Where is Scarlett?

1.7K 36 0
                                        

Benicio mengacak rambutnya beberapa kali sebelum akhirnya menyalakan mobilnya. Hari ini adalah hari melelahkan baginya. Benicio hanya ingin menemui Scarlett, istrinya di rumah sehingga bisa bersantai dengannya.

Karena sedang memikirkan Scarlett, Benicio pun memutuskan menghubungi Scarlett lewat aplikasi kirim pesan. Dia berharap istri cantiknya itu bisa membalas pesan darinya secara cepat.

Hai... 
Aku mau pulang
Kamu di rumah Ellie kan?
Kujemput nih, tunggu ya sayang <3

Benicio tersenyum sendiri melihat pesannya. Namun anehnya, Scarlett tidak cepat membalasnya. Perasaan Benicio langsung tidak enak. Benicio pun segera menyalakan mobil. Tepat di saat itu, ponselnya berdering. Benicio langsung dengan cepat mengambil ponselnya.

Ellie meneleponnya dan itu membuat dahi Benicio berkerut. Kenapa istri temannya menelepon dirinya? Apakah ada hubungannya dengan istrinya?

"Hai Ellie. Scarlett di sana?" tanya Benicio sambil berusaha menyembunyikan raut khawatirnya. 

"Hei! Aku itu ingin menanyakan hal itu padamu! Scarlett sudah kutunggu dari tadi. Anakku sudah merengek pengen tantenya ini!" omel Ellie dari teleponnya dan berhasil membuat jantung Benicio copot.

"Kau serius! Ellie, Scarlett tidak ada bersamaku!" ucap Benicio dengan rasa panik yang tidak bisa disembunyikannya lagi. Jantungnya berdetak kencang dan sanggup membuatnya sesak napas.

"Yang benar? Cari Scarlett cepat! Aku akan menelepon lagi kalau Scarl sudah tiba!" ucap Ellie lalu menutup teleponnya. Tepat saat itu Benicio mengacak rambutnya hingga sangat kacau. Scarlett menghilang?

Tepat di saat itu, sebuah pisau berada tepat di depan lehernya. Sementara sebuah tangan yang memegang sapu tangan membekap mulutnya dengan erat. Lalu sebuah pistol tertodong tepat di sebelah wajahnya persis.

"Halo, Benicio Walter. Sebuah kejadian menarik melihatmu panik seperti ini. Istrimu memang kelemahanmu, kan?" ucap orang itu dengan pengganti suara yang khas. Benicio bisa menebak siapa yang sedang mengancam dirinya.

"Apa mau kalian? Rahasia perusahaan? Perampokan besar- besaran? Atau aset keluarga Filipe?" tanya Benicio setelah diberi kesempata berbicara oleh dua orang itu. Kedua orang itu tertawa dengan keras mendengar tebakan Benicio.

"Kau tahu bos kami ingin semua hal itu bukan? Kamu tahu, bos kami sedang tidak senang," ucap orang itu saat mata Benicio mulai terkantuk - kantuk dan tubuhnya menjadi sangat lemas.

"Selamat tinggal di alam mimpi. Benicio Walter," ucap orang itu tepat sebelum mata Benicio terpejam sepenuhnya.

Save The Baby (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang