun membuka pintu itu dan menutupnya setelah masuk. Dari sana dia dapat melihat istrinya sedang tertdur lelap. Benicio dapat melihat perut istrinya yang sedikit membesar dan membuat dia tahu bahwa bayi mereka baik - baik saja.
Benicio pun duduk di samping Scarlett. Dia mengusap wajah istrinya dengan penuh kasih sayang dan beberapa kali membelai rambut merah Scarlett. Hal itu membuat Scarlett membuka matanya dan langsung membelalak melihat bayangan di depannya.
"Benicio?" tanya Scarlett dan Benicio langsung tersenyum membalasnya. Scarlett menyentuh wajah Benicio untuk memastikan bahwa ini memang benar suaminya. Air mata mulai berjatuhan dari matanya ketika dia sepenuhnya yakin bahwa itu memang suaminya.
"Maafkan aku telah banyak menempatkanmu dalam posisi bahaya. Maafkan aku tidak bisa berada di sampingmu saat kamu membutuhkanku. Maafkan-" ucapan Benicio terhenti saat bibir Scarlett menyentuhnya. Benicio berkata lagi selain membalas ciuman itu.
"Kamu tidak perlu meminta maaf. Aku hanya bersyukur kamu disini. Maafkan aku juga telah membuatmu sangat khawatir," ucap Scarlett sambil menatap lekat mata coklat Benicio yang tertutup oleh kacamata. Hal itu membuat Benicio memeluk Scarlett dengan erat berharap istrinya tidak akan menghilang lagi.
Setelah berpelukan, Benicio pun melihat perut istrinya. Tangan Benicio pun menyentuh dan mengusap perut yang berisi buah hatinya dengan Scarlett.
"Bayi kita baik - baik saja kan?" tanya Benicio. Scarlett mengangguk sambil ikut menyentuh perutnya.
Setelah itu, mereka berdua pun berjalan keluar kamar lalu menemui Aska, Naren, dan Hanna. Benicio tanpa sadar langsung menyalami ketiga orang yang sedang berbincang itu.
"Terima kasih telah menjaga istriku selama ini. Aku tidak tahu lagi bagaimana membalas kalian," ucap Benicio sambil menjabat mereka bergantian.
"Kabari saja kalau keponakan kita bertiga sudah lahir. Kami sedang bertaruh akan mirip siapa dari antara kalian berdua," ucap Aska dan dibalas dengan tawa mereka semua.
Akhirnya Benicio dan Scarlett kembali ke Kanada bersama dengan seluruh warga Kanada yang diselamatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Save The Baby (Complete)
Misterio / SuspensoBenicio Walter menghadapi bahaya besar dimana perusahaan tempat dia bekerja diancam oleh perusahaan musuh. Dimana musuh itu juga mengincar istrinya, Scarlett yang sedang mengandung buah hati mereka. Kisah kejar mengejar ini apakah berakhir bahagia?
