Benicio melihat keluar jendela dan mendapati beberapa pemulung mulai bersiap dengan karung - karung plastik mereka. Setelah sibuk menatap para pemulung, Benicio segera mengambil jaket dan memakainya.
"Mau kemana?" tanya Scarlett yang baru saja terbangun. Benicio pun menghampiri Scarlett dan duduk di sebelah Scarlett. Dia mengambil tangan Scarlett dan menatap mata istrinya yang masih berwajah pucat.
"Kamu masih tidak enak badan kan? Kamu istirahat yang cukup ya. Aku akan keluar sebentar untuk mencari bantuan. Bila aku tertangkap lagi, percayalah itu sudah bagian dari rencanaku. Aku akan kembali," ucap Benicio sebelum mencium lembut telapak tangan Scarlett.
Namun genggaman Scarlett semakin kuat. Scarlett menatap Benicio dengan wajah memelas dan dibalas Benicio dengan helaan nafas. Dia pun duduk dan mendekatkan wajahnya pada Scarlett. Lalu selama 30 detik mencium bibir Scarlett yang sedikit tidak mulus.
"Kamu sepertinya kurang minum. Itu tidak baik, Scarl. Aku ambilkan minum sebentar," ucap Benicio sebelum berjalan menuju termos yang berada di meja dekat Scarlett tidur.
"Tidak ada yang bisa masuk ke perutku setelah aku hamil. Sudahlah Benicio," ucap Scarlett. Namun Benicio tetap menaruh air mineral di meja sebelah Scarlett. Lalu mengusap puncak Scarlett dan langsung pergi.
Sekarang tujuan utamanya adalah mencari ponsel yang masih berfungsi. Benicio hanya berharap bisa pergi ke parkiran kantornya.
Ternyata posisi kantornya dengan kolong jembatan tidak terlalu jauh. Benicio segera berlari ke arah parkiran dan menuju mobilnya di lantai dua. Ketika sampai di mobilnya, Benicio segera membuka pintu mobilnya. Ia bersyukur ternyata mobilnya tidak dikunci.
Tanpa pikir panjang, Benicio segera mengambil tasnya. Dia mengecek isi tasnya dan sekali lagi Benicio bersyukur isi tasnya masih lengkap seperti sebelumnya. Benicio kembali menutup tasnya sambil mengawasi sekeliling.
"Ah... Ternyata kau memang kembali," ucap seseorang dari arah belakang. Benicio segera melihat ke belakang dan mendapati seorang pria dengan wajah yang tertutup sarung serta pisau terdapat di tangannya.
Tanpa pikir panjang, Benicio segera berlari ke ujung parkiran dan melompati pagar parkiran itu. Benicio pun jatuh di tumpukan sampah di samping kantornya. Benicio pun langsung bangun dan berlari karena orang itu masih mengejarnya.
Benicio berlari di sepanjang jalan raya berlawan arah dari kolong jembatan tempat dia bersembunyi sekarang. Ketika dia melihat ke belakang, sebuah mobil sedan hitam sedang melaju ke arahnya. Hal itu membuat Benicio menuju ke arah taman yang berada di tengah kota.
Benicio berlari di antara kerumunan orang tanpa peduli tatapan mereka. Dia terus berlari hingga ujung taman. Tepat saat di ujung taman, Benicio langsung mengambil sebuah sepeda gunung yang sedang terparkir. Lalu Benicio mengayuh sepeda itu dan tidak mempedulikan pemilik sepeda itu berteriak marah dari belakangnya.
Benicio mengayuh sepedanya tanpa henti dan merasa lega tidak mobil sedan hitam di belakangnya. Benicio pun mengayuh sampai ke ujung kota. Disana terdapat gudang terbengkalai dan tampak aman untuk bersembunyi di sana.
Benicio pun membuka tasnya dan segera mengeluarkan sebuah laptop. Lalu dia pun segera menuju ke email. Disana, dia menulis beberapa kode untuk teman sekantornya. Benicio melakukan itu karena takut disadap oleh pihak musuh. Berharap mereka mengerti maksud dirinya.
Setelah itu, Benicio segera menuju ke sebuah situs yang sering mainkan. Dari sana, dia mengirim pesan kepada beberapa kode pada teman terdekatnya di situs itu. Berharap mereka juga mengerti maksud dari pesannya.
Lalu Benicio pun mengeluarkan ponselnya dan segera menuju laman berita kepercayaannya. Dia ingin tahu perkembangan perusahaan tempat dia bekerja. Hal itu Benicio lakukan agar bisa menentukan langkah selanjutnya.
Hal yang tidak Benicio tidak percaya adalah terdapat wajahnya di headline berita. Wajahnya dibuat seperti kriminal. Bahkan judulnya saja sudah mengindikasikan dia melakukan perbuatan kriminal. Benicio pun membuka berita itu dan mendapati berita yang sama sekali tidak dia percaya.
"Tertangkap polisi dengan tuduhan penculikan? Bos memang jenius," ucap Benicio sebelum mematikan laptopnya dan pergi dari tempat itu.
Ada beberapa hal yang harus Benicio lakukan sebelum dia kembali ke tempat persembunyian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Save The Baby (Complete)
Mystery / ThrillerBenicio Walter menghadapi bahaya besar dimana perusahaan tempat dia bekerja diancam oleh perusahaan musuh. Dimana musuh itu juga mengincar istrinya, Scarlett yang sedang mengandung buah hati mereka. Kisah kejar mengejar ini apakah berakhir bahagia?
